Diantar pulang lalu berakhir mengantar dirinya berangkat bekerja bersama Mentari juga membuat Nayara bertanya-tanya tentang niat Regan sebenarnya kalau ia menebak sembarangan barangkali ia salah mengira tapi ia bukan lagi anak-anak usia belasan tahun seperti anak yang baru mengenali perasan mereka sendiri, Nayara sudah memahami dan semua tindakan Regan seperti sebuah kode untuk dirinya.
"Mbak berapa? Kok melamun?"
Nayara segera meminta maaf bisa-bisany ia melamun di saat jam kerja belum berakhir. "Maaf Mbak, saya tadi kepikiran sesuatu. Seratus dua puluh, in kami kasih bonus roti tawar yang bahannya full susu." Jelas Nayara. Ia menerima pembayarannya dan memberikan pesanan pembeli.
"Makasih ya, Mbak..."
"Sama-sama Mbak, selamat datang kembali." Balas Nayara
Hari-hari Nayara seperti hanya soal lamunan dia dan isi kepala yang rumit saja, mau percaya diri tapi selama ini ia sering sekali mendapatkan rasa pahitnya. Nayara menghela napas panjang mari fokus bekerja saja dari pada bertengkar dengan isi kepalanya yang rumit.
"Nayara gimana pekerjaan hari ini?"
Nayara mendongak. "Ibu? Selamat datang di toko Bu..." Nayara menyapa bos perempuannya. Ibu Regan hari ini ke toko roti, "Alhamdullilah hari ini makin rame Bu." Jawab Nayara
Mama Regan tersenyum hangat. Sudah nyaris dua minggu Nayara bekerja di sini berdasarkan laporan karyawan lain kehadiran Nayara adalah pelengkap. Nayara bekerja dengan baik dan perannya seperti sosok seorang kakak bagi mereka Karena karyawannya usia mereka di bawah Nayara. "Syukurlah... Ibu dengar dari mereka katanya kamu suka buat bekal buat mereka, kamu nggak repot Nay?"
"Nggak Bu. Nggak setiap hari kok dan saya senang aja buatnya sekalian buat Mentari."
"Makasih ya, Nay... Ibu sangat bersyukur ketemu kamu. Ngomong-ngomong soal Mentari ada sesuatu untuk Tari. Kemarin Ibu ke Singapore terus ada sedikit oleh-oleh buat Tari. Terima ya, Nay..." mama Regan memberikan paperbag berwarna cokelat.
Nayara jadi terharu karena bosnya begitu perhatian dengan anaknya, begini rasanya ternyata jika anaknya mendapatkan perhatian dari banyak orang. "Ibu makasih ya, sudah mau menerima Mentari." Ucap Nayara tulus
Mama Regan tersenyum hangat lalu mengusap bahu Nayara. "Menjadi seorang ibu tidaklah mudah dan saya adalah seorang ibu yang bisa memahami bagaimana komdisimu. Maafkan Regan ya, Nay.."
Nayara menjadi malu karena seolah menjadikan Regan di posisi yang salah terus-menerus. "Maaf Bu, sebenarnya apa yang dilakukan pak Regan hal yang wajar dan konsekuensi untuk saya yang berbohong," jelas Nayara
"Iya tapi harusnya dia menjadi salah satu bos dan pemilik perusahaan yang harus menggandeng siapa pun." Jawab mama Regan
Bijak sekali perempuan di depannya dan keluarga Regan sangat manis dan sangat green flat menurutnya, ibu datang hanya memberi oleh-oleh dari Singapore dan ibu mengambil kue pesanannya yaitu kue ulang tahun.
"Semangat bekerja hari ini ya, kalian..." ucap mama Regan sebelum pulang.
"Makasih Bu..." jawab mereka serempak termasuk Nayara.
"hati-hati di jalan Bu..." Ucap Nayara
Mereka melambaikan tangannya dan Nayara beserta teman-temannya kembali masuk karena ada seseorang yang hendak mengambil kue ulang tahunnya.
"Sudah jadi Mbak?" Tanyanya
"Sudah Mas, atas nama siapa ya?" Nayara bertanya balik.
"Atas nama Djati Nugraha."
"Sebentar ya, Pak..."
Laki-laki yang memasan kue ulang tahun untuk pacarnya dengan desain bunga mawar yang terlihat sangat cantik dan simpel, Nayara membawa pesanan laki-laki itu keluar untung saja mereka tepat waktu dan cepat diambil karena kuenya baru selesai dibuat belum lama masih sangat terasa barunya. "Silakan cek lagi." Ucap Nayara
KAMU SEDANG MEMBACA
Blooming
RomansaBlooming artinya berbunga. Bunga yang telah lama layu itu mencoba mencari keberuntungan baru setelah kenyataan menyadarkan dirinya kalau ia seorang pengangguran. Juni, 2024
