Hari menjelang sore Nara dan Bara, sudah cukup lama di lapangan untuk melatih kembali bakat mereka di bola basket, yaa,, keduanya bermain basket
Bara kali ini mengambil alih bola sementara sang gadis sedang berusaha merebut bola ditangan bara
Bara dribbling basket ditempat. tersenyum penuh arti menatap nara yang sama melempar senyuman miring sedikit berjarak di depannya
Nara bersedekap dada "bar aku pastikan kamu kalah" ucapnya penuh percaya diri
Bara menggeleng "enggak untuk kali ini, pasti aku yang menang"
Nara cemberut saat melihat bara seperti tidak main main dengan ucapannya
"Kenapa? Kamu kok diam? Kamu takut?" Bara terkekeh kecil
Sontak Nara menggeleng "enak aja!"
Ada suara kekesalan di nada bicara Nara malah membuat bara gemas hingga ia salah fokus dan Nara telah mengambil bola dengan mudah
Lalu Nara berlari sambil memantulkan bola diatas lantai
"Hahaha, lihat kan aku bisa ambil dengan mudah, jangan remehkan cewek di hadapan mu ini"
Bara menggeleng geleng kecil melihat tingkah tengil Nara. Tidak ingin menyerah begitu saja bara tak tinggal diam
Bara mulai mengejar Nara dan berusaha mengambil bola tentu Nara akan terus mempertahankan bola di tangannya
Nara memasukan bola ke dalam ring dengan jarak cukup jauh setelah berhasil menghindari kejaran bara
"Yeay!!" Seru Nara loncat loncat saking senangnya
Bara berpura pura merajuk "yaah.. kalah. enggak bisa! kita ulang"
"Enak aja, ini udah yang kelima itu artinya aku yang menang" Nara menaik turunkan alisnya
Bara mengusap kepala Nara "okee aku ngaku kamu memang menang"
"Nggaak kurang tau!" Protes Nara
"Iya kamu emang hebat dan jago main basket nya" ucap bara sudah tahu Nara akan menagih omongannya seperti itu
"Nah baru benerr"
"Sekarang istirahat dulu yuk, nanti aku beliin minum" bara mengajak Nara duduk di pinggir lapangan
"Kamu tunggu disini dulu ya, aku cuma sebentar" bara sedikit menundukkan kepalanya untuk mensejajarkan wajah mereka
Nara mengangguk pelan lalu bara berlalu pergi dari hadapannya
"Kak naraaa"
Dari kejauhan Nara melihat Alisya berlari menemui dia
Kedekatan mereka terbilang cukup mudah saat pertama kali bertemu
"Sya kenapa kamu kesini?" Ucap Nara saat alisya sudah didepannya
Alisya ngos ngosan lalu meminta menjeda terlebih dahulu untuk memperbaiki pernapasan nya
"Makanya jangan lari lari sya" Nara terkekeh
"Jadi gini kak. Aku dikasih tahu sama aunty Luna, kalau kakak dan kak bara di lapangan deket komplek makanya aku susul" alisya menyampaikan niat kedatangannya
"Emang ada apasih?"
"Aku mau nagih janji kakak buat jalan jalan bareng" Alisya tersenyum memperlihatkan deretan giginya
"Oh iya kakak hampir lupa, oke besok aja ya? Kan ini udah sore" Nara mengusap rambut panjang alisya
"Tapi kan besok kakak sekolah!" Alisya cemberut moodnya seketika menurun
KAMU SEDANG MEMBACA
NARABARA
RomansaEND ~~~ Nara gadis berusia 17 tahun yang menerima sebuah tantangan dari sahabatnya Yaitu harus meluluhkan hati kapten basket di sekolahnya Bara. Cowok yang terkenal cool dan jarang berinteraksi dengan lawan jenis kecuali mommy tersayangnya. Apaka...
