31. Graduation

962 66 8
                                        

Seminggu

"Aah tak terasa sebentar lagi kita akan lulus!" Seru Rien penuh semangat

Menatap para sahabatnya yang berdiri berjejer

"Apalagi kuliah! Gue jadi enggak sabar!" Balas Dion tersenyum senyum seakan sedang menghayal jauh

"Kalian berdua, setelah ini mau apa? Nikah?" Ucap kafi menatap dua manusia seperti tidak bisa terpisahkan. Siapa lagi kalau bukan Nara Bara

"Umh.. kita sih niatnya nikah nggak lama enggak juga cepet" jawab bara melirik Nara

"Gimana deh? Kok otak gue enggak cerna baik ya? Bingung!" Alana begitu heboh

"Intinya kita berdua kan harus kejar cita cita dulu" ucap Nara berpikiran dewasa

"Waah!! Lo sekarang terlihat dewasa banget dalam hubungan kalian, gue salut" hazel mengangkat kedua jempolnya

Nara terkekeh "iyaa lagian gue udah khilaf"

"Hahaha" tawa mereka pecah atas kelucuan Nara

"Terus Lo berdua?" Nara memandang pasangan Rien dan indra

"Hm,," mereka saling pandang seperti sedang diskusi akan menjawab apa

"Kita sih pastinya kuliah, terus ya gitulah" indra menggaruk tengkuknya terlihat pipinya memerah

"Yang jelas dong, kasih kepastian buat Rien, kalian kalah nih sama Nara bara, mereka aja mau nikah" ledek kafi dan ada benarnya, padahal hubungan Rien dan indra lebih dulu ketimbang Nara bara

"Yee lo enak banget kalau ngomong, nggak ngaca lo gantungin anak orang" indra membalas ledekan kafi lalu tertawa puas

Kafi melirik Alana yang juga ternyata sedang menatapnya

"Ya.. g-gue nunggu bara lah" kafi memberi alasan

"Alah alesan lu aja kan kaf" indra masih saja meledek kafi

"Udah deh kalian jangan ribut, berisik tau nggak!" Ucap bara melirik sinis

Akhirnya kafi dan indra langsung terdiam

•••

Bara menarik tangan Nara untuk memeluk pinggang nya

"Pegangan sayang nanti jatuh" bara sedikit berteriak agar Nara mendengar jelas ditengah deru motor lain saling bersautan

Nara tidak sama sekali menjawab, dari pantulan kaca spion motornya bara melihat Nara tidak semangat

"Kamu kenapa?"

"Ck diam bara! Berisik!" Sentak Nara setelah itu memilih pegangan di jok belakang

bara menelan ludah susah payah melihat Nara mode marah marah seperti itu

Sesampainya di rumah gadis itu, Nara langsung melenggang pergi tanpa mengobrol seperti biasa dengan bara

"Nara" panggil bara lembut

Nara berbalik "ck apalagi sih bar! Aku lagi capek" ucap Nara seperti rengekan kecil

"Itu helm nya masih kamu pake" ucap bara polos

NARABARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang