18. Tahap lanjutan.

384 31 2
                                        

Seminggu bukan waktu yang cepat untuk Vashua mendekam di rumah sakit, meskipun dia langganan masuk rumah sakit tapi kenyataan hal itu membuatnya merasa muak.

Beruntung kali ini kondisinya mulai membaik, dan satu hal yang paling mengejutkan itu karena Mood nya yang lebih bagus dari biasanya. Alasannya cukup simple, mendengar kabar kalau dia boleh segera pulang meski dengan syarat hasil pemeriksaan nya bersama dokter kemarin menunjukan progres yang bagus.

Kemarin Sen sempat konsultasi kepada dokter dan Dokter menyarankan Vashua untuk rawat jalan sembari menunggu jadwal untuk fisioterapi.

Tentu saja anak itu sangat bahagia apalagi saat tau kalau selang NGt nya bisa di lepas karena selama seminggu terakhir dirinya sudah bisa beradaptasi dengan makanan meski hanya makanan cair tapi Vashua bisa memakannya dengan baik tidak ada drama muntah dan tersedak sejauh ini.

Asalkan Vashua makan dengan tenang, juga pikiran seratus persen mempengaruhi lambungnya juga.

Alasan lainnya yaitu tentang hubungan keluarganya yang semakin membaik terlepas dari konflik antara Nirzam dan Yoza yang belum juga usai.

Tapi dengan semua hal yang terjadi sudah sewajarnya Shua bersyukur sebab Yoza kali ini tidak terlalu mengekang nya untuk bertemu dengan Nirzam seperti dulu, meskipun tetap saja kalau ada Nirzam pasti Yoza menghindar memilih untuk pergi juga sebaliknya, ketika ada Yoza, Nirzam yang tidak berani muncul.

Bagi Vashua itu dia masalah, begitu saja Shua sudah banyak bersyukur setidaknya mereka berdua tidak secara terang-terangan berkelahi di hadapannya apalagi yang yang jadi bahan mereka bertengkar itu adalah dirinya.

Hubungannya dengan Jeca dan Jeima juga semakin membaik, kedua adik beradik itu sekarang lebih sering mengunjungi rumah sakit akhir-akhir ini untuk menemani Vashua agar anak itu lebih semangat lagi berobatnya, ya meskipun untuk Jeima masih suka jaga image kalau berhadapan dengan Shua langsung, anak itu memang tipikal sayang tapi gengsi, berbeda dengan Jeca yang sayang tapi memperlihatkan secara ugal-ugalan.

Pagi ini suasana nya tampak hening, karena anggota keluarganya yang lain mulai sibuk di hari Senin ini, ruangan juga hanya diisi oleh Sen dan Shua. Mereka berdua baru selesai sarapan, Sen menyuapi Shua hingga makanan rumah sakitnya habis setengahnya.

Satu kemajuan yang sangat bagus, biasanya satu suap atau dua suap Shua sudah menolak makan karena mual. Terbiasa makan menggunakan selang makan itu membuat Shua tidak terbiasa makan banyak di tambah kondisi lambung nya yang ukurannya lebih kecil pasca kecelakaan menjadi alasan kenapa Shua tidak bisa makan dengan baik. Mengakibatkan tubuh Shua semakin kurus kekurangan nutrisi.

Vashua itu menjalankan pemotongan lambung bukan dari indikasi medis kegemukan, tapi karena kecelakaan nya yang merusak sebagian lambungnya sehingga dokter harus memotong nya.

Sudah banyak adaptasi di lalui oleh Vashua hingga di titik ini, beruntung anak itu masih selamat ketika mendapatkan luka yang cukup parah hampir di sekujur tubuhnya.

Sen akan selalu bangga kepada adiknya untuk perjuangannya agar tetap hidup hingga detik ini, meskipun terkadang Vashua lebih sering berada di posisi terpuruk tapi Sen bersyukur Tuhan masih berbaik hati mempercayai nya untuk menjaga adik bungsunya.

"Kak, kalau Shua nanti boleh pulang ke rumah. Kak Nirzam boleh ikut pulang juga ke rumah?" Sen yang sedang melamun sambil memegang baju kotor akhirnya tersadar.

Vashua menatap Sen yang sedang sibuk membungkus baju kotor untuk di bawa pulang ke rumah karena kakaknya itu belum juga menjawab pertanyaannya.

Si sulung menghentikan kegiatannya, dia berpikir sejenak lalu menatap adiknya yang duduk bersandar sambil menatapnya penuh harap.

Black Hole Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang