═════════•°•⚠️•°•═════════
Mark menatap kesal kekacauan yang sudah ada di hadapannya saat ini. Mark menghela napas panjang lalu beralih menatap dua pelaku yang menyebabkan kekacauan di dapurnya. Keduanya menunduk dihadapannya tak berani menatap wajahnya.
"Apa yang kalian lakuin?" Mark dengan kesal menatap keduanya bergantian.
"Ini idenya, Daddy." Bocah sepuluh tahun itu menunjuk Jeno yang langsung menatapnya dengan terkejut.
"Daddy? Kok jadi Daddy yang salah?" Keduanya kembali saling menyalahkan membuat Mark semakin pusing.
"BERESIN." Mark berkata dengan nada pelan namun penuh dengan tekanan membuat dua makhluk pembuat kekacauan itu merinding.
"Gara-gara Daddy, nih." Andy kembali menyalahkan Jeno.
"Ini ide kamu ya, Daddy cuman bantuin." Keduanya kembali berdebat sambil membereskan semuanya.
Jeno dan Andy memunguti benda-benda yang jatuh kelantai, sedangkan Jeno mulai mencuci alat-alat yang sudah kotor.
Mark terus mengawasi keduanya, ia juga bingung tumben sekali kedua makhluk itu mau berkutat dengan alat dapur. Biasanya mereka akan selalu mencari-cari alasan, bahkan saat disuruh membuat hal yang mudah seperti menyeduh kopi, selalu saja ada alasannya. Tapi sekarang mereka bahkan melakukannya sampai dapur terlihat hancur.
"Dicuci sampai bersih, aku gak mau tau kalau masih ada kotoran sedikitpun disitu, kamu tidur di luar." Mark kembali berkata dengan dingin, membuat Andy dan Jeno bergidik ngeri.
"Papa kalau mode maung galak banget." Andy bergumam dan didengar oleh Jeno.
"Jangan banyak omong kamu, nanti ayah kamu denger." Andy mengangguk, dia tidak mau sampai kena tampol menggunakan teflon kesayangan Mark.
.....
Selesai membereskan kekacauan nya, Jeno dan Andy kini sudah tepar di sofa. Mark yang melihat itu hanya menggeleng-geleng, 'baru segitu aja udah capek'.
Mark pun pergi ke dapur, melihat hasil kerja keras suami dan anaknya. Ia melihat piring yang sudah bersih dan mengkilap, lantainya juga sudah di pel. Mark pun akan beralih melihat kulkas, namun belum sempat membukanya, tangannya ditahan oleh Andy dan Jeno yang entah kapan sudah ada di dekatnya. Mark pun menatap keduanya bingung.
"Kenapa ditahan, papa mau liat kulkasnya udah bersih apa belum."
"Jangan!" teriak Andy dan Jeno bersamaan membuat Mark menukik kan kedua alisnya.
"Apa yang kalian sembunyiin disini?" Jeno dan Andy gelapan, apa yang harus mereka katakan sekarang?
"Ini... Ah, ini belum beres Pa, masih belum selesai." Andy tersenyum kikuk, takut jika alasannya tak dipercayai oleh Mark. Namun setelahnya Jeno dan Andy bersyukur saat Mark melepaskan tangannya pada kulkas.
"Untung aja." Gumam Jeno berbisik.
"Apanya yang untung aja?" Mark kembali menatap curiga pada Jeno.
"Bukan apa-apa sayang." Jeno kemudian mengeluarkan senyuman andalannya pada Mark, kemudian sejurus kemudian beralih merangkul pinggang Mark.
"Mending kamu istirahat dulu, kamu pasti capek nanganin banyak pasien." Jeno pun segera menuntun Mark menuju ke kamar.
Jeno melihat ke belakang, memberikan jari jempol pada Andy. Andy pun balas memberikan jempolnya pada Jeno, untung saja mereka berhasil mengelabui Mark, jika tidak rencana mereka akan gagal total.
Jeno dan Andy terus berusaha untuk membuat Mark sibuk. Saat Mark ingin mengambil minum di dapur, keduanya dengan sigap membantu Mark untuk mengambil air minum. Mark semakin merasa aneh dengan kedua makhluk itu.
Bahkan sampai saat ini, Mark dipaksa untuk ikut ke halaman belakang rumah. Dengan penutup mata yang sudah ia pakai, ia berjalan pelan-pelan sambil dituntun oleh Andy.
"Kamu mau bawa Papa kemana sih?" Tak ada jawaban dari putranya, namun perlahan-lahan Andy melepaskan tangannya kemudian dengan susah payah membuka penutup mata yang dipakai oleh Mark.
"SURPRISE!"
Mark terpaku menatap halaman belakang rumahnya saat ini yang sudah dihias sedemikian rupa sehingga membuatnya tampak sangat indah. Di hadapannya, sudah berdiri Jeno dengan sebuah kue yang Mark tebak adalah hal yang mereka sembunyikan sejak sore tadi.
Andy kemudian berlari mendekati Jeno, kemudian ikut berdiri disampingnya. Hal itu membuat mata Mark terasa memanas.
Happy birthday to you~
Happy birthday to you~
Happy birthday ~
Happy birthday ~
Happy birthday~
To you~
Air matanya tak tertahankan, Mark menangis haru dengan seulas senyum yang terukir. Jeno dan Andy mendekat, kemudian memeluk Mark bersamaan.
"Selamat ulang tahun sayang, terima kasih karena udah jadi pasangan yang sangat sempurna buat aku." Ucap Jeno disela-sela pelukan itu.
Andy melepaskan pelukannya kemudian menatap papanya yang sudah dibanjiri air mata.
"Selamat ulang tahun Papa, Andy berterimakasih karena Papa udah ngelahirin Andy. Andy cinta Papa banyak-banyak." Mark terkekeh mendengar ucapan anaknya, kemudian ia mengelus surai coklat itu dengan lembut.
"Papa juga berterimakasih sama kalian karena udah cinta sama Papa." Ketiganya kembali berpelukan, saling menyalurkan rasa sayang yang sangat amat pada diri masing-masing.
.....
"Kan Daddy yang masukin bahannya, kok jadi salah Andy sih." Andy dan Jeno lagi-lagi berdebat di tengah-tengah acara ulang tahun itu karena kue yang mereka buat ternyata tidak pas rasanya.
"Loh, Daddy mulu yang salah. Kan Daddy cuman ikutin instruksi dari kamu." Jeno tak mau kalah dengan anaknya.
"Pokoknya salah Daddy, Andy gak ikutan." Final Andy membuat Jeno mendengus sebal.
"Udah-udah, ini juga enak kok. Cuman agak gimana gitu rasanya." Ucap Mark menenangkan keduanya meskipun ada sedikit ucapannya yang menggoda keduanya.
"Jangan dimakan lagi Pa, biar Daddy aja yang ngabisin." Jeno mendelik tajam pada anaknya. Andy memang tidak punya takut sama sekali padanya.
Perdebatan itu terus berlanjut membuat Mark hanya bisa geleng-geleng kepala karena tidak ada yang mau mengalah. Namun Mark sangat menyukai momen hangat ini. Melihat suami dan anaknya yang menunjukkan kasih sayang mereka dengan bertengkar membuatnya yakin kalau suatu saat mereka terpisah, mereka pasti akan sangat saling merindukan.
"Anak sama bapaknya sama aja." Celetuk Mark.
"Gak!" Jeno dan Andy menjawab dengan serempak.
"Tuhkan sama." Mark pun berjalan meninggalkan kedua orang yang pertengkarannya makin berlanjut.
═════════•°•⚠️•°•═════════
Ini bonchap nya ya, maaf author gak tau mau ngelanjutin gimana, semoga pada suka.
Happy reading readers:)
