Suasana sedikit mencair ketika Jeima dan Jeca sudah bisa mengontrol ketakutannya mereka sudah tidak begitu takut ketika berhadapan langsung dengan sosok ayahnya, meski tidak memungkiri kedua anak itu masih tidak mau jauh duduk dekat Nirzam. Mereka membatasi diri agar tidak terlalu terpengaruh dengan ucapan-ucapan yang di layangkan oleh ayah kandungnya itu.
"Bagaimana kabar adik tiri yang menyusahkan itu? Apa sudah selamat berkat darah yang kau berikan?" Tiba-tiba saja Alex bertanya yang di hadiahi tatapan menuntut dari kedua adiknya yang lain kepada Nirzam.
Mereka berdua heran, kenapa sang ayah bisa langsung bertanya keadaan saudara tiri mereka kepada kakaknya. Kecurigaan muncul dan mereka menganggap ada hal lain yang di sembunyikan Nirzam selama ini bahwa kakaknya itu sudah berhubungan dengan ayahnya tanpa sepengetahuan mereka.
Apalagi Alex menyinggung soal transfusi yang mana baik Jeima juga Jeca tidak ada yang tau kalau Vashua sempat membutuhkan darah kakaknya.
Mereka berdua itu jarang ke rumah sakit, Sen tidak mengijinkan kedua adik tirinya itu untuk berlama-lama berada dirumah sakit ketika menjenguk Vashua. Alasannya hanya karena tidak mau merepotkan mereka berdua dan ingin kalau kedua nya lebih fokus saja kepada urusan sekolahnya dan beristirahat di rumah.
Soal transfusi itu, mereka bukannya tidak ikhlas kalau Nirzam menyumbangkan darahnya kepada Vashua. Hanya saja mereka merasa perannya tidak begitu penting sampai Nirzam tidak memberitahunya hal sepenting ini kepada mereka terlebih kondisi Vashua yang sebenarnya kenapa di sembunyikan dari mereka.
Alex sendiri sangat senang, seusai harapannya kalau ternyata kedua anaknya yang lain sedikit kecewa dengan keputusan Nirzam yang tidak bercerita tentang kejadian saat itu juga hubungan antara Alex dan Nirzam yang sudah lebih dulu bertemu.
"Kakak kalian ini sepertinya banyak sekali rahasia yang di sembunyikan dari kalian ya. Atau memang kalian tidak begitu penting untuk di beritahu." Alex terus memancing Nirzam yang sejak tadi memilih untuk diam.
Anak sulung nya itu sudah mengeratkan giginya sambil menatap nya tajam, meski tidak bicara tapi Alex tau sebesar apa rasa kesal anak nya itu terhadap nya.
"Seminggu lebih kau mengurus adik tiri mu yang tidak berguna dan baru kali ini kau memperhatikan adik-adik mu!" Ada jeda sementara Alex terus memantau ekspresi ketiganya.
"Atau jangan-jangan kalian berdua tidak tau, kakak kalian ini seminggu lebih rela tidur di rumah sakit untuk menjaga anak cacat itu?" Alex bertanya hal yang sudah tau jawabannya. Sengaja memancing sampai mana batas kesabaran anak sulungnya.
Tangan Nirzam mengepal kuat, emosinya seperti sulit untuk di bendung lagi. Kalau saja dia tidak ingat di hadapannya itu adalah ayah kandungnya mungkin bogem mentah sudah lebih dulu mendarat di wajah ayah nya sebelum banyak omong kosong yang di ucapkan dari mulut busuknya.
"Cukup sudah, jangan menghasut adik-adikku. Mereka tidak akan terpengaruh dengan omong kosong mu!" Ucap Nirzam tidak tahan mendengar ocehan ayah nya yang tak penting, urat lehernya menimbul saat dia berteriak, dia sangat tau maksud dari ayahnya itu untuk memanas-manasi kedua adiknya agar mulai membenci Vashua.
Alex hanya mencari kesempatan agar kedua adiknya mulai menerima Alex kembali meskipun sebagai pelarian karena merasa di sisihkan oleh keluarga barunya.
"Kau tidak liat, penampilan kedua adikmu yang lusuh dan tidak terurus itu, apa kau tidak kasian." Bukannya takut dengan bentakan Nirzam, Alex malah semakin menjadi mencari kesempatan agar kedua anak nya yang lain berpikir kalau dia lebih baik.
"Untuk makan saja keluarga baru mu itu kesulitan, semua orang malah sibuk menghabiskan uang nya untuk mengobati anak penyakitan itu. Padahal kalau memang tidak sanggup mengurus mereka berdua berikan saja kepadaku, biar aku saja yang urus. Lepaskan Jeca dan Jeima agar bisa ikut bersama ku!" Akhirnya Alex mengungkapkan niatnya dengan seringaian yang jelas terlihat di wajah tegasnya seolah mengejek Nirzam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Hole
Fanfictionini cuman kisah tentang Senandia, Yoza,Nirzam,Henry,Jeima, Vashua juga Jeca yang harus berjuang melawan perihnya kehidupan dunia.
