33. Persiapan

1.2K 70 1
                                        

BAB TERPAJANG TINGGALKAN KOMENTAR DAN VOTE

~
Hari hari terus berjalan begitu cepat

Nara kembali dipertemukan dengan beberapa sahabatnya di kampus

Contohnya, Alana Kafi Dion dan tentu saja bara tunangannya.

Bara juga memegang peranan di salah satu perusahaan milik Alvin ketika waktu senggang atau tidak ada jadwal kampus

Kafi sebenarnya diminta seperti itu tapi ia memilih menolak ia ingin membangun restoran bersama Alana

Restoran kafi dan Alana tidak lama ini launching namanya cafe kafana lavender mengambil menu berbagai macam kue saja dan minumannya coffe latte

Mereka memilih menu tersebut karena kue adalah makanan favorit Alana sedangkan coffe latte minuman favorit kafi

Dion mengambil pekerjaan di cafe sahabatnya itu sebagai kasir

Hari ini niat bara dan Nara akan fitting baju pengantin mereka yang diambil di boutique langganan Elisha dan Luna

Untuk membayarnya sudah diurus oleh para orang tua, mereka hanya menggerakkan badan

Alana dan Nara sengaja menunggu Kafi yang masih ada jam kampus

Alana meminta untuk Nara menemaninya alih alih menunggu jemputan bara

Bara hari ini tidak ada kelas makanya ia sedang berada di kantor Alvin dan sebentar lagi akan menjemput Nara untuk berangkat ke boutique

"Untuk pernikahan lo sama bara udah sejauh mana?" Perbincangan mereka diawali oleh pertanyaan Alana

"Udah 80% lah kalau dipikir pikir, ini aja gue mau ke boutique ambil baju pengantin"

Alana mengangguk angguk "semoga dilancarkan ya pernikahan kalian"

"Amin dan lo cepet cepet dikasih kepastian sama kafi" ucap Nara sedikit menggoda

"Kalau itu udah nggak usah diragukan lagi, nih" Alana memamerkan jarinya yang sudah dipasang cincin berlian

Nara menutup mulutnya "omaygat!! Demi apa! Gue kaget banget dong!"

"Udah jangan lebay emang kafi kasih nggak terlalu publik asal pasti! Kata dia gitu"

"Selamat yaa kapan nih kalian nyusul?" Nara menaik turunkan alisnya

"Ya nunggu Lo sama bara nikah lagian kita masih banyak yang harus kita urus, contohnya persiapan diri" ucap Alana terkekeh

"Oh iya juga sih nanti gue bilang deh sama bara cepet cepet nikahin gue"

"Kenapa gitu? Lo ngebet pingin--" mulut Alana langsung dibungkam oleh Nara

"Suttt pikiran Lo aneh aneh! Maksud gue kalau gue nikah Lo sama kafi juga cepet nikah" ucap Nara langsung meluruskan maksudnya

Tin tin

Nara dan Alana menoleh kompak bara sudah sampai dan langsung menghampiri mereka

"Tuh pangeran lo udah datang" ucap Alana memutar bola matanya

Nara tersenyum menyambut lelaki adalah calon suaminya

"Kamu udah lama nunggu? Maaf ya" ucap bara langsung merangkul pinggang Nara posesif

"Nggak juga kok aku lagi ngobrol sama Alana" bara mengalihkan pandangannya kepada Alana

Alana sedang membuang muka sangat sebal di posisi jadi nyamuk

"Lan Kafi mana?" Tanya bara

"Dia masih ada kelas"

"Kalau gitu kita langsung berangkat aja sayang" bara menatap Nara lalu Nara mengangguk pelan

NARABARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang