34. TANPA PAMIT

2.4K 107 13
                                        

Tutt!!

Monitor berbunyi nyaring garis dilayar monitor berubah
menjadi satu

Dokter dan suster saling memandang merasa perjuangan mereka sampai disini untuk mengobati pasien

"Pasien bara telah berpulang pukul 01:06 dini hari" suster mencatat sesuai perkataan dokter

Dokter membuka pintu ruangan keluarga bara sudah menunggu nunggu bahkan Nara datang tepat waktu disusul Alana

"Bagaimana kondisi anak saya?" Luna bertanya

"Mohon maaf bara tidak bisa kami selamatkan"

Jeduarr!!!

Penuturan pahit itu menyapa telinga mereka yang mematung

Kalimat yang tidak seharusnya didengar telah terucap seperti angin lewat

Nara berlari segera masuk ke ruangan disusul yang lain

Alvin menjambak kerah baju dokter

"APA MAKSUD DOKTER! ANDA TIDAK BISA MENANGANI ANAK SAYA! DENGAR SAYA AKAN MENUNTUT RUMAH SAKIT INI!"

Vian bergerak cepat menahan tubuh Alvin yang tidak terkendali

"Sudah pak sudah, sebaiknya kita temui bara untuk terakhir kalinya" Vian menangis

•••

"JANGAN TUTUP WAJAHNYA!!" Nara menghentikan suster yang akan menutup wajah bara dengan kain

"JANGAN TUTUP WAJAHNYA!!" Nara menghentikan suster yang akan menutup wajah bara dengan kain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nara menangis sejadi jadinya "hidup lebih lama lagi sayang"

Dokter ikut merasakan duka setiap keluarga harus kehilangan seseorang tersayang tapi kali ini sedikit berbeda keluarga bara sungguh membuat para petugas RS ikut nyesek parah

"Sekali lagi, selamatkan anak saya" dengan airmata bercucuran Luna menarik tangan dokter itu untuk melakukan usaha penyelamatan sekali lagi

"Maafkan kami Bu Luna, anak anda sudah meninggal, tidak ada yang bisa kami lakukan lagi, kami mohon maaf"

Luna luruh dipelukan elisha menatap putra nya yang sudah tidak ada kesempatan untuk hidup

Alvin meninju tembok sangat terpukul disamping nya ada Vian yang begitu setia menenangkan Alvin

Lalu, kafi dan Alana duduk saling berpelukan

Semua.. sangat.. kacau..

Nara menyeka rambut bara kesamping "bangun bar, impian kita buat hidup bersama tapi kenapa kamu malah ninggalin aku sendirian"

Nara memeluk bara dengan erat ia kembali terisak

"Semua orang terpukul bara kehilangan kamu" Nara tidak putus asa seolah menunggu keajaiban untuk bara hidup kembali tapi rasanya sangat.. mustahil.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

NARABARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang