Waktu berlalu begitu cepat, usia Grifin dan Cia sudah menginjak 6 bulan. Bella memutuskan untuk memberikan mpasi pertama pada Griffin. Sedari Sheira berangkat kerja, ia mulai membuatkan kentang rebus yang dihaluskan untuk menu pertamanya. Setelah melakukan kegiatannya itu, ia membawa mangkuk, botol asi, dan camilan bayi menuju ke ruang keluarga karena kedua bayinya berada disitu.
“Mommy..”. Panggil If setelah melihat Bella berjalan ke arah mereka.
“Iya sayang, kenapa? adik cry nggak?”. Tanya Bella pada If setelah duduk di sampingnya.
“No mommy”. Jawab If.
Bella meletakan barang bawaannya di meja, setelah itu ia mencium pipi If.
“Kakak If pintar bisa jagain adik. Makasih ya sayang udah bantuin mommy jagain adik”. Ucap Bella.
“Cama-cama mommy”. Balas If sambil tersenyum.
Bella mengambil camilan If dan membukanya, kemudian ia memberikan 1 keping biskuit pada If.
“Ini buat kakak. Kakak If mam biskuit, adik mam bubur kentang”. Ujar Bella.
“Tencu mommy”. Ucap If setelah menerima biskuit pemberian mommynya.
If memakan biskuit itu sambil menonton tv. Sedangkan Bella mulai memasang celemek pada Griffin yang sedang duduk di kursi bayi.
“Adik makan dulu ya. Ini pertama kali adik makan, semoga suka dan gak rewel sama makanannya ya nak”. Ujar Bella yang membuat Griffin tersenyum.
Bella mulai menyendokan sedikit bubur kentang dan menyuapkannya pada Griffin. Griffin langsung membuka mulut saat sendok itu berada di depan mulutnya. Ketika makanan itu menyentuh lidahnya, ia mengernyitkan dahi sambil mulutnya mengecap merasakan makanan itu.
Mungkin karena ia baru pertama kali merasakan itu jadi ia merasa asing dengan apa yang berada di mulutnya. Ia tidak melepehkan makanannya, tapi ia masih mengecap. Setelah beberapa saat barulah ia menelan makanan itu.
Bella yang sedari tadi memperhatikan anak laki-lakinya itu. Ia was-was karena melihat raut muka Griffin yang seperti tidak menyukai makanan pertamanya. Tapi setelah Griffin menelan dan tersenyum, ia lega karena bayinya mau makan itu.
“Adik pinter banget. Enak ya sayang”. Puji Bella.
Kemudian Griffin membuka kembali mulutnya dan Bella segera menyendokan makanan untuk Griffin. Bella senang karena Griffin tidak melepehkan makanannya sama sekali. Beberapa suap kemudian, makanan itu habis tapi Griffin masih membuka mulutnya untuk meminta makan lagi saat Bella membersihkan area mulutnya dengan tissu basah.
“Makanannya udah habis sayang. Nanti siang makan lagi ya bareng sama kakak. Sekarang Grifin minum susu aja”. Ujar Bella.
Kemudian ia memberikan botol susu pada Griffin. Griffin menerima botol itu dan meminumnya.
“Kakak If tolong jagain adik sebentar ya, mommy mau cuci mangkok adik dulu”. Ucap Bella.
If yang mendengar itu, ia mengalihkan pandangannya dari tv dan menatap mommynya. Kemudian ia mengangguk dan mengajak adiknya bermain. Setelah itu Bella segera ke dapur.
***
Jika Bella di rumah sedang mengurus kedua bayinya, dilain tempat tepatnya di kantor, Sheira dan Lexa sedang membahas mengenai penginapan baru mereka yang baru saja selesai dibangun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Wihh! Bagus banget Shei. Keren banget dah ini”. Puji Lexa saat melihat gambar penginapan yang dikirimkan melalui hp nya.
“Iya kak, aku suka banget sama desain bangunannya. Lokasinya gak cuma strategis, tapi juga pemandangannya indah. Deket sama area persawahan dan gak jauh juga dari pantai. Jadi orang yang ada disitu bisa nikmatin pemandangan yang berbeda”. Ujar Sheira sambil menggeser layar hp untuk melihat foto penginapan mereka.
“Jadi pengen kesana deh gue Shei. Ayo besok kesana Shei, sekalian kita ajak istri sama anak kita liburan. Mumpum Cia sama Ipin udah gedean dan Ipi juga belum pernah pergi jauh. Istri kita juga butuh healing kayaknya”. Usul Lexa.
