Pukul satu pagi dini hari, Yoonjung sudah terlelap pulas setelah Jungkook memeluknya agar segera tertidur, namun pria itu masih sibuk dengan ponselnya. Menghubungi Jimin dan juga Seohung, menanyakan bagaimana acara berlangsung setelah ia tinggal.
Mendapat kabar bahwa semuanya berjalan dengan lancar, para tamu undangan juga sangat menikmati pesta bergengsi itu, membuat Jungkook tenang. Jungkook menoleh, melihat istrinya yang sedari tadi sibuk mengubah posisi tidurnya, ke kanan dan ke kiri tidak beraturan.
Jungkook meletakkan ponselnya di nakas, segera memeluk istrinya yang terlihat tidak nyaman itu "Ada apa, sayang?" Bisiknya lembut.
Yoonjung setengah membuka matanya, berguling ke kanan dan ke kiri, mencari posisi nyaman untuk perutnya. Yoonjung tidak menjawab pertanyaan Jungkook, hanya merengek pelan seraya meringis perih, membuat Jungkook kembali mengusap perutnya.
"Ada apa? Ada yang sakit, hm? Kau sepertinya tidak nyaman" Ucap Jungkook pelan, mengusap kening Yoonjung.
"Pinggang ku, Jung... Tidak nyaman, ughh" Rengek Yoonjung mengadu.
Tanpa harus menunggu lama Jungkook berbaring, memeluk tubuh kecil Yoonjung. Tangannya mengusap pinggang bagian belakangnya, juga kepala Yoonjung yang Jungkook usap lembut.
Rasa nyaman membuat Yoonjung diam, pinggangnya terasa lebih nyaman, tidak berdenyut seperti sebelumnya. Jungkook sudah mengetahui apa penyebab ini, Yoonjung berdiri hampir lebih dari tiga jam lamanya. Sejak pukul setengah delapan malam hingga sebelas malam, dan itu Yoonjung menggunakan heels.
"Sepertinya kau kelelahan, sayang. Kembali tidur, ya? Aku akan terus mengusapnya" Jungkook berbisik lembut.
"Umh... Sepertinya begitu, pinggang dan perutku terasa cukup sesak"
"Maafkan aku, kau menjadi kesakitan seperti ini. Kau sangat lelah, hm? Ada yang terasa sakit?" Jungkook bertanya dengan sangat lembut.
Di pelukan Jungkook wanita kecil itu menggeleng "Hanya sedikit saja, tetapi sudah tidak"
Jungkook usap-usap kepala dan perut Yoonjung, mengecup penuh kasih sayang "Aku akan mengusapnya, tidur lagi, chagi. Ini masih larut malam"
Yoonjung tidak langsung tidur, masih bergulat kesana kemari di dalam dekapan Jungkook. Rasanya sangat nyaman, tetapi sangat sulit untuk Yoonjung tertidur kembali. Mendongak menatap Jungkook yang tengah memperhatikannya dengan senyuman kecil, menyadari itu membuat Yoonjung tertawa pelan.
Mereka saling tertawa, membuat Yoonjung yang tersipu malu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Jungkook.
Yoonjung mendongak menatap suaminya dengan tatapan teduhnya "Kau menyayangiku?"
"Sangat. Lebih dari apa pun itu, sayang" Jawab Jungkook dengan merapikan surai yang menutupi sebagian wajah istrinya.
Pertanyaan itu Yoonjung lontarkan secara tiba-tiba, Jungkook tersenyum mendengarnya. Jungkook benar-benar menahan gelak tawanya, bagaimana bisa istri kecilnya ini menanyakan hal yang jawabannya sudah sangat jelas adanya?
Perhatian dan kasih sayang Jungkook selama ini sepertinya belum cukup untuk membuktikan rasa sayangnya kepada wanita kecil itu. Yoonjung sangat suka bermanja kepada Jungkook, karena memang Jungkook yang selalu menyediakan untuknya, Yoonjung juga merasa nyaman.
Pertanyaan polos yang sangat lucu, pikir Jungkook. Mendengar jawaban yang membuatnya puas, Yoonjung tersenyum, kembali menyembunyikan wajahnya pada dada bidang tersebut.
"Umh, kau menyayangi ku, bagaimana dengan dia? Apakah kau juga menyayanginya?" Yoonjung bertanya kembali dengan sangat polosnya, menunjuk perut buncitnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wild Husband
RomansaWARNING!21++ Berisikan konten dewasa dan pemerkosaan •If you don'tike it, you can skip it• •Contains scenes of violence and coercion• •This story belongs to the adult category• Go Yoonjung, gadis bertubuh mungil yang usia nya menginjak 22 tahun. Nas...
