✨. 26 : Hidden Sirine

192 14 10
                                        

"A rainbow was painted on his smile yet a heavy rain poured in his heart—screaming,
begging for a hand."

***

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Pemuda manis itu—Sebiru, terbangun dari tidurnya karena mimpi buruk. Pelipisnya dipenuhi keringat. Nafasnya memburu tidak beraturan. Tara yang sedari tadi berada di sisinya itu pun langsung khawatir.

"Kamu bangun, Sayang? Kenapa, apa ada yang sakit? Bilang sama Ayah," tanya Tara lembut sambil merapikan poni Biru yang menempel di dahinya karena keringat.

Biru terdiam, tidak langsung menjawab pertanyaan dari Tara. Dia berusaha untuk mengatur nafasnya terlebih dahulu, dan Alhamdulillahnya berhasil, nafasnya sudah lebih enak daripada sebelumnya.

"I got a nightmare," jawabnya pada akhirnya.

"Tidak usah dipikirkan, itu hanya bunga tidur. Kamu tidak perlu takut, ada Ayah di sini sama kamu," Tara tersenyum, kali ini sambil mengelus kepala Biru agar anak itu merasa lebih tenang.

Biru mengangguk. "Terima kasih, Ayah."

"Sama-sama, Sayang."

"Kabin ke mana? Sebelum Biru tidur tadi, Kabin yang jagain Biru tapi kenapa sekarang jadi Ayah yang di sini?"

"Bintang dan Bulan tadi ada di sini. Tapi sekarang mereka sedang mengurusi teman mereka dulu, nanti kalau sudah selesai pasti mereka akan ke sini lagi untuk jagain kamu."

"Siapa, Yah? A Hali?"

Tara menggelengkan kepalanya. "Bukan Lintar, tapi teman yang lain, sepertinya teman baru mereka. Ayah juga tidak tahu namanya siapa soalnya tadi Ayah tidak sempat bertanya."

"Oh, oke."

"Ngomong-ngomong bagaimana keadaanmu? Apa yang kamu rasakan sekarang? Apa perlu Ayah panggilkan Dokter?"

"Tidak perlu, Ayah. Biru sudah merasa lebih baik daripada sebelumnya. Dada Biru sedikit sakit dan sesak sih, tapi tidak apa-apa. Ini sudah biasa. I just need you to stay here and I'll be alright."

"Kamu tenang saja ya, Sayang. Ayah akan menemanimu di sini, kalau perlu Ayah akan menginap di sini malam ini. Jika itu memang bisa membuatmu lebih baik."

Hati Biru menghangat, karena perlakuan yang diberikan Tara kepadanya. Seolah Biru bisa mendapatkan lagi kasih sayang dan perhatian seorang Ayah yang selalu dia rindukan dari Abbanya selama ini.

STARLIGHTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang