“Itut daddaa..”. Rengek If sambil memeluk erat leher daddanya.
Jika beberapa hari yang lalu Grifin rewel karena demam dan sekarang sudah sembuh, maka hari ini gantian kakaknya yang rewel. If rewel karena meminta ikut daddanya bekerja.
“Dadda kerja sayang. If di rumah aja ya temenin mommy sama adik”. Ucap Bella sambil mencoba mengambil If dari gendongan Sheira.
“Gamau myy.. mau itut dadda”. Ujar If.
“Ayo dong sayang, sama mommy aja ya. Nanti siang kita antar makan siang buat dadda”. Bujuk Bella.
“Gamau my.. huaaa..”. Ujar If kemudian ia menangis.
Jika seperti ini If mirip dengan Bella saat keras kepala.
“Udah sayang gapapa. Biar ikut aku aja. Aku gak ada meeting penting kok nanti, cuma mau meeting biasa sama orang-orang kantor”. Ujar Sheira yang sejak tadi diam saja mendengarkan kedua kesayangannya.
“Ntar rewel by, ngerepotin kamu jadinya”. Sanggah Bella.
“Aku bisa atasin itu sayang dan gak ngerepotin aku kok. Kamu tenang aja anak kita pinter, mungkin sekarang lagi manja aja”. Jelas Sheira.
Bella terdiam sejenak sambil mengelus punggung anaknya yang masih menangis.
“If kalau mau ikut dadda berhenti dulu nangisnya”. Tegas Bella.
Bella dan Sheira memang sangat lembut saat mendidik anaknya, tapi ada saatnya dimana mereka akan tegas. If yang sudah mengerti bagaimana orang tuanya, ia akan takut jika sudah seperti itu. Apalagi jika mommynya yang sudah berlaku tegas. Antara dadda dan mommynya yang sering berlaku tegas adalah Bella.
If yang mendengar itu dengan segera menghentikan tangisnya sambil kedua tangan mungilnya mengusap kedua matanya.
“If liat mommy”. Ucap Bella.
If mengarahkan badannya ke arah mommynya, tapi pandangannya mengarah ke bawah sambil meremas-remas kedua tangannya.
“Mommy ada di depan If bukan di bawah If”. Ujar Bella.
If menegakan kepalanya dan menatap Bella.
“Mau ikut dadda?”. Tanya Bella sambil mengusap sisa air mata pada pipi If.
“Iya mommyy..”. Jawab If sambil mengangguk.
“Mommy ijinin, tapi If janji dulu sama mommy kalau If gak boleh gangguin dadda karena dadda kerja buat beli susu If”. Jelas Bella yang dibalas anggukan oleh If.
“Promise..”. Ujar Bella sambil mengacungkan jari kelingkinya di hadapan If.
“Plomise mommy”. Balasnya sambil menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking mommynya.
“Good”
“Aku siapin perlengkapan If dulu ya by”. Pamit Bella.
Setelah itu Bella pergi ke kamar untuk menyiapkan baju, susu, dan camilan If. Setelah semuanya sudah ia dapatkan. Ia memasukan semua itu ke dalam tas If. Saat akan keluar dari kamar, ia mendengar rengekan dari anak laki-lakinya yang berada di box bayi. Ia menghampiri Griffin dan ternyata bayi itu terbangun dari tidurnya.
“Uhh.. sayangnya mommy udah bangun”. Ucap Bella setelah menggendong anaknya yang baru saja bangun tidur.
Griffin terbangun jam 4 pagi, ia tertidur lagi setelah menyusu, dan baru saja bangun saat daddanya akan berangkat kerja.
“Hari ini kita berdua di rumah. Kakak If pengen ikut dadda kerja. Adek di rumah aja ya temenin mommy”. Ucap Bella sambil berjalan keluar kamar menuju ke meja makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Happiness
Aktuelle LiteraturSequel Choice of My Heart dan My Enemy is My Love.
