Api di nyalakan di depan pintu untuk menakuti binatang liar dan membuat mereka tidak punya kesempatan untuk memasuki gua.
Alea yang melihat itu menatap Ashley dengan rasa bersalah.
"Maaf, aku tidak tau disini banyak binatang buas."
"Bukan masalah Al... Kami sudah terbiasa dengan hutan seperti ini, bukan masalah besar." Jaden mendekat dan tersenyum melihat Ashley yang tengah mempersiapkan tempat tidur untuk Alea.
Alea melihat Ashley seakan mencari kebenaran. Begitu Ashley mengangguk Alea menghela nafas lega dengan senyum getir.
Setitik rada bersalah tetap menghinggapi nya.
Ashley meraih nya dan membiarkan Alea tidur di atas selimut kulit beruang.
"Tidur lah..."
"Lalu kau?". Suara Alea terasa serak dengan mata sayu yang tertutupi rasa kantuk.
"Aku tidur setelah bergantian berjaga dengan Jaden."
"Alea, tidurlah. Hana juga sudah tertidur." Jaden tampak bersiap berbaring di samping Hana yang telah terlelap di atas selimut.
"Ashley, bangunkan aku cepat begitu tengah malam." Ujar Jaden.
"Hm."
Suara hewan malam menjadi pengiring lagu tidur, hembusan angin menerpa dedaunan dan suara burung hantu di atas pohon membuat hawa terasa mencekam.
Seseorang memeluk lutut di bawah pohon besar dengan helaan nafas yang berulang kali dia keluarkan.
Rembulan malam begitu indah, namun di hutan sendirian seperti ini sangat tidak sesuai dengan keindahan malam di atas sana.
Sementara di belakang pohon sebuah gua dengan penerangan api di mulut gua terlihat jauh lebih hangat. Dia mendesah kasar.
"Mana dia? Meninggalkan ku begitu saja, awas kalau dia kembali."
Srek!
Tubuhnya menegang.
Dengan waspada dia menekan punggung nya pada pohon dan mencoba mengintip.
Tapi suara langkah kaki di atas rumput tidak lagi terdengar, seakan tengah menunggu sesuatu.
"Keluarlah."
Dia menegang.
'Apa aku ketahuan?'.
"Lain kali, aku tidak akan mentolerir." Suara bernada datar dan dalam itu berhenti, detik berikutnya suara langkah kaki terdengar menjauh.
Sementara sesosok tubuh di belakang pohon segera keluar.
"Tunggu."
Ashley berhenti, berbalik dan melihat seorang wanita muda berambut sebahu tengah memainkan jari nya.
"Apa Hana...yang memberitahu mu?".
Ashley menaikkan sebelah alisnya.
"Mencoba mencelakai nya, menurut mu....kabarmu sepenting itu?".
Dia menegang.
"Ashley, kau jangan keterlaluan. Kita sudah tumbuh bersama, demi wanita itu kau bersikap kasar padaku?".
"Irene..." Suara Ashley terdengar lirih seolah penuh peringatan.
"Ingat batasan mu."
"Ashley!". Wanita itu, Irene berteriak marah.
Suara langkah kaki berat terdengar mendekat.
"Yo... Ashley, dia datang bersama ku untuk berburu. Kenapa kau begitu marah?".
Mereka melihat Harles berdiri di belakang Irene, berjalan mendekat dan berdiri di antara mereka.
Harles menoleh melihat Irene, matanya terlihat memerah dengan linangan.
"Begitu saja menangis, milik Ashley lebih kuat meski dia lemah." Nada nya terdengar menyindir namun sebenarnya mencoba menguatkan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
Fiksi UmumAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
