14. berempat

1.1K 80 8
                                        

Happy reading all

Kafi terlihat sudah rapi dengan pakaian santai untuk melengkapi penampilannya dia menyemprotkan parfum

"Perfect"

"Idih idih wangi banget mau kemana Lo?" Bara menaik turunkan alisnya

"Gue mau jalan lah sama cewek emang Lo nggak punya" ujar kafi tertawa puas

Tuk

Bara menjitak kepala kafi "gaya Lo! Emang Lo udah jadian sama dia"

Kafi menyengir "belum lah tapi hari ini gue mau nembak dia"

"Emang siapa ceweknya?" Bara penasaran

"Alana"

•••

Kafi menghentikan motornya di depan gerbang rumah Alana

Tidak berselang lama Alana membuka gerbang lalu tersenyum kearah kafi

Kafi terpana untuk pertama kalinya dia melihat Alana yang terlihat sangat cantik malam ini

"Heh ngapain lihat lihat" ucap Alana melambaikan tangan

"Enggak, yaudah yuk kita berangkat sekarang" kafi memberikan helm lalu memakaikan nya

Alana menahan senyumnya ia hanya bisa melihat wajah kafi dari dekat "kenapa dia seganteng itu sih"

"Naik"

"Iya iya"

Alana naik motor tetapi kafi tidak melajukan motornya

"Kenapa nggak jalan ayok mau sampe subuh disini" ucap Alana kafi tertawa mendengarnya

Cowok itu memegang tangan Alana untuk melingkarkan di perut nya

Deg

"Bisa nggak sih dia nggak bikin jantung gue heboh" batin Alana

"Gue nggak mau aja Lo nyungsep nanti" ucap kafi dirinya berhasil mendapatkan cubitan keras pada perutnya

"Dasar kafi somplak!!" Alana memukul punggung kafi

•••

Bara termenung di balkon kamar sambil menatap bintang diatas langit sana

Dia terus memikirkan Nara dari awal bertemu hingga sekarang

"Gue udah keterlaluan banget nggak sih sama dia?" Monolog bara "kita selalu aja berantem gue ngerasa bersalah aja sama dia"

Bara terus hanyut dalam pikirannya hingga suara ketukan pintu terdengar nyaring

"Siapa sih? Main ketuk pintu keras banget" decak kesal bara

Ceklek

"Hai bara belum tidur?" Ternyata Nara yang terlihat begitu riang

Satu alis bara terangkat begitu datar menatap gadis didepannya ini

"Belum"

"Gue boleh minta tolong nggak? Anterin gue ke cafe bentar aja" cengir Nara mencoba membujuk bara supaya mau mengantar nya

"Ini udah malam, males"

"Bentar aja bar please" Nara memasang wajah seimut mungkin "gue mau beli kue soalnya"

"Kue? Buat siapa?"

"Alana dia ulang tahun besok terus gue rencananya mau kasih dia suprise"

Bara berpikir sejenak lalu mengangguk pelan "oke"

•••

Alana menatap sekeliling sudut cafe lalu menoleh

"Kaf ngapain kita kesini?" Tanyanya

NARABARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang