Apologize

225 8 1
                                        

Dengan cepat Shaka berlari menyambut kedatangan adiknya dengan pelukan. Begitupun dengan Safira yang langsung melepaskan tangan Leana begitu melihat Shaka dan berlari memeluk Abangnya.

"Hiks..!"

Shaka mengangkat tubuh adiknya yang terasa lebih ringan dari sebelumnya kemudian mendongak menatap wajah kusam dan penuh kesengsaraan didalam wajah adiknya.

"Kamu ngga kenapa-kenapa, kan? Abang khawatir!" Ucap Shaka dengan mata berbinar.

Safira menggelengkan kepalanya cepat. Air matanya tumpah seketika.

Leana menatap keduanya haru. Seorang polisi wanita datang dari arah belakang dengan membawa sebuah jaket tebal berwarna hijau army kemudian memakaikannya pada Leana.
Leana tersenyum kepada polwan tersebut.

"Makasih."

"Silahkan masuk dulu kedalam mobil." Ucap polwan itu.

"Tunggu!" Kata Leana. "Teman teman kami masih ada di dalam gedung!" Tiba tiba gadis itu menyentak.

Semua orang yang ada disana menatap kearah dua gadis itu kemudian mengangguk paham.
Jasad Delfi sudah di amankan oleh para polisi termasuk Bayu dan Yosua.

Shaka menyentuh  kedua sisi wajah adiknya kemudian Menatap tajam.

"Dek, kamu masuk mobil sekarang sama Leana biar teman teman kamu yang lain Abang yang urus." Kata Shaka meyakinkan Safira.

Gadis itu menundukkan wajahnya membuat Leana juga ikut bersedih.

"Bang, teman-teman kami udah meninggal," Safira menunjuk kearah semak semak.

Karena melihat gadis itu terus menangis Shaka pun tak henti menghapus air mata itu dengan kedua jemarinya.

"Mereka semua di bunuh oleh Delfi! Mereka udah ngga menyatu!" Kata Safira lagi dan menangis sejadi-jadinya.

"Dek, bicara yang jelas, ada apa?"

"Pak Shaka!, tolongin semua teman teman kami di gedung tua yang ada di sana. Masih ada dua yang hidup sisa nya udah mati semua!" Ucap Leana memperjelas maksud Safira.

"Sekarang juga kalian berdua masuk mobil dan jangan sekalipun keluar!" Titah Shaka.

Keduanya mengangguk. Polwan yang sama datang mengambil tangan mereka kemudian membawa mereka masuk kedalam salah satu mobil.

Setelah keduanya masuk kedalam mobil, mereka berdua saling diam sejenak kemudian Safira berujar duluan.

"Yang tadi itu beneran lagi acting?" Katanya.

Leana menatapnya sejenak kemudian memalingkan wajahnya menatap keluar jendela. Gadis itu tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Safira dan memilih untuk membisu untuk sementara waktu.

- - - - - -



Shaka tiba di lokasi yang menjadi tempat terjadinya peristiwa kejam itu. Dia datang dengan beberapa mobil polisi yang mengikuti dari belakang sementara mobil yang membawa Leana dan Safira sudah kembali dan akan langsung menuju rumah sakit.

Seluruh pasukan polisi keluar dari mobil bersama senjata api masing masing. Tanpa berlama lama lagi semuanya langsung dikerahkan untuk masuk kedalam gedung tersebut.

"Woof! Woof! Grrrrr......."

Shaka melihat Wati yang sedang menatap kearah hutan. Moncongnya menempel di tanah sambil mengendus endus bau. Yosua mengusap kepala anjing itu sambil menenangkan nya tapi si anjing tidak mau berhenti menggonggong.

KriminalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang