Nara mencari keberadaan bara ia diperintah pak Johan untuk mencari bara katanya ada yang mau dibicarakan
"Tu anak mana sih nggak nongol nongol" gumam Nara tidak berselang lama ia melihat bara berlari kecil seperti terburu buru
"Hantu apaan yang mau kejar si bara?" Nara berniat mengejar bara ia penasaran apa yang membuat laki laki itu berlari
Huek huek
Nara menggaruk tengkuknya mendengar begitu jelas suara bara yang muntah di dalam toilet. Sedangkan posisinya di depan ia tidak berani masuk lebih dalam ke toilet apalagi toilet cowok
Nara memutuskan menunggu bara sambil memainkan handphone
Cek
Bara terlihat lebih segar ia terkejut melihat keberadaan Nara yang sudah di depan
"Nara ngapain Lo di toilet cowok?" Ucapnya dengan nada masih kaget
"Gue disini kejar Lo" ujar Nara tanpa izin ia menempelkan tangannya di dahi bara
"Eh"
"Lo sakit bar? Apa perlu gue izinin Lo pulang?" Ucap Nara terlihat jelas ia khawatir dengan kondisi bara
Ditambah ia rasakan sendiri suhu panas badan bara tinggi
Bara menggeleng "enggak gue baik baik aja"
"Bar kalau ada apa apa ngomong aja! Badan Lo panas ngapain masih ngelak" cerocos Nara
"Gue bilang baik baik aja. M-mungkin gue cuma kecapean" ucap bara justru menambah rasa curiga pada Nara
"Udah sih ngapain juga Lo peduli sama gue, Lo mau apa cari gue?" Ucap bara sengaja mengalihkan pembicaraan
"Huh.. Lo dipanggil pak Johan katanya dia mau bicara sama Lo"
"Oh yaudah gue ketemu beliau dulu" bara melenggang pergi menghiraukan Nara
"Woy bilang makasih kek!" Teriak Nara setelah itu ia menutup mulutnya sendiri
"Bego kalau ada yang denger gimana?" Nara mendelik bahu sendiri
Ia bergegas pergi daripada ada yang melihat dirinya di toilet cowok bisa bisa mereka berpikiran aneh aneh
"Gue harus selidiki si bara! Gue yakin ada yang dia sembunyikan. Jelas jelas gue denger dia muntah gitu" gerutu Nara sepanjang jalan
Tujuannya akan bertemu para sahabatnya di kantin
•••
Nara tidak sengaja berpapasan dengan Dion lelaki polos itu terlihat sedang makan roti di kursi koridor
"Dionn" panggil Nara duduk disamping Dion masih memperhatikan pergerakan Dion
"Apa?" Dion sama sekali tidak menghentikan makannya
"Lo nggak mau tawarin gue apa?" Ucap Nara berdecak malas. Kan dia juga mau roti bakar yang menggoda imannya
"Lo mau? Nih ambil" ucap Dion menyodorkan roti bakar yang tersisa potongan
"Enggak ah gue cuma bercanda, sebenarnya ada yang mau gue tanyain" ucap Nara dengan bangga
Dion menatap terheran heran "serius amat? Emang mau tanya apa?"
"Lo tahu nggak bara punya masalah apa?" Ucap Nara langsung
Dion mengetuk dagunya berpikir "ada"
KAMU SEDANG MEMBACA
NARABARA
RomanceEND ~~~ Nara gadis berusia 17 tahun yang menerima sebuah tantangan dari sahabatnya Yaitu harus meluluhkan hati kapten basket di sekolahnya Bara. Cowok yang terkenal cool dan jarang berinteraksi dengan lawan jenis kecuali mommy tersayangnya. Apaka...
