25

396 26 0
                                        

Sesampainya di penginapan, mereka memandangi sekitar dengan tatapan takjub. Mereka dimanjakan oleh pemandangan alam yang mengelilingi penginapan.

“Wahh.. bagus banget by. Bakal betah banget aku disini”. Ujar Bella.

Sheira hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.

“Masuk dulu woi, ini barang-barang kita udah kayak pindahan”. Ujar Lexa setelah melihat barang bawaan mereka yang baru saja keluar dari mobil.

“Kak nginepnya mau bareng apa pisah?”. Tanya Sheira.

“Bareng aja Shei, pilih yang ada 2 kamar”. Jawab Lexa yang diangguki oleh Sheira.

Kemudian Sheira mengajak istri dan anaknya serta adik dan keponakannya untuk mengikutinya karena ia akan mengantarkan mereka dulu sebelum ia membantu Lexa untuk membawa koper.

“Kalian istirahat aja dulu. Aku sama Kak Lexa mau mindain koper”. Ujar Sheira saat mereka baru saja tiba di lantai 2 yang terdapat 2 kamar bersebelahan.

“If disini aja ya bantuin mommy sama ate jaga adik”. Ujar Sheira pada If yang sedang digandeng oleh mommynya.

If mengangguk sebagai jawaban. Kemudian Sheira memindahkan Griffin dari gendongannya ke gendongan istrinya. Setelah itu ia pamit untuk mengambil koper. Sheira dan Lexa memindahkan satu persatu koper mereka hingga semuanya sudah tertata di depan kamar.

“Hfft.. Gila, mereka bawa apaan Shei banyak banget”. Ujar Lexa dengan nafas tersengal setelah meletakan koper terakhir.

“Barang mereka sendiri aja udah banyak kak, ditambah lagi sama barang anaknya jadi makin banyak. Udah kak stop ngomongin mereka, kalau mereka denger ntar ngamuk”. Ujar Sheira sambil melirik ke arah pintu kamar istri dan adiknya.

“Hmm.. kalau kedengeran bisa berabe. Disini dulu aja Shei duduk dulu gue udah minta orang buat kirimin kelapa muda kesini”. Ujar Lexa.

“Iya kak”

Mereka duduk di sofa sambil berbincang. Tak lama kemudian, kelapa muda yang Lexa pesan sudah tiba dan mereka menikmati es kelapa muda di siang hari tanpa mengajak istri mereka yang entah sedang apa di kamar. Setelah menikmati es kelapa muda, mereka terdiam menikmati pemandangan hingga mata mereka sayu dan mereka tertidur di sofa.



***


Pada sore hari, If terbangun dari tidurnya. Ia mengucek matanya sambil berusaha untuk duduk. Ia melihat mommynya yang masih tertidur dan Griffin yang sedang menatap dirinya, tapi ia tidak melihat daddanya. Ia merangkak ke arah Bella untuk membangunkannya.

“My.. mommy..”. Panggil If setelah menjatuhkan diri di atas badan Bella.

“Mommy..”. Panggilnya lagi, tapi kali ini dengan menepuk pipi mommynya.

Bella berusaha membuka mata setelah If menepuk pipinya.

“Engghh.. sayangnya mommy udah bangun. Kenapa nak?”. Tanyanya.

“Dadda mana?”. Tanya If.

Bella langsung membuka matanya dengan sempurna setelah mendengar itu. Ia menatap ruang kosong di sampingnya dan Sheira tidak ada. Ia baru sadar jika saat tertidur tadi, Sheira belum masuk ke kamar. Hingga saat ini ia juga belum ada disini.

“Mommy cari dulu ya. Tolong If jaga adik dulu. Mommy mau keluar sebentar”. Ujar Bella.

Kemudian ia mendudukan If disamping Griffin.

“If jaga adik sebentar ya. If gak boleh turun dari kasur, disini dulu temenin adik”. Ucap Bella.

Setelah itu ia keluar kamar untuk mencari suaminya. Saat membuka pintu kamar, ia melihat Sheril yang baru saja keluar dari kamar.

“Ya ampun, aku cariin ternyata tidur disini”. Ujar Sheril setelah melihat suami dan kakaknya yang masih tidur di sofa.

Bella melangkahkan kakinya menuju sofa dan ia melihat 2 orang yang masih tertidur pulas.

