"Kenapa Mas mau mendekati Mentari lebih dulu?" Tanya Nayara. Pandangan matanya tak luput menatap laki-laki yang baru saja mengutarakan niatnya.
Menikmati makanan khas sunda dan komplit dengan lalapan khasnya, Regan dan Nayara sudah menyelesaikan makan makan malam mereka dan kini mereka sudah keluar untuk berkeliling kembali. "Katanya kalau mendekati ibu tunggal harus dekat dulu dengan anaknya, kalau anaknya bisa menerima kehadiran orang lain dalam hidup dia biasanya ibunya akan ikut menerima." Jelas Regan
Nayara jadi terharu. Ia sudah pernah ada pengalaman soal cinta dan perasaan jadi apa yang Regan utarakan Nayara langsung paham. "Mas dekat sama saya karena merasa bersalah kah?" Tanya Nayara to the point.
"Kamu menilai saya seperti itu? Saya nggak pernah berpikir seperti itu Nayara, memang saya merasa bersalah tapi saya ingin mendekati kamu itu perasaan alami saya." Jawab Regan lagi
Mereka berhenti tepat di salah satu penjual permen kapas dengan banyak karakter, Regan berniat membeli untuk Mentari setelah mendapat izin dari Nayara. "Tari suka kan?" Regan memastikan.
Nayara mengangguk, ia belum menjawab ucapan Regan sebelumnya. "Suka Mas tapi jangan banyak-banyak ya, anaknya mudah batuk.."
"Baik Ibu...." Balas Regan
Membuat hati Nayara menghangat. Masih banyak pertanyaan yang ingin ia utarakan soal bagaimana laki-laki itu bisa menyukainya bukankah seorang ibu tunggal sulit diterima apalagi anaknya sudah besar.
"Karakter kesukaannya apa?" Tanya Regan
"Dia suka semua tapi lebih suka karakter kuromi Mas, lucu katanya."
"Ada lagi?"
Nayara terdiam sebentar. Terkadang ia sering luput soal kesukaan Mentari karena kesibukannya kadang ia masih bertanya ke mbak Ayi dan kali ini ia merasa kalau ia tidak banyak tahu soal Mentari. "Setahu saya cuman itu, saya kadang suka lupa Mas. Saya masih kurang tahu soal Mentari. Saya selalu sibuk bekerja..." jawab Nayara
Tangan Regan mengulurkan tangannya. "Kamu tetap ibu yang baik buat Mentari, saya ambil karakter acak ya, terpenting bukan babi takut Mentari nggak suka."
"Baik, Mas.... Makasih ya." Ucap Nayara tulus
Regan tersenyum hangat. Ia sudah membeli permen kapas dengan dua karakter berbeda, ia juga membeli kentang goreng tanpa bumbu untuk Mentari. Mereka juga harus segera pulang.
"Saya mengizinkan Mas mendekati saya." Ucap Nayara tiba-tiba, mereka sudah ada di dalam mobil Regan.
Regan menoleh. "Terima kasih... Tapi saya izin mendekati Mentari ya?"
"Harusnya Mas mendekati saya lebih aktif lagi bukan Mentari, Tari masih kecil dan dia tidak paham."
"Saya akan mengimbangi kalian berdua tapi saya nggak mau Mentari merasa kalau saya merebut mamanya."
Apakah Nayara jatuh cinta dengan Regan jawabannya perasaannya itu berproses terkadang ia merasa bahwa perasaannya sebuah rasa kagum, atau terkadang ia merasa ingin kembali membuka hatinya karena perlakuan Regan terhadap dirinya terutama Mentari namun di sisi paling dalam realita terus menyuruhnya untuk sadar. Mana mungkin ia bisa jatuh cinta dengan laki-laki yang memiliki nama baik, keluarga cemara rasanya ia lebih dulu sadar diri. Tapi perasaan adalah hasil atau perbuatan merasa dengan pancaindra.
"Makasih Mas sudah menerima saya dan Mentari mungkin ini adalah hal baru buat kamu, saya merasa takut." Jujur Nayara
Regan tiba-tiba menggenggam tangan Nayara dan Nayara nyaris melepaskannya namun laki-laki menggenggamnya lebih erat. "Saya akan selalu ada untuk kamu dan Tari, saya janji. Pelan-pelan saja semua berjalan seperti air, mengalir." Jawabnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Blooming
RomansaBlooming artinya berbunga. Bunga yang telah lama layu itu mencoba mencari keberuntungan baru setelah kenyataan menyadarkan dirinya kalau ia seorang pengangguran. Juni, 2024
