setelah beberapa bulan setelah mereka bertemu. akhirnya tahun ajaran baru pun kini di mulai. setelah menjalankan ospek nya selama 5 hari.seluruh mahasiswa dan mahasiswi baru berbondong-bondong memasuki gedung kampus dengan sangat bersemangat bersama teman-teman nya. dengan penuh antusias mereka memasuki kelas nya.
"𝐻𝑎𝑖𝑖𝑖!!! 𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑦𝑎𝑎 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑔𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑚𝑢𝑢!!"
"𝑙𝑜ℎ?𝑃𝑟𝑎𝑐𝑒𝑙𝑦𝑛?"
"𝑅𝑦𝑙𝑒𝑒?!"
"𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎 𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛𝑛!!"
"𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑒𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑎𝑑𝑒𝑚𝑚!!"
"𝑜ℎ 𝑚𝑦 𝑔𝑜𝑑-𝑜ℎ 𝑚𝑦 𝑔𝑜𝑑!! 𝑣𝑖𝑒𝑤 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑗𝑒𝑛𝑑𝑒𝑙𝑎 𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑎𝑔𝑢𝑠 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡𝑡!!"
"𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡𝑡𝑡!!𝑠𝑢𝑘𝑎𝑘𝑘!!!"
𝒖𝒄𝒂𝒑 𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉 𝒎𝒂𝒉𝒂𝒔𝒊𝒔𝒘𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒉𝒂𝒔𝒊𝒔𝒘𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒔𝒂𝒋𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒂𝒔𝒖𝒌𝒊 𝒌𝒆𝒍𝒂𝒔 𝒏𝒚𝒂.
disisi lain,Asher yang tidak memiliki teman satu jurusan pun hanya mencari kursi yang menurut nya nyaman dan menempatkan dirinya disana. seperti biasa pada saat awal nya ia bersekolah di SMA. ia tampak sama sekali tidak bersemangat, dan merasa tertekan. karena setiap saat..ia terus merasakan kesepian yang amat sangat dalam di dirinya.
ia terus memandangi ponsel nya yang sama sekali tidak ada notifikasi dari satu orang pun. meski begitu,banyak sekali teman satu angkatan nya atau bahkan adik kelas nya yang merindukan keberadaan nya. banyak sekali yang ingin mencoba untuk berkomunikasi dengan Asher. namun Asher memilih untuk membiarkan nya.karena menurutnya,belum ada atau bahkan tak akan ada yang ingin mencintai nya dengan tulus sebagai mana pribadi ia sesungguhnya. lagi pula,ia tidak mau melampiaskan kesedihan atau kesepian nya ke orang-orang yang menyukai nya.ia tak mau lagi ada yang seperti Rayna.
disaat kesedihan sedang menimpa nya.tetiba seorang perempuan berbadan ramping,ber rambut hitam dengan pola rambut yang bergelombang. dan berpakaian sopan datang mendekati nya. menyapa Asher yang sedang melamun itu.
"hai?!" ucap nya dengan nada yang lembut,namun bersemangat.
"oh...hai...?" Asher spontan menoleh ke sumber suara dan menyapa nya balik.
"what's your name btw??" ucap perempuan tersebut
"Asher.." balas Asher dengan nada yang sangat sangat datar
"ouh...such a pretty name!"
"thanks.."
"...oh ya!kenalin ya nama aku Alina!nice to meet you Asher!semoga kita bisa berteman baik ya!"
𝑨𝒔𝒉𝒆𝒓 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒍𝒂𝒔 𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒚𝒖𝒎 𝒕𝒊𝒑𝒊𝒔.
tidak disangka oleh nya,tetiba saja gadis itu duduk tepat di sebelah kanan nya. dengan santai ia menaruh barang bawaan nya dan memulai percakapan dengan Asher.
"eh by the way,aku boleh manggil pake nama singkatan kamu gak?kayak...ash..?maybe?" ucap nya,mendekatkan tubuh nya ke Asher saat dirinya sedang menanyakan beberapa hal
"oh..iya boleh..." balas santai dan juga datar
"oh ya,kamu dari SMA manaa?"
"theodorea,tau?"l
"wihh?!tauu dong akuu,itu salah satu SMA terbaik kann!!"
"..." Asher menatap meja nya.membengung dan tak mau menjawab nya
"oh ya!jar-" ucap Alina terpotong saat dosen memasuki ruangan nya.
pandangan dan fokus nya Asher spontan teralihkan saat dosen memasuki kelas. ia sama sekali tidak menghiraukan apa yang ingin di ucapkan oleh Alina
"oh...." Alina menunduk canggung karena merasa dirinya dianggap tidak ada oleh Asher
***
waktu istirahat pun tiba. seluruh teman sekelasnya mulai berpergian ke kantin untuk makan siang. terkecuali Asher. ia masih memainkan ponsel seakan ada yang mengabari nya. Alina yang juga masih berada di dalam kelas nya pun mengajak nya untuk makan siang bersama nya. terlebih lagi,Alina juga belum memiliki teman di kampus. jadi ia melakukan apa pun sendirian,atau pun dengan meminta bantuan Asher. karena baru Asher lah yang ia ajak berkenalan.
"Asher..boleh temenin aku makan siang gak?!aku belum kenal siapa pun soalnya..." ucap Alina dengan sangat percaya diri
"ah...gua udah ada janji sama temen.." balas Asher berdiri,bersiap untuk keluar dari kelas nya untuk menemui teman-teman nya
"oh...yaudah deh.." mendengar balasan Asher. dirinya menjadi patah semangat. dan langsung membalikkan badan nya untuk pergi keluar dengan langkah nya yang sangat sunyi
disela sela itu.Asher langsung berjalan melewati Alina dengan semangat untuk bertemu teman-teman nya.
***
"wooohooo akhirnya jagoan kita datengg!!" ucap Dyra dengan nada dramatik nya
"nahh!ayok kita ke kantin!laper banget nih guaa!!" ucap Nathaniel berjalan dengan tempo langkah yang cepat karena saking bersemangat nya untuk memakan makanan kantin
"yooww!!" ucap Kaela mengikuti setiap langkah Nathaniel yang berada di depan nya
tertawa melihat tingkah laku Nathaniel dan Kaela. Dyra secara tetiba merangkul pundak Asher dan dengan menanyakan beberapa hal mengenai hari ini. merasakan ada dorongan dari pundak nya. Asher spontan terkejut dan membungkuk kan tubuh nya karena perbedaan tinggi badan nya dengan Dyra yang cukup jauh.
"woi lah.." ucap Asher merasa tidak nyaman akan rangkulan nya
"yeahahahahaha!gimana kelas lu?asik kagak?pasti ada yang baru lagi yak?!wahahaha.."
"...lu kata gua taehyung bts?banyak yang sukain?lawak lu"
"jiahh..gimana gak ngira begitu!di SMA aja banyak gimana disini!"
"ya tapi kan-" ucap Asher terpotong karena Dyra dengan sengaja memotong pembicaraan nya
"ssttt...asal lu tau ya sher...di kampus malah lebih banyak yang kayak gua..." Dyra berbisik ke Asher sembari melihat-lihat sekeliling nya
Asher melirik Dyra sembari memutarkan bola mata nya karena merasa heran dengan apa yang Dyra bicarakan. dia pun melepaskan rangkulan nya dan pergi mengejar Nathaniel dan Kaela yang sudah berada jauh dari nya.
"lah si anjir gua di tinggal cok!woi!" ujar nya berlarian mengejar teman-teman nya
~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
