Identitas Delfi

121 6 0
                                        

Delfi tersenyum miring

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Delfi tersenyum miring. Dia beradu tatapan dengan Leana yang ketakutan dengan bahu gemetaran. Laki-laki itu memiringkan kepalanya masih tersenyum kesetanan.


"Leana adalah orang yang udah bunuh kedua orang tua lo, Safira." Ungkap Delfi.

Semua orang yang ada disitu terkejut dan terperangah. Tentu saja mereka sulit mempercayai perkataan Delfi atau bahkan mereka menolak untuk percaya pada setiap ucapan lelaki itu.

"Delfi! Berhenti jadi manipulatif!" Sergah Jovan. Kesabaran nya sudah setipis kertas, kalau bukan karena Kevin yang menahan lengannya terus-terusan. Jovan pasti sudah merobek wajah Delfi dengan kesetanan.

"Lo pasti sulit menerima kenyataan ini. Ngga ada yang bisa lo percaya didunia ini, jangan lihat siapa yang bicara tapi dengar apa yang dia sampaikan." Kata Delfi lagi.

Safira dan Leana saling tatap. Leana menggeleng pelan tak ingin Safira terpengaruh dengan perkataan Delfi barusan. Safira justru tidak mengatakan apapun dan terlihat gelisah.

"Selanjutnya, setelah Leana. Masih ada satu lagi musuh Lo yang lo kira teman terbaik disisi lo." Kata Delfi lagi. Keempat orang yang ada didepannya terlihat kebingungan.

"Kevin."

Safira, Leana dan Jovan menoleh menatap Kevin. Begitu namanya disebut, Kevin tertegun dan balas menatap wajah teman teman nya yang pias.

"Kevin juga musuh Lo, Ra. Musuh terbesar lo!"

"Berhenti disitu, Delfi. Lo udah terlalu banyak bicara. Lo bener bener ngga punya belas kasihan." Sunggut Safira. Rasa sakit di dadanya perlahan berkurang namun masih ada nyeri yang menghujam di detik detik berikutnya.

"Kalian ngga mau tahu satu fakta lagi?" Delfi cemberut.

"Gue akan kasih tahu semua kebenaran nya ke kekalian. Tentang kenapa Leana dan Kevin bisa jadi musuh terbesar lo, musuh dalam selimut."

Safira memperhatikan Kevin yang terlihat gelisah dengan peluh membanjiri kepalanya.

"Pertama-tama gue mau kasih tahu identitas gue yang sebenarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pertama-tama gue mau kasih tahu identitas gue yang sebenarnya."

flashback on :

KriminalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang