20

447 25 0
                                        

Bulan telah berganti, bayi Bella dan Sheril menginjak usia 3 bulan. Siang ini mereka sedang berkumpul di rumah Sheira. Sheril mengajak Lexa untuk mampir ke rumah kakaknya setelah pulang dari berbelanja kebutuhan bayi.

“Haloo Ipii..”. Sapa Lexa yang baru saja sampai di ruang keluarga dan melihat If yang asik menonton kartun di tv.

If yang mendengar namanya dipanggil, ia langsung menoleh ke arah Lexa. Setelah itu ia kembali melihat ke arah tv tanpa membalas sapaan Lexa.

“Sombong amat Ipi, huuu..”. Sebal Lexa.

“Dia lagi nonton kartun kesayangannya, jadi jangan harap dapet respon lebih dari dia”. Jelas Bella setelah meletakan Griffin yang baru saja tertidur di sofa.

“Halo Cia.. sini duduk dulu dek”. Sapa Bella saat melihat Cia yang berada di gendongan Sheril dan mempersilakan Sheril untuk duduk di sampingnya.

Sheril duduk di samping Bella, setelah itu ia melepas gendogan Cia.

“Loh.. gak tidur?”. Tanya Bella setelah melihat Cia yang masih membuka matanya padahal sekarang sudah jam tidur siang.

“Habis ini kak. Di mobil tadi udah ngantuk, tapi gak mau nen”. Jelas Sheril.

Bella melihat suaminya dari arah dapur sambil membawa 2 gelas minuman dingin dan meletakannya di atas meja.

“Diminum dulu kak, dek”. Ujar Sheira pada Lexa dan Sheril.

“Sini sama Mommy Bel. Biar mama minum dulu”. Ajak Bella pada Cia.

Sheril memindahkan Cia pada gendongan Bella, setelah itu barulah ia meminum minuman yang dibawakan oleh kakaknya.

“Kenapa gak mau nen sayang? Biasanya kamu semangat banget kalau nen”. Ucap Bella.

Cia tertawa setelah Bella bicara. Mungkin ia mengira jika Bella sedang mengajaknya bercanda. Saat mendengar tawa Cia, If beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke mommynya.

“Ada apa sayang? Bubu ganggu kamu ya”. Tanya Bella sambil mengelus kepala If, setelah itu ia menatap curiga pada Lexa.

“Enak aja! gue dari tadi cuma napas sambil duduk manis nonton tv ya”. Ucap Lexa membela diri sambil menatap Bella dengan tatapan malas karena ia dituduh.

“Adik Cia mommy”. Ujar If seraya menyentuh pipi Cia dengan jari telunjuknya.

“Iya sayang”. Balas Bella.

“Ip mau kicc adik my”. Pinta If yang ingin mencium Cia.

“Iya sayang, ini kiss adiknya”. Ucap Bella mempersilakan.


Mwahh..


If mencium pipi Cia, setelah itu ia tersenyum sambil menatap Cia dan Bella secara bergantian. Saat menatap Cia, tiba-tiba Cia menarik baju depan If hingga If terhuyung ke depan. Kemudian ia menggigit pipi If saat pipi If menabrak mulutnya. Bella yang melihat itu sedikit terkejut karena tarikan Cia secara tiba-tiba dan kepala If membentur wajah Cia.

“Ehh.. ehh..”. Panik Bella sambil menjauhkan badan If hingga sedikit mundur ke belakang.

Bella menatap keduanya dengan panik, tapi kedua bayi itu malah tertawa.

“Adik gigit Ip mommy. Ini bacah”. Ucap If sambil menunjuk pipinya yang sedikit basah terkena air liur Cia.

Perkataan If membuat orang dewasa di sana tertawa.

“Sini sayang ate lap”. Ujar Sheril.

If berjalan menuju Sheril untuk mengelap pipinya.

“Anak lo centil banget cium-cium anak gue”. Ujar Bella pada Lexa.

The HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang