═════════•°•⚠️•°•═════════
_Lucas and Donghyuck's Wedding _
"Ayo bangun Jen, nanti kita bisa telat." Mark menarik-narik selimut yang menutupi tubuh Jeno.
"Emm, lima menit lagi sayang."
"Daritadi lima menit mulu, ayo buruan bangun. Kalau gak bangun aku pergi sendiri aja." Ancaman Mark berhasil membuat Jeno bangun.
"Iya-iya ini bangun sayang... Jelek banget pake ngancem-ngancem segala." Mark hanya berdecak menanggapi ucapan Jeno.
"Udah sana mandi dulu, jangan sok-sokan ngambek segala." Perintah Mark.
"Baik tuan Mark Jung." Jeno pun segera bangkit dari kasur menuju kamar mandi.
Mark menunggu Jeno selesai mandi sambil memeriksa riasan tipis di wajahnya. Ia hari ini merasa bahagia karena sebentar lagi sepupunya itu akan menjadi istri sahabatnya. Dunia memang sempit sekali pikir Mark.
15 menit kemudian, Jeno keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang sudah menutupi bagian bawah tubuhnya. Mark yang sedang menyiapkan pakaian Jeno pun menoleh melihat Jeno.
"Sini aku bantu keringin rambutnya." Mark segera membawa Jeno duduk di depan meja rias. Ia dengan telaten mengeringkan rambut Jeno menggunakan hairdryer.
Setelah kering, Mark langsung mengambilkan pakaian milik Jeno. Setelan jas berwarna hitam yang senada dengan milik Mark kini sudah Jeno gunakan. Mark merapikan pakaian Jeno agar terlihat rapi, sangat repot pokoknya Mark.
Jeno hanya mampu tersenyum melihat kekasihnya, ia sangat terburu-buru seolah ini adalah hari pernikahannya.
Sentuhan terakhir, Mark menyemprotkan parfum yang aromanya sangat cocok untuk Jeno. Aroma yang fresh sekaligus maskulin kini sudah menyatu dengan Jeno.
"Udah selesai, ganteng." Mark tersenyum manis pada Jeno. Lihatlah penampilan Jeno yang sangat menawan saat ini yang membuat Mark merona.
Jeno terkekeh gemas kemudian mencubit pipi Mark dengan lembut. Ia sudah tidak tahan melihat kegemesan Mark sedari tadi.
"Kamu juga, cantik." Jeno mengecup kening Mark cukup lama.
"Ayo berangkat!" Ajak Mark dan mereka berdua pun berjalan menuju tempat pernikahan Lucas dan Donghyuck berlangsung.
.....
Lucas sudah berdiri di atas altar bersama seorang pendeta. Ia terlihat sangat tampan dengan balutan jas berwarna putih dan celana yang senada. Senyuman tak lepas dari wajahnya saat melihat Donghyuck yang sedang berjalan menuju altar di dampingi oleh ayahnya Johnny. Tanpa disadari, air mata Lucas mengalir begitu saja, ia tak menyangka bahwa dia sudah berada di momen yang sangat membahagiakan di dalam hidupnya.
Donghyuck sampai di atas altar, ia bisa melihat tangis haru sang kekasih. Pendeta pun mulai menuntun keduanya mengucapkan janji suci pernikahan.
Janji pernikahan pun selesai diucapkan oleh kedua mempelai. Semua hadirin bertepuk tangan dengan riuh setelahnya. Keduanya pun saling bertukar cincin sebagai tanda kepemilikan pada diri mereka.
"Ayo di cium." Teriak Hendery, Chenle dan Jisung. Mereka bertiga memang tamu undangan yang paling heboh sejak tadi. Jeno saja sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan ketiga sahabatnya yang memang sudah tidak punya urat malu.
Tapi anehnya tamu undangan malah ikut menyorakkan hal yang sama, meminta pada kedua mempelai untuk saling berciuman. Tanpa harus menunggu lebih lama, Lucas dan Donghyuck mulai berciuman diatas altar. Sorakan dari tamu undangan pun semakin riuh saat itu.
Johnny dan Ten menatap pemandangan itu dari bawah altar. "Akhirnya anak kita udah bukan tanggung jawab kita lagi." Ten menangis haru, ia merasa sangat bahagia melihat putra tunggalnya yang kini sudah menjadi milik suaminya. Begitupun dengan Johnny, ia sangat bersyukur Donghyuck bisa mendapatkan suami yang luar biasa mencintainya.
.....
Kini acaranya sudah selesai, hanya tinggal acara menikmati makanan yang sudah disediakan oleh pemilik acara. Namun Jeno malah berdiam diri di dalam kamar mandi. Ia merasa sangat gugup saat ini, ia menatap kotak berwarna biru tua yang sudah berada di tangannya.
"Ayo Jen, masa lo kalah ama Lucas." Jeno terus mencoba menghilangkan rasa gugupnya.
Setelah dirasa gugupnya hilang, Jeno mulai merapikan dirinya. Ia berjalan keluar kamar mandi sambil terus menyemangati dirinya.
Jeno melihat sekeliling mencari dimana Mark berada. Ia bisa melihat Mark yang sedang asyik mengobrol bersama Ten dan juga Donghyuck di salah satu meja. Jeno tersenyum saat melihat Mark yang selalu cantik.
Jeno melanjutkan langkahnya keatas altar dimana tempat berlangsungnya proses pernikahan tadi. Ia mengambil sebuah mikropon lalu menyalakannya.
Seluruh atensi orang-orang beralih pada Jeno termasuk Mark, Donghyuck dan juga Ten.
"Selamat siang semuanya, perkenalkan saya Lee Jeno. Saya berdiri di sini ingin mengatakan sesuatu pada seseorang yang sangat saya cintai."
Mark menatap bingung pada Jeno, dia penasaran apa yang akan Jeno katakan saat ini. Ia melihat Jeno yang berjalan mendekat ke arah meja Mark.
"Saya memiliki seorang kekasih yang cara mendapatkan dia sangat susah dan banyak rintangan. Begitu banyak sampai saya pernah berpikir untuk menyerah saat itu juga... Akan tetapi, setelah saya tau kamu memiliki perasaan yang sama... Saya selalu berusaha berjuang agar bisa mendapatkannya." Jeno sampai di hadapan Mark.
"Dia adalah orang yang mampu mebuat saya jatuh cinta sampai saya tidak bisa lagi melihat pada orang lain," lanjutnya.
"Kali ini, saya akan membuktikan kalau saya benar-benar sangat mencintainya." Jeno mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya. Ia berjongkok di hadapan Mark, mengangkat kotak cincin yang sudah terbuka menampilkan sebuah cincin yang begitu sederhana namun indah.
"Mark Jung, izinkan saya menjadi satu-satunya orang yang bisa memiliki anda sepenuhnya..."
Mark menatap Jeno dengan air mata yang sudah mengalir, ia mengangguk setelah itu memeluk Jeno yang sudah menyematkan cincinnya pada jari manisnya.
Lagi-lagi suara tepuk tangan dan sorak sorai terdengar. Hari ini menjadi hari yang membawa senyuman pada wajah setiap orang. Terlebih pada Mark yang sangat bahagia.
Mark kembali menyadari cinta Jeno yang begitu besar kepadanya. Memang benar 'dicintai Jeno adalah yang paling membahagiakan baginya'.
"Dulu aku berpikir kalau mencintaimu itu sakit karena terlalu banyak rintangan yang harus aku lewati sendiri. Namun setelah aku berjuang bersamamu, aku menyadari kalau mencintaimu tak pernah menyakitkan akan tetapi itu adalah hal yang paling membahagiakan."
THE END
═════════•°•⚠️•°•═════════
Akhirnya setelah sekian lama ini book berakhir juga, maaf buat para pembaca setia author karena harus nunggu lama banget ya. Maklum author orang sibuk wkwkwk...
Author juga memohon maaf kalau dalam cerita ini masih banyak kekurangan dan belum sebagus yang readers mau, karena ini memang cerita pertama dari author.
Gak lupa juga author mau ngucapin banyak terimakasih atas dukungan kalian semua sampai ini book berakhir.
Sekian dari author, sampai jumpa di book selanjutnya:)
