Regan masih memperhatikan seseorang yang tengah sibuk menggerakkan tubuhnya dan berlenggak-lenggok di depan kamera sembari membawa produknya. Sesekali tangannya bergerak memainkan produknya dan ia tidak pernah merasa kecewa karena modelnya hari ini. Pemotretan sore ini hampir selesai dan akhir-akhir ini perusahaannya fokus dengan produk bibir yang kini tengah viral di kalangan perempuan, menyediakan beberapa warna yang warnanya cantik-cantik dan Regan juga mulai terinspirasi. Dengan beberapa produk Korea, bahkan ia ada rencana bekerjasama dengan salah satu dokter Korea untuk produk skincare-nya.
"Gimana Pak ada yang kurang?" Tanya fotografer. Ia juga memberikan kameranya pada Regan.
"Yang ini agak kurangnya, kalau saya minta minta buat nggak megang produk boleh?" Balas Regan
"Boleh Pak, berarti saya ambil satu jepretan lagi ya?"
"Iya, Mas. Thanks ya..." ucap Regan
Regan hanya mengomentari satu pose saja yang menurutnya mendadak tidak cocok karena terlalu banyak. Pose yang sama, jadi ia mengganti dengan pose biasa namun fokus warna bibir dan bibir sang model. Ia meminum kopinya di sela-sela pemotretannya sore ini ia bisa terjun langsung untuk memperhatikan.
"Pak maaf saya harus ngomong di sini."
"Ada apa Erna?" Tanya Regan
"Gini Pak, produk kita baru saja di-review oleh salah satu dokter."
Regan terdiam dan ia mendadak sedikit terkejut dan takut secara bersamaan meski produknya sudah sesuai dengan uji lab. "Respon bagaimana?" Tanya Regan
Erna tersenyum hangat."Mantap, Pak produk kita sesuai klaim untuk niacinamide-nya. Cuman ini masalahnya dikira, kita kehabisan stok secara tiba-tiba dan di gudang pun habis. Sementara bahan niacinamide kita juga terbatas."
Regan menghela napas lega mendengarnya karena produknya sesuai klaim. "Buat pre-order tiga puluh hari nanti biar saya komunikasikan dengan tim produksi. Kamu atur tiga hari mendatang ya, biar tidak terlalu terburu-buru." Jelas Regan
Erna mengerti. "Baik, Pak. Konsumen terus kirim chat Pak, kita bingung ya dn rasanya repot jika harus menjawab terus."
"Itu bagian pekerjaan seorang admin Er, terus jawab sesuai pertanyaan dengan isi yang sama." suruh Regan
"Baik, Pak. Saya akan mengoordinasi dengan tim tertentu. Permisi Pak..."
Regan mengangguk. Ia pamit dari ruangan pemotretan untuk kembali ke ruangannya karena ia harus mengecek langsung apa yang terjadi di sosial media soal siapa dokter yang membantu mempromosikan produknya. Setelah sampai ia langsung membuka laptopnya.
"Siapa dokter ini?" Gumam Regan. Pandangan matanya tak beralih dari layar laptopnya, memperhatikan setiap penjelasan dari dokter tersebut. Ia belum pernah melihat dokter ini di internet kemungkinan dokter yang baru di sosial media. membaca semua komentar yang ternyata sangat disambut hangat beberapa netizen.
@yaya456: Wah produk ini ya, nggak nyangka produknya murah tapi sesuai uji lab.
@marronad.wp: Sudah check out semoga cocok.
@Rarawife12: Dulu suka mikir negatif sama ini produk karena takut bahannya sembarang tapi ternyata luar biasa ya, check out ah...
@Yun1414: Pasti langsung sold out hahaha
Tanpa ia sadari senyumnya merekah, ada rasa lega dalam dirinya karena akhirnya produknya akan memiliki pasar tersendiri, ia hanya perlu mempertahankan kualitasnya saja. Ia sering mendengar ucapan papanya kalau semua itu butuh proses namun untuk sebuah barang dengan kualitas yang bagus akan menemukan pasarnya sendiri, sejujurnya produk ini pasarnya biasa saja. Mungkin beberapa orang masih kurang percaya dengan klaim uji lab, serta marketing mereka yang kurang aktif. Regan mengambil ponselnya hendak menghubungi seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blooming
Roman d'amourBlooming artinya berbunga. Bunga yang telah lama layu itu mencoba mencari keberuntungan baru setelah kenyataan menyadarkan dirinya kalau ia seorang pengangguran. Juni, 2024
