26

366 22 0
                                        



═════════•°•⚠️•°•═════════

Hari ini Jeno berangkat ke kampus menggunakan mobilnya karena Jaehyun melarangnya untuk memakai motor untuk beberapa waktu kedepan. Bisa dibilang Jaehyun masih trauma dengan kejadian yang menimpa Jeno waktu itu.

Jeno memarkirkan Ferrari nya di tempat parkir, ini adalah pertama kalinya Jeno menggunakan mobil ke kampus. Sontak para mahasiswa maupun mahasiswi mengalihkan atensi mereka pada mobil mewah tersebut. Mereka penasaran siapa pemilik mobil bermerk terkenal itu.

Semua mata mulai membulat saat mengetahui pemilik mobil tersebut. Tentu saja, Jeno yang dikabarkan koma sehabis balapan kini datang menggunakan mobil yang tak main-main harganya.

Pemandangan itu tak luput dari mata geng Jeno sendiri, yaitu Hendery, Jisung dan Chenle. Chenle sih biasa saja, karena dia juga memiliki banyak mobil bermerk, maklum orang kaya mah.

Jeno yang melihat ketiga sahabatnya itu pun langsung menghampiri mereka bertiga sambil menunjukkan senyum diwajahnya.

"Wehh, mobil baru nih." Ucap Hendery saat Jeno sudah sampai di hadapan mereka.

"Maklum lah, dia kan kaya gak kayak lo." Ejek Jisung yang berhasil membuat Jeno dan Chenle tertawa.

"Begini-begini juga gue punya mobil bagus ege, cuman gak mau gue pake aja." Hendery menabok kepala Jisung.

Jisung hanya bisa meringis saat kepalanya kena tabok, untung dia punya rasa hormat sama yang lebih tua.

"Gimana keadaan lo bang? Udah bisa balapan lagi gak?" Tanya Chenle sedikit menggoda Jeno.

"Kayaknya belum bisa, Daddy protektif banget sama gue." Ketiga sahabatnya hanya mengangguk.

"Bener juga. Eh iya, lo tau gak Jen?" Tanya Hendery yang sontak membuat Jeno mengangkat sebelah alisnya.

"Hyunjin nyerahin diri ke polisi. Beritanya ada dimana-mana, dan gue baru tau kalau ternyata dia cuman anak angkat." Jelas Hendery.

Jeno mengernyitkan dahinya, "anak angkat?" Ketiga sahabatnya mengangguk.

"Bentar, gue pergi dulu." Jeno langsung berlari meninggalkan ketiga sahabatnya.

"Woy bang! Lo mau kemana?" Teriak Chenle namun tak ada jawaban dari Jeno.

Jeno berlari menuju fakultas kedokteran untuk menemui Mark. Ia seperti baru menyadari sesuatu setelah sekian lama, dan mungkin ia bisa bertanya pada Mark kalau pemikirannya benar atau salah.

"Itu gak mungkin lo kan bang?"

Sampai di depan kelas Mark, Jeno berhenti dan menetralkan napasnya. Ia mengintip di balik jendela memastikan bahwa tidak ada dosen yang sedang mengajar. Dan beruntung sekali bahwa kelas Mark saat ini tidak sedang belajar, jadi Jeno bisa menemui Mark saat itu juga.

Namun sebelum langkahnya memasuki pintu kelas Mark, Jeno melihat pemandangan yang membuatnya merasa kesal.

"Ck, tu orang emang mau nyari ribut apa gimana sih?" Tanpa basa-basi Jeno langsung masuk kedalam kelas Mark.

Loving You Hurts Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang