"Nara bara apa yang kalian pikirkan"
Keduanya tersadar dari lamunannya masing masing menatap bingung sekitarnya
"Kalian?"
"Jadi tadi itu halunasi gue doang?" Nara bermonolog membatin
"Ayo Nara kita pulang, buat apa kamu kabur segala" Vian berusaha meredam emosi
Nara menggeleng seraya menggenggam tangan bara
"Seterah kalian berpikiran apa terhadap Nara! Tapi kalian harus tau kalau Nara nggak mau sama damar! Nara hanya mau sama bara!" Tegas Nara
Bara terdiam dengan sikap yang Nara tunjukan lalu dirinya ikut mengangguk
"Kita ingin bersama sama.." lanjut bara masih menatap Nara dari samping
"Kalian!!!" Vian sudah kehabisan kesabaran dia mengusap wajahnya kasar
"Nara... Jangan seperti ini nak, turuti permintaan papi" Elisa ikut membujuk Nara
"Nggak mau mi" Nara masih kekeh dengan keputusannya
"Sudah jangan ribut sebaiknya kita berbicara dengan kepala dingin. Nggak baik saling emosi!" Eyang Retno melerai keributan yang tak hentinya
"Lalu menurut ibu gimana? Aku bingung" Alvin sempat melirik sinis bara
"Bara dan Nara memang salah.. eyang udah denger semuanya dari kafi"
"Ck bocah itu ya" geram bara tertahan
"Tapi eyang, bara nggak mau Nara nikah sama damar"
"Eyang tau, kamu sangat menyayangi Nara tetapi apa kamu bisa menjamin membahagiakan Nara?"
Sekarang bara dibuat bungkam dengan kalimat terakhir eyang
Dirinya memang tidak menyukai Nara, hanya sekedar rasa kasihan dengan gadis itu
"Bara... Bara yakin bisa membahagiakan Nara..." Bara tersenyum tipis kearah Nara dibalas senyuman juga oleh Nara
"Nggak akan bisa!" Damar berjalan tenang menghampiri mereka semua
Nara sangat terkejut dengan kedatangan laki laki itu, bara juga sama
"Suara itu kayak suara di cafe kemarin apa gue salah denger" bara terus menyakinkan jika dirinya tidak salah dengan postur tubuh damar
Dan suara damar sama persis di cafe kemarin
"Halo semuanya nama saya damar calon SUAMI Nara" damar tersenyum devil
"Nah dia damar. Saya sudah menjodohkan putri saya dengan damar" ucap Vian terlihat bangga memperkenalkan damar
Alvin dan Luna hanya bisa menunduk sangat malu dengan sikap bara yang berani beraninya membawa kabur anak orang
"Darisini saya meminta pengertian kalian.. saya mohon didik putranya dengan benar!" Ucap Vian diiringi kekehan sinis
"Ayo Nara kita pulang. Sebentar lagi pernikahan kita akan dilaksanakan" damar mengulurkan tangannya untuk sang pujaan
Nara tak sama sekali menerima uluran damar dia justru semakin menggenggam tangan bara erat
Damar kembali menurunkan tangannya dia harus menahan emosi menjaga image di depan kedua orang tua Nara
"Saya meminta maaf atas perlakuan putra saya terhadap pak Vian sekeluarga" Alvin menekan ucapannya sangat terpaksa harus meminta maaf
Vian mengangguk dengan angkuh lalu dia beranjak berdiri bersama sang istri
KAMU SEDANG MEMBACA
NARABARA
RomanceEND ~~~ Nara gadis berusia 17 tahun yang menerima sebuah tantangan dari sahabatnya Yaitu harus meluluhkan hati kapten basket di sekolahnya Bara. Cowok yang terkenal cool dan jarang berinteraksi dengan lawan jenis kecuali mommy tersayangnya. Apaka...
