18. buruk

1.4K 91 8
                                        

Nara menangis dipelukan Alana demi apapun Nara takut bara kenapa napa

"Ra Lo jangan takut gue yakin bara akan baik baik aja" ucap Alana sejak ia kafi menyusul ke rumah sakit alana terus menenangkan sahabatnya itu

"Ini semua salah gue lan seharusnya gue yang ada disana bukan bara hiks" ujar Nara dengan suara serak terbesit rasa takut

Alana menghela napas mengusap punggung Nara saja pilihannya daripada banyak bicara

Kafi termenung di depan pintu ia menangis dalam diam

"Tolong selamatkan saudara saya tuhan..." Lirih kafi

Veronica datang langsung menanyakan kondisi bara pada kafi menghiraukan keberadaan Nara dan Alana

"Kafi gimana bara? Dia baik baik aja kan?" Cemas Veronica

"Dokter sedang menangani bara, kita berdoa untuk keselamatan bara" ujar kafi Veronica mengangguk ia memilih bergabung dengan Nara dan Alana

Nara menatap Veronica yang menunduk ia tahu gadis itu juga mengawatirkan bara

"Sorry gara gara gue bara kayak gini ver" celetuk Nara sambil menghapus airmata

"Ini bukan salah Lo Ra bara hanya ingin melindungi gadis yang ia cinta" Veronica tersenyum tipis di wajah cemasnya akan tetapi Nara merasa tidak maksud

"Maksudnya?" Tanya Nara

"Permisi keluarga pasien?"

Semua sontak mengalihkan perhatiannya pada dokter yang baru membuka pintu

"Saya saudara nya gimana kondisi bara?" Ucap kafi

Dokter menghela nafas panjang "pasien mengalami pendarahan cukup serius"

"ini mengakibatkan kondisi pasien kritis jika tidak secepatnya mendapatkan donor darah" ucap dokter

Mereka syok berat terutama untuk Nara ia semakin merasa bersalah

"Dok saya akan mendonorkan darah saya yang kebetulan sama dengan bara" ucap kafi serius

"Baiklah jika begitu ikuti saya ke ruang donor darah" kafi mengangguk patuh lalu mengikuti langkah dokter

"Semoga secepatnya kondisi bara pulih amin" ucap Alana

"Iya benar" ujar Veronica ia lega setidaknya bara mendapatkan donor darah dari saudara kembarnya itu

Sedangkan Nara hanya mampu diam karena ia sangat bersalah menurut nya kondisi bara gara gara dirinya

"Gue nggak mau kehilangan Lo"

Nara menatap nanar pintu yang menghubungkan nya dengan bara yang berbaring lemah

Nara melangkah pelan melihat bara dari jendela. Lelaki itu telah dipasang alat medis lengkap

Itu tandanya kondisi bara tidak dibilang baik baik saja

Itu tandanya kondisi bara tidak dibilang baik baik saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NARABARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang