Two weeks later...
Di salah satu ruangan di rumah sakit ternama ini terdapat suara tangis Yoonjung yang mendominasi. Tangisan dan rintihan Yoonjung terdengar sangat menyayat hati Jungkook. Saat ini Jungkook benar-benar merasa hancur, melihat bagaimana perjuangan sang istri untuk melahirkan malaikat kecil mereka.
Setelah Yoonjung mengalami kontraksi hebat dokter Binna menyimpulkan bahwa Yoonjung akan melahirkan hari ini. Ini lebih cepat beberapa hari dari yang di perkirakan dokter, tetapi Yoonjung harus segera di tangani.
Dokter Binna dan beberapa perawat tengah menangani Yoonjung. Jungkook berada tepat di sebelah kepala Yoonjung untuk menggenggam erat tangan wanita itu, Jungkook juga tidak henti membisikkan kata-kata untuk menyemangati istrinya yang tengah bertaruh nyawa.
"Sayang, ayo... Kau pasti bisa, okay? Ayo coba lagi, sayang. Demi malaikat kecil kita, ya?" Ucap Jungkook dengan nada bicara yang bergetar.
Dengan sesekali Jungkook mengusap keringat di kening Yoonjung dan air mata yang membasahi wajah itu. Mata Jungkook sudah berkaca-kaca, sedari tadi ia menahan untuk tidak menangis melihat kondisi istrinya saat ini. Sebisa mungkin Jungkook bersikap tegar di hadapan Yoonjung, tetapi pria itu tidak bisa membohongi dirinya sendiri.
Jungkook tidak pernah melihat Yoonjung kesakitan hingga tidak ada tenaga untuk menangis seperti sekarang. Hati Jungkook benar-benar seperti di hantam batu besar melihat keadaan Yoonjung.
Jungkook tidak pernah menangis, pria itu sangat tangguh. Ini adalah kali pertamanya Yoonjung melihat pria itu menjatuhkan air mata. Pria yang sangat tegas dan di takuti semua orang mampu menjatuhkan air matanya melihat sang istri yang bertaruh nyawa.
"Sakit, Jungkh..." Rintihnya pelan.
"Nyonya, ayo coba sekali lagi. Tarik nafas dan hembuskan pelan-pelan lalu coba lagi, ya?" Ucap Dokter Binna.
"Ayo, sayang... Ada aku di sini, jangan takut, ayo coba lagi ya?" Titah Jungkook lembut berbisik di telinga istrinya.
Jungkook mengusap air mata yang kembali jatuh di pipi istrinya, Jungkook menggenggam erat tangan Yoonjung. Keringat juga bercucuran di kening wanita itu, Jungkook tidak hentinya membisikkan kata-kata untuk menyemangati istrinya dan juga melafalkan doa di dalam hati.
Yoonjung mengangguk dan melakukan yang dokter katakan, ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan pelan-pelan dan mencoba mendorong dengan sekuat tenaga.
Suara tangisan bayi terdengar jelas menggema di ruangan ini. Air mata haru kembali jatuh dari pelupuk mata Jungkook, Jungkook mengecup seluruh inci wajah Yoonjung berkali-kali. Seakan tidak percaya bahwa saat ini malaikat kecil mereka sudah lahir ke dunia.
"Terimakasih, sayang, terimakasih.." Jungkook menangis pelan mengecup wajah Yoonjung "Kau hebat, istriku hebat. Terimakasih telah melahirkannya ke dunia, ya?" Ucapnya sekali lagi dan di akhiri kecupan.
Yoonjung tersenyum dan mengangguk pelan. Dokter Binna menggendong bayi kecil itu untuk di bawa kepada mereka, Jungkook tersenyum menyambut bayi kecil itu yang saat ini sudah berada di gendongannya.
Senyum yang terlihat sangat bangga terpampang jelas di wajah Jungkook, pria itu tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Jungkook menggendong bayi mereka dan membawanya kepada Yoonjung yang masih terbaring lemah.
"Sayang, dia sangat tampan" Ucap Jungkook menunjukkan bayi kecil itu kepada Yoonjung.
Yoonjung tersenyum, tangannya beranjak untuk menyentuh pipi bulat bayi itu "Dia sangat mirip denganmu, padahal aku yang mengandung dan melahirkannya" Ucap Yoonjung.
Jungkook tertawa pelan "Lihatlah bola matanya, berwarna cokelat muda seperti milikmu, sayang. Ya, walaupun dia lebih dominan seperti ku"
Yoonjung tersenyum tipis mengusap pipi kecil itu "Siapa namanya? Kau sudah mencari nama untuknya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Wild Husband
RomanceWARNING!21++ Berisikan konten dewasa dan pemerkosaan •If you don'tike it, you can skip it• •Contains scenes of violence and coercion• •This story belongs to the adult category• Go Yoonjung, gadis bertubuh mungil yang usia nya menginjak 22 tahun. Nas...
