Melankolia (dari istilah bahasa Yunani μελαγχολία - "kesedihan", secara harfiah empedu hitam), dalam penggunaan kontemporer merupakan gangguan mood depresi non-spesifik, yang ditandai dengan rendahnya tingkat antusiasme dan keinginan untuk berkegiat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
... .
Jaehyun sama jahatnya dengan sang ayah, ia juga pembunuh. Ia mencoba bernafas meskipun terasa nyeri di setiap tarikannya, tak lama sebuah lengan menepuk pundaknya, ia menoleh dan mendapati Daniel di sana.
"Jeff...?" Daniel mungkin menyangka kalau perkelahian antara ayah dan anak itu terjadi, tapi ia tidak menyangka kalau Jaehyun benar-benar menghabisi ayahnya.
"Bentar... Jangan panik....bhe...bentar!" Daniel berjalan ke sana ke mari, lalu ia berjongkok di depan mayat Fariz, ia ulurkan tanganya untuk usapkan darah-darah itu di baju dan tangannya, pun pada pisau yang Jaehyun gunakan untuk membunuh, ia usap dengan darah dan tangannya.
"Niel....?" Jaehyun merangkak, kakinya terlalu lemas.
"Pergi sekarang! Bawa Dylan yang jauh...!"
"Tap.... Ta... Tap...!"
"Dengerin gue. Gue bukan kakak yang baik buat Dylan dan juga bukan kakak yang baik buat Lo, Dylan udah sama temen Lo di atas, ke sana dan jangan pernah ngaku apapun soal in—
—Tapi gu... Gue yang bun...
"Nggak apa, gue udah selesaiinasalah gue ke Dylan, dan gue nggak masalah buat dipenjara, Dylan lebih butuh Lo daripada gue, titip Dylan ya?"
"Enggak! Jangan gini Niel! Gue yang harus tanggung jawab. Gue yang bunuh di—
—Nggak bisa kalau kita berdua yang di penjara, gimana sama Dylan?"
"Hah?"
"Gue yang bunuh Neo sama Alsa, gue juga udah bunuh banyak orang"
Daniel pembunuh, sejak awal di jadi kaki tangan Fariz dia memang dilatih untuk ini, jadi sejujurnya ia tidak begitu masalah dikenal sebagai si pembunuh? Toh ia memang berencana membunuh orang-orang ini, Tinggal tiga mayat saja yang belum ditemukan.
Ia membunuh Johnny ketika itu sebab ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Johnny menyiksa Doyoung habis-habisan, ia begitu murka lalu dengan emosi membara ia memenuh Johnny di kampus, ia tulis sebuah kode miliknya di tubuh Johnny lalu ia masukan hidup-hidup di toren gedung kampus.
Begitu dengan Jungwoo, ia mengingat betapa dendamnya ia ketika mengetahui Jungwoo memperlakukan Doyoung di depan Jaehyun, merundung Doyoung dan menjadikanya olok-olokan di kampus sebagai pelacur padahal Jungwoo juga adalah pelacur. Ia lantas mendatangi Jungwoo di rumah, ia sodorkan sebuah wine hingga anak itu mabuk bukan kepayang, lantas setelahnya ia tusuk perut anak itu lalu ia masukan hidup-hidup Jungwoo ke dalam koper.
"Keluar sekarang!" Jaehyun lantas beranjak dengan begitu tertatih gemetar, ia tinggalkan Daniel terduduk di depan mayat Fariz.
"Janji sama gue kalau kalian bakal baik-baik aja!"