06

726 44 3
                                        



═════════•°•⚠️•°•═════════

"Jaehyun?" Ten membalikkan tubuhnya untuk memastikan bahwa suara itu adalah suara milik Jaehyun.

Dan benar saja, orang yang memanggil-manggil namanya adalah Jaehyun, orang yang sudah lama tidak pernah muncul setelah dengan teganya meninggalkan kakaknya yang sedang hamil tua tanpa penjelasan. Ten tentu saja terkejut dengan kedatangan Jaehyun, namun dia lebih terkejut saat mengetahui bahwa Jaehyun ternyata datang dengan suaminya, Johnny. Donghyuck yang merasa asing dengan Jaehyun lantas bertanya pada Ten dan Johnny.

"Ma, pa. Ini siapa?" Tanya Donghyuck penasaran.

Mereka terdiam tak tahu harus menjawab apa, sampai suara pintu yang dibuka mengalihkan atensi mereka. Dari balik pintu terlihat Mark yang sedang menyeka sisa air matanya, setelah itu ia keluar dan menutup pintu perlahan. Saat dia sudah membalikkan badannya, ia terkejut melihat orang-orang yang sedang menatapnya. Ia mengerjapkan matanya dan melihat mereka satu persatu sampai ia menyadari ada satu orang yang tidak asing di matanya.

"Loh, om Jae?" Ucap Mark yang terkejut akan kehadiran Jaehyun disana.

"Mark, kamu ngapain disini." Jaehyun bertanya kembali pada Mark.

Ketiga orang yang ada disana pun merasa bingung dan bertanya-tanya apakah mereka saling mengenal?

"Mark, lo kenal dia? Tanya Donghyuck.

"Kenal lah, kan dia om Jaehyun daddy nya Jeno." Jawab Mark dengan polosnya.

Donghyuck ber-oh ria karena sudah tau siapa Jeno begitupun dengan Johnny, sedangkan Ten sekarang dia yang masih kebingungan.

"Om Jae, ngapain kesini? Om sendiri atau berdua sama Jeno?" Tanya Mark lagi pada Jaehyun.

Bukannya menjawab pertanyaan dari Mark, Jaehyun justru melihat pada Johnny dan Ten seolah menanyakan apakah benar apa yang dia pikirkan saat ini. Johnny yang paham akan maksud tatapan Jaehyun pun mengangguk membenarkan apa yang dipikirkan Jaehyun memang benar. Jaehyun pun langsung memeluk Mark, yang dipeluk semakin di buat bingung dengan kejadian ini jangan lupakan Donghyuck juga. Jaehyun memeluk tubuh Mark sangat erat dan Mark sama sekali tak menolak karena memang saat ini dia sudah sangat bingung.

"Putraku." Ucap Jaehyun yang membuat Mark semakin bingung bercampur terkejut.

Mark pun memaksa untuk melepaskan pelukan dari Jaehyun. Setelah pelukan mereka terlepas, Mark menatap Jaehyun lalu pada Ten yang sudah menangis entah kenapa.

"Apa maksudnya, aunty?" Ten hanya bisa terdiam dan menunduk sambil menangis tak mampu mengatakan yang sebenarnya pada Mark.

Mark yang tak mendapat jawaban pun semakin merasa frustasi sekarang. "Uncle, ini kenapa? Jelasin ke Mark."

Johnny menghela napas perlahan kemudian mengatakan "He's your father, Mark." Ucap Johnny dengan jelas dan padat membuat mereka yang ada disana terkejut tak terkecuali Jaehyun.

Mark tertawa mendengarnya seolah-olah apa yang dia dengar saat ini adalah sebuah lelucon. Ia kemudian menatap Jaehyun dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan. Jaehyun pun hanya bisa menangis melihat tatapan Mark padanya. Jaehyun tak menyangka bahwa sahabat dekat anaknya ternyata adalah putranya yang sangat dia rindukan. Begitupun dengan Mark, dia sungguh merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar, dia tak menyangka bahwa orang yang selama ini dia idam-idamkan menjadi sosok ayahnya ternyata memang adalah ayahnya yang sangat brengsek meninggalkan mommy nya dulu. Ia menahan rasa sesak di dadanya karena merasa marah bercampur kecewa, hingga dia memalingkan wajahnya dan pergi dari sana tanpa berpamitan. Jaehyun hendak mengejar Mark namun di tahan oleh Johnny.

"Tenang Jae, kasi waktu buat Mark." Ucap Johnny yang diangguki Ten.

*****

Di kursi taman rumah sakit, Mark duduk menikmati angin sore yang menyejukkan. Pikirannya saat ini benar-benar kacau, semua hal yang mengejutkannya datang bersamaan seolah sengaja ingin membuatnya merasa frustasi. Ia meremat kepalanya yang tak bisa berhenti membayangkan kejadian siang tadi, dimana dia mengetahui kalau ayah kandungnya sangat berada dekat dengannya. Ia masih belum bisa menerima semua yang terjadi padanya, ia masih merasa marah, bingung, kesal, sedih dan kecewa, semuanya tercampur menjadi satu kayak es campur.

Lama Mark terdiam, sampai ada sebuah tepukan di bahunya yang membuat dia sadar dan menoleh pada pelakunya yang ternyata adalah Donghyuck. Mark menghela napasnya yang terasa berat, Donghyuck pun duduk di sampingnya dan merangkul pundaknya.

"Gue tau ini pasti berat banget buat lo." Ucap Donghyuck.

Mark hanya mengangguk kemudian meletakkan kepalanya di bahu Donghyuck, ia hanya menatap kosong apa yang di depannya sampai air matanya mengalir untuk kesekian kalinya.

Donghyuck yang menyadari itu pun memeluk tubuh Mark dengan lembut, memberikan usapan-usapan dikepalanya untuk memenangkan  Mark.

"Kenapa baru sekarang hiks...?" Mark mengulang ucapannya berulang kali.

Donghyuck pun hanya bisa mendengarkan karena dia juga tidak tahu harus menjawab apa. Donghyuck mengerti bagaimana perasaan Mark saat ini, ia pasti sangat terkejut setelah tahu bahwa orang yang selama ini sangat dekat dengannya adalah ayah kandungnya, Donghyuck juga sama terkejutnya dengan Mark.

Lama Mark menangis dalam pelukannya hingga Mark memutuskan untuk kembali ke ruangan tempat Taeyong dirawat. Ia meminta Donghyuck mengantarnya agar dia bisa menghindar dari Jaehyun. Donghyuck hanya bisa menuruti keinginan Mark dan menemaninya.

_Seo Johnny_

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_Seo Johnny_

═════════•°•⚠️•°•═════════




Happy reading and sorry for typo...
Janlup vote guys:)














Loving You Hurts Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang