Melankolia (dari istilah bahasa Yunani μελαγχολία - "kesedihan", secara harfiah empedu hitam), dalam penggunaan kontemporer merupakan gangguan mood depresi non-spesifik, yang ditandai dengan rendahnya tingkat antusiasme dan keinginan untuk berkegiat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
... .. .
Awan bergulung hitam, titik-titik airnya jatuh dan sapa gersangnya aspal. Jaehyun tengah duduk di bangku depan kos milik Yuta dengan rokok ketiga yang sudah ia nyalakan, sedangkan Yuta sibuk pangku gitar sambil senandungkan lagu entah apa, sebab beberapa detik sekali selalu ganti lagu.
"Wan. Kalau gue suka sama orang, Lo marah?" Tanyanya, tak lama seorang perempuan tua datang bawakan mangkuk Indomie kuah untuk Jaehyun dan Yuta. Maklum, samping kos Yuta adalah warung makan anak-anak mahasiswa, dan spesialnya adalah kos Yuta selalu bisa minta pesan antar.
"Dih? Lu kira gue demen ama elu?" Yuta memutar bola matanya malas. Ia lantas ganti gitar yang ia pangku menjadi Indomie ayam bawang di sana "Gue nggak pernah tertarik ya nyet sama bentukkan Lo! Najis!"
Jaehyun ikut pangku mangkuk mienya setelah lemparkan Putung rokok yang masih panjang ke jalanan. Saat sendokkan pertama ia kembali mengingat reaksi Jungwoo tempo hari di kelas.
Hubungan Jaehyun dan Jungwoo tidak begitu sepesial sebenarnya. Ketika kecil keluarga Jungwoo tiba-tiba pindah ke rumah sebelah, dan karena seumuran mereka menjadi dekat. Dan di suatu ketika saat mereka duduk di bangku sekolah menengah pertama, untuk pertama kalinya Jaehyun tau bahwa orang tua juga bisa saling mencaci, maksudnya selama ini ayah dan bundanya terlihat harmonis, tidak pernah saling pukul atau mengumpat. Tapi, ketika itu ia melihat orang tua Jungwoo bak ingin saling bunuh entah untuk alasan apa.
Ia mengingat bagaimana Jungwoo berjongkok di samping tiang teras rumah sementara orangtuanya saling berdebat panjang di tengah hujan lebat berpetir. Ia ingat bagaimana Jungwoo menangis tersedu-sedu dan ketakutan. Dan semenjak hari itu Jaehyun dan Jungwoo mengambil jarak lebih dekat. Jaehyun menjadi sosok yang selalu ada di samping Jungwoo, Jaehyun selalu taruh Jungwoo jadi prioritas utamanya "Apa Alsa suka ama gue ya?" Tanya Jaehyun pada Yuta.
"Seganteng itu Lo sampe ngerasa orang-orang suka sama Lo? Ya tapi Lo emang ganteng sih" Yuta tidak munafik, semua orang di kampus entah itu angkatan baru atau angkatan sekarat juga pasti banyak yang tertarik dengan paras dan kepribadian Jaehyun, dia saja kalah.
"Kemarin kita ketemu di kelas. Dia nanya gimana gue sama Dylan, dan waktu gue jelasin dia kayak kecewa gitu?"
"Terus Lo jadi bimbang sama perasaan Lo? Lo bingung suka sama yang mana?"
Jaehyun menggelengkan kepala "Enggak. Tapi Alsa? Gue takut kalau Alsa kecewa sama gue?"
"Kecewa karena Lo sama Dylan atau kecewa karena Lo nggak punya perasaan ke Alsa? Lagian kenapa pula Lo takut ngecewin Alsa?" Cabai di dalam mangkuk mungkin mengigit pedas, tapi tampang tolol Jaehyun jauh lebih menyebalkan bagi Yuta "Semua orang juga tau kali kalau Alsa suka sama Lo?"
"Tapi gue nggak tau?"
"Ya karena Lo nggak punya perasaan sama Alsa, makanya Lo nggak peka sama perbedaan sinyal, kode yang Alsa kasih, romantisme yang coba di buat. Lo nggak paham waktu Alsa ada di dekat Lo nyet"