Nara merasakan tangan bara bergerak tidak lama mata bara terbuka perlahan
"Alhamdulillah" Nara lega teramat bara menoleh pada Nara
"Hai bara" Nara tersenyum dengan airmata terharu
Bara mengusap airmata Nara dengan ibu jarinya begitu pelan
"Gue panggil dokter dulu" Nara memencet tombol di samping bankar bara
Dokter datang bersama dua suster dan kafi dan Veronica ikut serta
Mereka berdua ikut merasa lega dengan bara yang telah siuman
Sejak tadi Nara menggenggam tangan bara sambil menunggu dokter selesai memeriksa bara
"Alhamdulillah kondisi bara telah membaik, bara istirahat yang banyak ya" ujar dokter bara mengangguk kecil
Suster ditugaskan mengganti infus bara setelah itu pergi
"Gimana bar udah lebih mendingan?" Ucap Veronica
Bara tersenyum sambil mengangguk
"Sukur deh"
Kafi berbisik kepada Veronica tanpa disadari bara dan Nara
"Ajak Nara pergi sekarang Lo harus jelasin juga" ucap kafi Veronica mengangkat jempol
"Oke"
"Nara apa kita bisa bicara berdua?" Veronica berucap membuat Nara bingung mau bicara apa Veronica padanya
"Hm boleh bentar aja ya" ujar Nara mendapatkan anggukan Veronica
Nara beralih menatap bara yang sedaritadi memperhatikan Nara
"Bar gue pergi bentar" izin Nara lagi lagi bara hanya mengangguk pelan
Sepeninggalan Nara Veronica....
Kafi duduk di kursi "mau buah nggak bar?" Tawarnya sambil mengupas apel
Bara menggeleng ia terkekeh melihat kafi begitu lahap makan
"Laper lu?" Ujar bara pelan karena akibat kondisinya
"Eemm dari semalam gue nungguin Lo sama yang lain" ucap kafi sangat asik menguyah
"Nara juga?"
"Iya lah apalagi Nara paling hancur lihat kondisi Lo gini" bara berpikir mendengar penjelasan kafi
"Dia peduli?" Bara terkekeh kecil
"Bahkan dia cinta sama Lo bara, dia nggak mau kehilangan Lo dia takut Lo kenapa napa" tutur kafi berdasarkan fakta
Semoga dengan bara mengetahui perasaan Nara membuat bara yakin pada hatinya untuk segera menyatakan cintanya juga itu tujuan kafi saat ini.
"Lo serius?"
"Kurang bukti apalagi bar? Jadi tunggu apalagi Lo juga berhak menyatakan cinta Lo pada dia, kalian berhak saling bersama" kafi menyakinkan bara memberi semangat pada hati kecil bara
Bara menghela napas panjang "terimakasih sudah bilang kaf, Lo bener gue harus nyatain perasaan gue ini" bara tersenyum
Kafi tersenyum sambil mengangguk pelan seakan memberi support penuh pada kembaran nya itu
"Momy dan Dady tahu gue berada disini?" Tanya bara kafi menggeleng
"Enggak gue pikir gue nggak mau jadi beban pikiran mereka aja"
"Gue setuju biar mereka merawat eyang" bara menyetujui keputusan kafi
"Apa gue harus bilang kondisi Lo yang sebenernya bar. Tapi gue nggak mau bikin Lo makin ngedrop" kafi dirundung kebingungan
KAMU SEDANG MEMBACA
NARABARA
RomanceEND ~~~ Nara gadis berusia 17 tahun yang menerima sebuah tantangan dari sahabatnya Yaitu harus meluluhkan hati kapten basket di sekolahnya Bara. Cowok yang terkenal cool dan jarang berinteraksi dengan lawan jenis kecuali mommy tersayangnya. Apaka...
