28

271 16 0
                                        

Seminggu setelah ulang tahun Cia dan Grifin, Sheril sering merasa mulas dan sakit perut. Beberapa kali ia mengalami kontraksi dan saat diperiksa, dokter mengatakan jika itu adalah kontraksi palsu. Tapi hari ini, Sheril benar-benar tidak bisa menahan sakit di perutnya.

“AKHHH.. sakit ma”. Teriak Sheril saat ia tengah berjalan menuju mobil dengan Mama Sandra.

“Iya sayang kita ke rumah sakit ya”. Ujar mama.

Papa Alex membantu menantunya untuk naik dan masuk ke dalam mobil setelah sopir membukakan pintu. Kemudian mereka segera meminta sopir untuk segera ke rumah sakit.

“Pa udah telpon Lexa?”. Tanya mama sambil tangannya yang tak henti mengelus perut Sheril.

“Udah ma, tapi gak diangkat”. Jawab papa.

Saat ini Lexa tidak ada di rumah karena ia pergi ke kantor untuk melakukan meeting dadakan yang sangat penting sehingga ia pergi untuk melaksanakan pertemuan itu. Lexa sudah mengurangi kegiatannya saat usia kandungan Sheril masuk 9 bulan dan saat mendekati hari kelahiran sang anak, ia meliburkan diri agar bisa menjaga istrinya. Baru kali ini ia pergi ke kantor saat ia libur dan tanpa ada yang tau jika saat itu juga Sheril akan melahirkan.

Sesampainya di rumah sakit Sheril segera dibawa ke ruang bersalin. Mama menemaninya di dalam kamar, sedangkan papa yang berada di luar kamar tak henti menelpon Lexa yang masih saja tidak bisa dihubungi.

“Aisshh.. kenapa dia matiin hp nya sih!”. Gerutu papa.

Di dalam ruangan, Sheril tidak henti menangis kesakitan dan meminta Lexa untuk datang.

“Kak Lexa mana ma? Dia janji sama Sheril kalau dia mau nemenin Sheril lairan”. Ujar Sheril sambil menangis.

“Sabar ya nak. Papa udah telpon suami kamu, tapi belum diangkat. Mungkin dia masih belum selesai meetingnya. Sabar ya sayang, sama mama dulu ya”. Ucap mama menenangkan.

Dilain tempat, orang yang dari tadi tidak bisa ditelpon baru saja selesai dengan kegiatannya. Ia kembali ke ruangannya untuk mengambil barang bawaannya sekaligus hp yang tertinggal di meja. Saat ia membuka hpnya, ia terkejut karena terdapat banyak panggilan dari papanya.



Lexa pov

“Lah.. banyak banget panggilan dari papa. Udah tau meeting, tapi malah ditelponin”. Gumamku.

“Astaga! Jangan-jangan..”. Kagetku saat aku menebak apa yang mungkin terjadi.

Aku segera menelpon papa untuk memastikan apa yang terjadi.


Baginda Alex👑

Halo pa ada apa?~

~Astaga Lexa! Dari tadi ditelpon gak diangkat. Buruan ke rumah sakit! Istri kamu mau melahirkan. Dia dari tadi nangis kesakitan dan minta ditemenin sama kamu

O-oh iya pa, Lexa kesana sekarang~


Aku mematikan telpon dan segera berlari menuju parkiran mobil. Sesampainya di parkiran saat aku akan membuka pintu mobil, aku merogoh sakuku yang ternyata kunci mobil tidak ada disana. Aku baru ingat jika aku meletakan kunci mobil di samping tasku dan semuanya masih berada di atas meja. Aku hanya membawa hp ku saja.

“Astaga Lexa! Bodoh banget”. Umpatku pada diri sendiri.

Saat aku akan berlari mengambil kunci di ruanganku. Aku melihat jika ada satpam yang baru saja datang menggunakan motor. Aku segera berlari untuk menghadangnya. Daripada aku kembali mengambil kunci mobil, lebih baik jika aku meminjam motornya agar aku cepat sampai ke rumah sakit.

The HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang