Bara cs berkumpul di kantin mereka sedang menunggu Nara cs yang tak kunjung kembali dari ruang kapsek
"Gue penasaran deh hukuman apa yang bakal angel dkk dapatin" indra mengetuk dagunya
"Gue berharap hukuman yang bikin si angel tobat!" Sarkas Dion dengan kekehan sinis
"Setuju sih eneg banget gue lihat angel bikin ulah" kafi ikut bersuara
"Apalagi kalau udah ganggu bara" lanjutnya melirik bara
Bara terlihat berdiam saja tanpa berniat nimbrung bersama teman temannya
"Lo kenapa bar? Kayak kurang asupan" Dion mengutarakan penasaran
Kafi menatap lekat bara pikirannya jadi melayang kemana mana
"Lo sakit bar?" Ucap kafi pelan namun ada kecemasan
Bara menggeleng berdehem singkat "enggak"
Suara bara terdengar serak ditambah bara memijat pelipisnya sambil terpejam
"Sini deh kita ke UKS" kafi menarik tangan bara untuk berdiri
Bara menolak dengan cara menepis tangan sang kembaran
"Gue enggak papa"
"Lo kecapean ya bar? Secara aktivitas lo bulan ini banyak banget" indra ikut khawatir ia memperhatikan bara yang akhir akhir ini banyak tugas
Bara menggeleng berusaha terlihat baik baik saja kepada teman temannya agar tidak khawatir
Mereka saling melirik jadi bingung harus bagaimana
Dubrak
Belum semenit mereka menoleh kompak saat secara tiba tiba bara berlari sambil menutup mulutnya
"Gue susul dulu!" Putus Kafi langsung berlari yang lain refleks berdiri dari duduk
Saling mencemaskan keadaan bara kedepannya
"Jangan jangan bara kambuh" Dion panik
Indra mendelikan bahunya "semoga aja enggak"
"Indra Dion" Nara dan yang lain tidak lama dari itu datang
Dion indra saling mengode apa yang harus mereka sampaikan kepada Nara
"Bara kemana ndra?" Tanya Nara melirik meja yang banyak pesanan makanan
Dan kemungkinan besar tadi bara disini
"Itu.. emm" indra menatap Dion bingung
"Apa sih beb? Kalau ngomong yang jelas" ucap Rien heran dengan sang pacar
Indra diam lalu menghela napas sebelum berbicara yang sebenarnya
"Bara tadi kelihatan pucat dia ke toilet kayak mual gitu"
Deg
Nara melebarkan matanya tanpa banyak bicara ia menyusul ke toilet
"Ayo kita ikut!" Hazel berlari mengejar lalu di susul indra Rien dan Dion Alana
•••
"Lihat bara nggak?" Ucap Nara cemas ia bertemu cowok yang baru ke toilet cowok
"Tadi gue sempet lihat bara dibawa kafi keluar, tapi enggak tahu" jawabnya
"Makasih!" Nara berlari sesuai arah cowok itu beritahu
Alana dkk berhenti saling mengatur napasnya masing masing akibat berlarian
"Danu, Nara kemana" tanya Dion melihat Danu tadi berbicara dengan Nara
"Katanya mau cari bara"
"Ya kemana?!" Kesal Alana emosinya setipis tisu
KAMU SEDANG MEMBACA
NARABARA
RomanceEND ~~~ Nara gadis berusia 17 tahun yang menerima sebuah tantangan dari sahabatnya Yaitu harus meluluhkan hati kapten basket di sekolahnya Bara. Cowok yang terkenal cool dan jarang berinteraksi dengan lawan jenis kecuali mommy tersayangnya. Apaka...
