23. persoalan

1.2K 59 0
                                        

Jangan jadi pembaca gelap, typo berterbangan!!

Bara dkk saling bertukar cerita di taman sekolah menikmati suasana sebelum kembali ke kelas

"Tau nggak?" Dion berujar sontak semua menoleh penasaran

"Apa?" Tanya indra begitu cepat

"Ada masalah" Dion begitu heboh mereka saling memandang

"Masalah apaan?" Kafi menyerit keningnya

"Gue mau kasih Hadiah buat bunda, tapi nggak tau apaan" lanjut Dion berubah masam

Mereka saling melempar pandangan datar telah mendengar keluh kesah Dion

"Kirain apaan! Bikin penasaran aja" Alana memutar bola matanya

Dion menyengir "kan gue bilang ada masalah"

Rien tertawa kecil diikuti Nara hazel dan Alana

"Gua ada saran" kafi membuka pembicaraan

"Saran apa?" Dion menatap harap ia memang sedang kebingungan harus memberi hadiah untuk bundanya

Kafi mengetuk dagunya "sebaiknya Lo tanya sama cewek cewek" cengir kafi

Dion menghela napas kasar memangnya kafi tidak bisa serius sebentar pikir Dion

"Gimana tas aja" Alana memberi saran

Dion menggeleng lemah "kayaknya nggak, bunda gue banyak banget koleksi tas"

"Hm? Gimana makeup aja kan ibu ibu suka makeup" Rien ikut memberi saran

"Atau nggak makanan kesukaan" timpal hazel

"Kasih uang aja" ucap Nara tersenyum lebar

Bara tertawa mendengar celotehan kekasihnya

Dion menggaruk tengkuknya "gue bingung" frustasi Dion

"Kenapa bingung-bingung kasih apa aja asal bermakna, bunda Lo pasti seneng" ucap bara tidak lupa dengan wajah datarnya

Dion mengangguk angguk "iya juga ya, asal bunda bahagia" Dion tersenyum penuh harapan

"Nah terus lo mau kasih apaan" kafi mengangkat dagu

"Enggak tau"

"Yasalamm"

•••

"Nara nanti pulang duluan nggak papa" bara dan Nara menuju kelas masing masing yang satu arah

Nara menoleh "loh kenapa?"

"Hari ini eskul komputer jalan lagi" bara tersenyum tipis

"Berati bakal mulai sibuk" Nara cemberut mereka berhenti di tengah jalan

"Mungkin, tapi aku pastikan aku luangkan waktu berdua sama kamu" bara menoel hidung Nara

"Bukan itu aja yang aku pikiran, tapi kamu banyak aktivitas kalau kamu kecapean gimana?" peringat Nara justru bara terkekeh

"Loh kok ketawa? Aku serius!"

"Iyaa,, kamu jangan khawatir aku pasti istirahat banyak"

"Janji ya? Kamu jangan sakit sakit aku sedih jadinya"

"Kamu doain aku sakit?"

"No bara, aku cuma khawatir"

Bara menggandeng Nara kembali melanjutkan langkah ke kelas

Mereka berpikir dengan dalam benak masing masing

Sepulang sekolah apa yang dikatakan bara terwujud. Nara memutuskan pulang bersama hazel jika Rien dan Alana pulang bersama pacar mereka

NARABARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang