WARNING!21++
Berisikan konten dewasa dan pemerkosaan
•If you don'tike it, you can skip it•
•Contains scenes of violence and coercion•
•This story belongs to the adult category•
Go Yoonjung, gadis bertubuh mungil yang usia nya menginjak 22 tahun. Nas...
Ini sudah tiga hari berlalu setelah hari di mana Jungkook bertambah usia, yang berakhir pada malam harinya mereka bergulat dengan sangat panasnya. Di pagi harinya Yoonjung terbangun dengan kondisi tubuh yang lemas, ini sudah sangat biasa terjadi. Hampir setiap harinya Yoonjung terbangun dengan sangat lemas setelah melakukan kegiatan panas dengan Jungkook.
Setelah itu pun di pagi harinya Jungkook kembali bekerja, pulang hingga larut malam. Sampai hari ini, beberapa hari ini Jungkook selalu pulang larut malam, di mana Yoonjung tidak sempat menyaksikannya karena sudah terlebih dahulu tertidur pulas.
"Jungkook selalu pulang larut malam ketika aku sudah tertidur, bahkan dia tidak membangunkan ku! Dan di pagi harinya, dia akan kembali bekerja!" Gerutu Yoonjung seorang diri.
Yoonjung menatap kebawah di mana tangannya mengusap pelan perutnya "Kau merindukan sentuhan Appa mu, um? Dia sangat sibuk bekerja, sepertinya dia sudah melupakan kita"
Dengan tidak sadar Yoonjung mengajak berbicara janin di dalam kandungannya. Sebelumnya Yoonjung sama sekali tidak berniat mengajak berbicara calon bayinya, bahkan mengusap perutnya sendiri saja sangat asing rasanya bagi Yoonjung.
Entah memang karena hatinya yang belum bisa sepenuhnya menerima kehadiran bayi itu, pada intinya Yoonjung terlihat sangat cuek dan biasa saja terhadap kandungannya. Sagat bertolak belakang dengan Jungkook, pria itu sangat senang mengusap, mengajak berbicara calon buah hatinya.
"Tidak masalah, aku yang akan mengusap mu dari luar sini"
Yoonjung terus mengusap perutnya seorang diri, biasanya hal ini Jungkook yang melakukannya. Namun sangat terpaksa Yoonjung melakukannya sendiri, karena memang rasanya perutnya sedang butuh sentuhan seperti biasanya. Rasanya aneh, Yoonjung sendiri juga tidak bisa untuk menjelaskannya.
"Umh... Tapi, mengapa rasanya berbeda? Tidak senyaman jika Appa mu yang menyentuhnya" Keluh Yoonjung.
Yoonjung menghentikan usapan itu, menatap telapak tangannya yang kecil. Banyak pikiran yang terlintas di kepalanya saat ini, bertanya-tanya seorang diri.
Yoonjung menyadari bahwa tangannya tidak sebesar tangan Jungkook, jika Jungkook yang mengusap perutnya hanya dengan satu telapak tangan pria itu sudah terasa sangat nyaman. Sentuhan tangan Jungkook selalu terasa hangat dan nyaman, berbeda jika Yoonjung melakukannya sendiri.
"Usapan ku tidak senyaman sentuhan Appa mu, ya?" Tanya Yoonjung menatap perutnya sembari mengelusnya.
"Dokter bilang saat ini kau sudah bisa mendengar walaupun samar-samar. Jadi, apakah kau bisa mendengar perkataan ku dari dalam sana?"
Yoonjung berharap ada respon dari janin itu, namun tidak terjadi apa-apa. Yoonjung berharap bahwa bayi di dalam perutnya itu menendangnya untuk sebuah respon, mengingat bahwa bayi itu belum bisa menendang membuat Yoonjung memanyunkan bibirnya, terlihat cemberut.
Tangan Yoonjung beralih untuk membuka beberapa kancing bajunya agar perutnya terlihat. Dirinya saat ini berada di kamar, sedang bersantai di ranjang dengan beberapa camilan sehatnya, Yoonjung ingin melihat keadaan perutnya yang mengembung akibat pertumbuhan bayinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.