“Besok aku masih ada meeting yang gak bisa ditinggal kak. Kayaknya lusa baru bisa kesana. Kalau kakak mau berangkat dulu gapapa, nanti aku sama Kak Bella nyusul”. Ujar Sheira.
“Ya udah lusa aja kalau gitu biar kita bareng dan kita bisa nyiapin semuanya”. Putus Lexa.
“Iya kak, nanti pulang kerja aku bilang sama Kak Bella”. Ucap Sheira.
Setelah itu Lexa kembali ke kantornya dan Sheira menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi. Hingga beberapa jam kemudian, jam kerja sudah selesai dan Sheira memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, ia disambut oleh istri dan kedua anaknya. If berlari menghampirinya dan Sheira berlutut agar ia bisa memeluk anaknya. Sedangkan Bella berjalan di belakang If sambil menggendong Griffin yang baru saja selesai mandi.
Sheira memutuskan untuk segera mandi karena ia ingin segera memeluk anak dan istrinya. Setelah itu ia menyusul ketiga kesayangannya yang berada di ruang keluarga. Ia melihat istrinya dan kedua anaknya yang sedang bermain bersama.
Mereka duduk di atas karpet bulu dengan If yang sibuk mencoret-coret buku gambarnya dengan crayon, sedangkan Bella menggoda Griffin dengan mencium pipinya dengan boneka kelinci If. If yang tenang dengan kegiatan menggambarnya, sedangkan mommy dan adiknya sedang bersenda gurau.
“Asik banget 3 kesayangan dadda sampai dadda dateng gak ada yang liat”. Ujar Sheira yang baru saja tiba dan langsung duduk di antara mereka.
“Kakak If lagi gambar apa sayang?”. Tanya Sheira setelah mencium If kemudian melihat goresan crayon yang ada di buku gambar If.
“Colet-colet da”. Ujar If sambil menunjukan hasil karyanya.
Sheira menerima buku gambar If dan melihat hasil karya abstrak milik anaknya.
“Wahh.. gambar If bagus banget”. Puji Sheira sambil mengamati coretan If.
“Ini warna apa sayang?”. Tanya Sheira sambil menunjuk coretan berwarna biru.
“Biyu”. Jawab If kemudian ia tersenyum.
“Pinter banget anak dadda sama mommy.. cup..”. Puji Sheira yang diakhiri dengan mencium kening If.
Kemudian ia memberikan buku gambar itu lagi dan If mulai menggambar lagi. Setelah itu barulah ia mencium kening istrinya dan anak laki-lakinya.
“Mommy sama adik lagi main apa? dadda denger kalian ketawa dari tadi”. Ucap Sheira.
“Boneka If aku ciumin di pipinya, dia ketawa by dan lucu banget ketawanya bikin aku ikutan ketawa”. Jelas Bella yang membuat Sheira tersenyum.
“Sayang mau aku siapin makan?”. Tanya Bella.
“Gak usah sayang nanti aja, aku masih kenyang”. Jawab Sheira.
“Mending kamu mandi dulu aja. Aku udah siapin air anget buat kamu mandi. Biar anak-anak aku yang jaga. Gak perlu buru-buru mandinya, kamu berendam rileksin badan kamu”. Ujar Sheira.
Meskipun Sheira lelah setelah pulang kerja, tapi ia tidak bisa acuh pada istri dan anaknya. Ia akan bermain dengan kedua anaknya serta akan membantu meringankan tugas istrinya dan memanjakannya. Bukan hanya ia yang lelah karena bekerja, tapi istrinya juga lelah karena mengurus dirinya dan juga anaknya serta melakukan semua pekerjaan rumah.
Sheira tidak akan membiarkan istrinya sendirian dalam mengurus urusan rumah tangga. Karena tugasnya bukan hanya sebagai kepala keluarga yang hanya mencari nafkah, tapi ia juga sebagai suami dan ayah untuk istri dan anaknya.
“Nanti aja ya by, kamu duduk-duduk dulu aja biar aku yang jaga anak-anak. Lagian kamu baru pulang kerja, pasti capek”. Ujar Bella.
“Sekarang sayang, keburu dingin airnya. Aku emang capek, tapi setelah liat kalian, capeknya ilang. Sekarang gantian aku yang main sama mereka dan kamu mandi dulu”. Ucap Sheira.
Tanpa penolakan lagi, Bella segera menuruti perintah Sheira untuk mandi. Sedangkan Sheira bermain dengan Griffin karena If masih fokus dengan crayon dan buku gambarnya.