Happy reading, mark spelling typo!
Pukul setengah tujuh malam ini Yoonjung sedang berada di ruang kerja Jungkook. Pria itu sudah kembali sejak pukul enam sore tadi, saat ini Yoonjung sedang bermanjaan di pangkuan Jungkook yang masih sibuk dengan Macbook nya. Menghirup dalam tubuh maskulin pria itu.
Satu tangan Jungkook ia gunakan untuk mengusap kepala Yoonjung "Bagaimana hari mu? Menyenangkan, hm?"
Yoonjung mengangguk, menatap Jungkook dari bawah "Umh, sangat menyenangkan. Terimakasih sudah mengizinkan mereka bermain menemui ku"
"Tidak gratis, sayang"
Raut wajah Yoonjung berubah menjadi murung "Lalu aku harus membayarnya? Baiklah..."
Jungkook terkekeh pelan menatap istrinya yang berada di pangkuannya "Tidak menggunakan uang"
Ucapan Jungkook semakin membuat Yoonjung bertambah bingung. Yoonjung hanya menatap polos wajah Jungkook yang sedang tersenyum jahil kepadanya.
"Kita akan melakukannya nanti malam, itu sebagai bayarannya. Tidak ada penolakan, kau harus menurut" Ucap Jungkook membuat Yoonjung menggeleng.
Tentu saja Yoonjung tahu apa yang di maksud Jungkook dengan 'melakukan' yang di maksud pria itu "Tidak mau! Aku belum pulih, bagaimana jika aku kembali sakit?"
Jungkook tertawa, sedikit terkejut dengan jawaban istrinya "Bukankah kau selalu mengelak jika kau suda pulih, sayang? Kenapa sekarang kau mendadak masih sakit, hm?"
"Umh, lupakan. Ayo turun, Jung. Aku sudah lapar" Yoonjung mencoba mengalihkan pembicaraan dan segera turun dari pangkuan Jungkook.
Jungkook bangkit dan segera mengunci pergerakan istrinya, mengecup singkat bibir kecil itu. Yoonjung segera menghindar, tidak mau Jungkook melanjutkan aktivitas panasnya itu. Melangkah pelan ke arah pintu, Yoonjung berbalik badan menatap Jungkook.
"Aku ingin buang air kecil" Ucapnya gugup.
Yoonjung segera berlari keluar sebelum Jungkook benar-benar menangkapnya. Pria itu terkekeh pelan melihat tingkah lucu istrinya, melihat istrinya yang saat ini sudah bisa mengalihkan pembicaraan untuk menghindarinya.
Jungkook tahu itu hanya alasan semata, Yoonjung menuju meja makan karena ini sudah jam makan malam mereka. Segera Jungkook menutup layar MacBook nya yang menuju lift untuk menyusul istrinya di meja makan.
Di sisi lain Yoonjung sedang meminta bantuan Ahjumma untuk mengambilkan ice cream miliknya di lemari pendingin bagian atas, ia cukup kesusahan untuk mengambilnya sendiri. Dengan senang hati tentunya Ahjumma Soomin menuruti permintaan ibu hamil itu.
Mata Yoonjung berbinar menatap kotak ice cream yang tadi di bawakan oleh Hyuna untuknya "Terimakasih, Ahjumma..."
Tanpa kesusahan Yoonjung membuka kotak ice cream itu dengan tatapan berbinarnya. Ini adalah hal yang ia inginkan sejak kemarin, Yoonjung benar-benar menginginkan ice cream. Tetapi Jungkook melarangnya, dan saat ini wanita kecil itu sepertinya melupakan larangan yang Jungkook berikan.
"Buang. Kau tidak boleh memakannya" Ucap Jungkook yang baru saja tiba.
Jungkook dengan langkah tegapnya menghampiri Yoonjung yang sedang menatapnya dengan tatapan sedikit terkejut. Jungkook merebut kotak ice cream yang tengah di pegang oleh Yoonjung. Yoonjung hanya diam saja menatap Jungkook tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Buang ini, Ahjumma. Makanlah jika kau ingin" Jungkook memberikan kotak ice cream itu kepada Ahjumma Soomin.
Ahjumma Soomin menghampiri Jungkook dengan langkah sedikit ragu "Maaf, Tuan. Ini ice cream milik Nyonya yang di bawa-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Wild Husband
Roman d'amourWARNING!21++ Berisikan konten dewasa dan pemerkosaan •If you don'tike it, you can skip it• •Contains scenes of violence and coercion• •This story belongs to the adult category• Go Yoonjung, gadis bertubuh mungil yang usia nya menginjak 22 tahun. Nas...