“Aku baru bangun karena dibangunin If. Dia nyari daddanya dan aku baru sadar karena pas tadi tidur, Sheira belum masuk ke kamar ternyata tidur disini”. Ujar Bella.

“Kita bangunin aja kak biar lanjut tidur di kamar”. Usul Sheril.

Bella menyetujui itu dan mereka sama-sama membangunkan pasangan masing-masing. Setelah beberapa saat, akhirnya mereka terbangun. Bukannya untuk berpindah tempat tidur, tapi Lexa mengajak untuk pergi ke pantai dan pada akhirnya mereka bersiap untuk bermain ke pantai.

Setibanya di pantai,mereka sangat senang karena suasana sore di pantai sangat indah. Mereka piknik di sekitar pohon kelapa. Sheira dan Bella membiarkan If berlarian kesana kemari dengan tawa riangnya. Ia berlari menghampiri seorang remaja yang sedang bermain layangan. Ia berdiri di sampingnya sambil menatap langit yang terdapat layangan milik remaja itu.

“By anak kamu kayaknya kepo deh”. Ujar Bella yang sedari tadi mengawasi anaknya.

“Kayaknya pengen main layangan”. Celetuk Sheira.

“Kayaknya kalau sore emang banyak yang main layangan disini. Pas kita dateng yang main masih sedikit, tapi makin sore makin banyak”. Ujar Sheril sambil melihat kedatangan orang-orang dengan membawa berbagai macam bentuk layangan.

“By kamu susulin deh anak kamu, liat dia malah berduaan main layangan bareng”. Ujar Bella karena ia melihat remaja itu memberi If layangan kecil yang ia ikat di kayu panjang kemudian ia tancapkan di pasir.

“Ahh.. aku mau main layangan sama Ipi. Ayo Shei kita main! Sayang aku main layangan dulu ya”. Ujar Lexa pada Sheira dan Sheril kemudian ia berlari menghampiri If.

“Cepet kamu susulin by! ntar layangan anak aku direbut sama dia”. Ujar Bella yang membuat adik kakak itu tertawa.

Kemudian Sheira menyusul anak dan adik iparnya.

“Ayo beli layangan Shei”. Ajak Lexa pada Sheira yang baru saja tiba.

“Beli dimana kak?”. Tanya Sheira karena terdapat beberapa orang yang menjual layangan.

“Emm.. kalau kakak mau mungkin bisa beli di saya. Saya jual layangan yang saya buat sendiri”. Ujar remaja yang dihampiri If.

“Oh boleh kalau gitu, yang mana jualan kamu?”. Tanya Lexa.

“Yang itu kak, mari saya antar”. Ucapnya sambil menunjuk ke arah salah satu warung yang tak jauh dari sana.

“Ayo Ipi kita beli layangan dulu. Kalau kamu sendiri disini ntar kamu terbang kebawa layangan”. Ujar Lexa sambil menggendong If.

Mereka berjalan bersama menuju warung yang diarahkan oleh remaja itu. Sheira dan Lexa membeli layangan dan benangnya, sekaligus mereka membeli makanan dan minuman untuk para istri. Setelah itu mereka lanjut bermain layangan bersama.

Sedangkan para istri dan anak bayi mereka sedang bermain pasir di dekat tempat mereka menggelar tikar. Mereka tidak berani mengajak anak mereka ke pinggir pantai karena keadaan disana cukup ramai, jadi mereka bermain pasir saja. Mereka sangat mengawasi Cia dan Griffin karena beberapa kali, mereka mendapati bayi itu akan memasukan pasir ke mulutnya.

“Heii.. gak boleh dimakan cantik. Itu pasir bukan makanan”. Ujar Sheril sambil menahan tangan Cia yang sudah menggenggam pasir dan akan diarahkan ke mulutnya.

“Baby no”. Ujar Bella pada Griffin yang akan melakukan hal yang sama seperti Cia.

Setelah hampir 1 jam bermain layangan, Sheira, Lexa, dan If kembali ke tempat piknik. Saat mereka kembali, mereka melihat jika para istri sedang melakukan sesi pemotretan pada bayinya. Setelah itu mereka makan bersama makanan yang sudah dipesan tadi sambil menunggu sunset.



~♡~To be Continued~♡~




Sorry for typo 🙂🙏





Malam minggu ngapain aja nihh😌






The HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang