Melankolia (dari istilah bahasa Yunani μελαγχολία - "kesedihan", secara harfiah empedu hitam), dalam penggunaan kontemporer merupakan gangguan mood depresi non-spesifik, yang ditandai dengan rendahnya tingkat antusiasme dan keinginan untuk berkegiat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
...
Malam berlalu begitu sunyi, detik jam di dinding yang penuh rumah laba-laba menjadi melodi yang bersahutan bersama bunyi kumbang.
Beberapa polisi yang sudah menyisir lokasi rumah tersebut sudah pulang beberapa waktu lalu, akan melakukan penyelidikan lanjutan di kantor katanya, sedang di rumah tersebut hanya bersisa tiga orang, Jaehyun, Yuta dan Andreas.
"Ini buntu, tapi lokasi ponsel Bintang ada di sini? Kira-kira ke mana ayahmu membawa pergi Dylan dengan rapi begini?" Masih tidak masuk di akal ketika melihat kondisi rumah yang terlihat tidak tersentuh manusia, sangat tidak mungkin jika semua ini dibuat hanya dalam hitungan hari.
"Bintang bilang juga di rumah ini kan?" Tanya Yuta, Andreas sontak menganggukkan kepala, sebab lokasi ponsel Bintang ada di kamar tadi.
Jaehyun beranjak dari duduk, ia menyusuri lorong menuju dapur "Tapi, dapurnya kelihatan habis di pakai? Debunya lebih dikit di sini, kulkasnya juga masih nyala, ada bekas barang diambil di bagian freezer, meteran listrik di luar juga" Katanya sambil membuka kulkas, kira-kira ada sidik jari yang tertinggal nggak ya?"
Andreas lantas mendekat, ia membuka tas miliknya dan mulai melihat kulkas yang mana memang benar seperti habis ada yang di ambil dari dalam sana "Okay, kalian ke depan saja dulu, saya coba selidiki ya" Katanya sambil menghidupkan ponsel dan menghubungi rekanya.
"Gua bawa tumblr isi kopi di dalem tas, gue ambil dulu ya?" Yuta menepuk pundak Jaehyun sesaat lalu meninggalkan kawanya tersebut di ruang tamu.
Jaehyun menggigit bibirnya merasa putus asa, mengapa ia tidak bisa berfikir dengan jernih? Mengapa tidak ia temukan ide atau apapun yang bisa membawanya bertemu dengan Doyoung?
Matanya menyisir seisi ruangan, kenangan-kenangan semasa kecilnya kembali ke permukaan bahkan bayangannya begitu jelas bersama tawa yang didengar oleh rungunya ketika ia bermain bersama Daniel dan ayahnya.
'Kita main petak umpet ya, yang kalah harus bantuin bunda cuci piring nanti malam' Jaehyun tertawa miris ketika bayangan itu begitu jelas di pelupuk matanya, ia bahkan sepat melihat kenangan itu bergerak berlarian di sekitarnya.
Ia melihatnya ketika Jaehyun dan Daniel kecil berlari terbirit-birit ke luar rumah menuju halaman bekalang lalu bersembunyi di balik sebuah drum, ia menyipitkan matanya menatap drum tersebut lalu teringat sesuatu yang mengusiknya.
Ia mengambil senter di atas meja juga sebuah kayu di ujung kursi, kakinya melangkah dengan terburu-buru dan dada yang bergemuruh takut, takut akan hal yang ada di kepalanya benar terjadi.
Drum yang ada di dalam ingatannya masih berdiri tegak di sana, dulu drum itu jadi tempat bunda membuang sampah, dan kini juga sama penuh sampah kayu yang entah siapa yang membuang sampah kayu di sana.