Alea keluar melihat sekitar dan jatuh pada Ashley yang tengah memberi makan kuda.
Begitu Alea mendekat Ashley mengangkat pandangan nya. Sesaat dia tertegun melihat pakaian Alea yang memperlihatkan perut nya dengan rok di bawah lutut di padu padan kan dengan baju berlengan pendek.
"Apa kita akan mengendarai kuda?." Pertanyaan Alea menyentak Ashley.
"Iya, bersiap lah."
"Aku sudah."
Ashley terdiam beberapa saat, Alea yang melihat nya mengernyit heran. Hingga tiba-tiba Ashley mendekat dan melewati nya begitu saja.
Alea segera berbalik dan menatap punggung Ashley dengan heran.
"Kenapa dengan nya."
Alea melihat kuda dengan suram. Ekspresi Ashley tampak tidak senang, apa karena dirinya atau kencan mereka hari ini batal?
Tanpa sadar Alea menggenggam tangan erat. Apa dia mempermainkannya?
Hingga sebuah kain tersampir di bahu nya Alea langsung terpaku. Dan suara bisikan terdengar tepat di telinga nya dengan hembusan nafas yang menerpa membuat sensasi hangat menyapa.
"Kau sangat cantik. Tapi cukup perlihatkan untukku."
Dengan gugup Alea mengeratkan mantel hitam di tubuh nya.
"Ayo."
Ashley mendekat, kedua tangan nya terulur meraih pinggang Alea yang menegang, dalam sekali hentakan Alea tersentak dan segera memegang kedua pundak Ashley begitu tubuh nya terangkat ke udara dan jatuh di atas kuda.
Mereka bertatapan beberapa saat sebelum Alea tersadar dan dengan cepat melepas tangan nya dari pundak Ashley. Lalu memegang erat pegangan kuda.
Ashley melihat ekspresi Alea dalam diam, namun ada kilatan geli di mata nya. Dengan sigap menaiki kuda dan menarik tali kuda meninggalkan pekarangan rumah bi Lia.
"Cha!".
Tanpa di sadari Ashley, Alea mengulum bibir dengan rona merah di pipi. Kadang menggigit bibir dengan senyuman tertahan. Kenapa suasana hari ini lebih berbunga dari sebelumnya saat mereka menaiki kuda?
"Cha!"
"Cha!"
Mereka melintasi hutan dengan cepat, hingga tiba di Padang bunga berwarna warni yang memanjakan mata Alea menatap semua keindahan dengan takjub.
"Ashley...apa kamu menanam nya?". Alea jadi teringat Morano yang membuat ladang bunga untuk ibu nya.
"Tidak."
Yah, nada datar Ashley yang seperti biasa nya telah menjawab semua nya.
"Ini ladang bunga alami. Sudah ada dari dulu." Lanjut Ashley.
Kuda berhenti di tengah Padang bunga, seiring dengan Ashley yang mendekat dan berbisik tepat di telinga nya.
"Suka?".
Alea gugup, mengangguk dengan pelan.
"Lihat aku."
Pupilnya membesar, apa Ashley mengerjainya? Jarak mereka sangat dekat, jika Alea berbalik untuk melihat ke samping bukankah dua daging merah akan kembali bertemu? Alea menggigit bibirnya panik.
Dengusan geli terdengar di telinga Alea.
"Kamu cukup pintar."
Di memang sengaja mengerjai nya, antara kesal dan malu Alea hanya bisa berdecak pelan.
Lalu Ashley kembali menarik tali kuda, melewati Padang bunga dengan semilir angin menerbangkan bunga yang berguguran. Menciptakan suasana sejuk dan keindahan yang alami. Alea berbinar melihat keindahan sekitar dengan kecepatan kuda yang berjalan santai.
Hingga tidak menyadari saat sebuah tangan terulur menarik rambut Alea yang tertiup angin dan mengumpulkan nya menjadi satu di pundak lainnya. Hingga leher putih nya terekspos dengan kepala Ashley yang bertumpu di pundak Alea.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Man! (End)
Aktuelle LiteraturAlea adalah gadis modern.Namun sebuah kalung peninggalan leluhurnya membawanya menuju ke dunia lain.Dunia yang benar-benar berbeda.
