46. ALINA

392 24 1
                                        

***

"kita mau kemanaa?!atau main apaa?!?!" ujar Alina dengan semangat setiba nya di mall yang super lengkap itu

"lu mau nya apa?gua ngikut." balas Asher dengan wajah datar nya

"uhmm...timezone?!bolehh?!?!"

"boleh.."

"yeyy!!let's gooww!!"

Alina dengan bersemangat mencari lantai tempat dimana Timezone berada. setelah ketemu, mereka kemudian melakukan pembayaran dan menikmati permainan sampai saldo yang ada di kartu nya habis.

karena Asher yang melakukan pembayaran nya, Alina tidak mengetahui berapa isi saldo nya. dan langsung menerima nya ketika Asher memberinya sebuah kartu.

"yukk!!kamu mau main apaa?!" ucap Alina, menatap Asher.

"lu aja dulu.."

"hmmm...oke dehh. aku mau main basket ituu!!" balas Alina sembari menunjuk kearah permainan basket yang ada dekat dari kedua nya

Alina pun menikmati setiap permainan yang ia mainkan. tetapi berbeda dengan Asher. ia hanya membantu Alina dengan memegangkan barang nya. seperti permen yang ia dapat dari mesin capit,tiket yang ia dapat dari mesin permainan, dan juga tas nya.

saking asik nya ia bermain. Alina sampai terlupa bahwa Asher belum memakai kartu nya sama sekali. dan hanya membantu nya untuk membawa barang-barang nya.

ketika sedang berkeliling untuk mencari permainan yang seru, ia baru teringat akan hal tersebut dan langsung memberhentikan langkah nya.

"eh!!ya ampun maaf Asher...kamu kan belum nyoba game nya yaa?!?!mqaff!!nihh kamu main gihh" ucap nya menyodorkan kartu nya

"gak,gausah...udah muak gue sama game ini" balas Asher

"ih benerann?!"

"iya. udah pake aja"

"yaudaa..aku mau main mesin capit boneka, kalau aku gak dapet-dapet bantu in yaa!!"

𝑨𝒔𝒉𝒆𝒓 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒌 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒏

Apa yang di bilang Alina benar saja terjadi. Karena sudah 4x ia mencoba untuk mendapatkan boneka di mesin capit yang sama. Ia tak kunjung dapat. Alina yang merasa frustasi pun langsung menatap Asher dengan wajahnya yang menunjukkan ekspresi seolah-olah sedang meminta pertolongan.

"bantuin..." ucap nya dengan nada yang merayu

"sini..."

Asher pun maju tepat di depan mesin capit itu. tubuhnya yang gagah,ia mengontrol joystick dengan sangat santai. meskipun santai dan pelan, dalam sekali coba ia langsung mendapatkan nya. Alina yang berada di sebelahnya menyaksikan dengan sangat serius. Yang biasanya bawel, kini ia justru diam dan gugup menunggu detik-detik penentuan, berharap boneka itu berhasil didapatkan dari mesin capit.

Dan saat boneka itu berhasil didapatkan, Alina spontan berteriak, membuat Asher yang sedang mengambil boneka itu terkejut oleh suaranya.

"eh kaget ya...?ehehehe maaf..." Alina menutupi mulut nya dengan tangan nya karena malu

"udah?apa mau main yang lain?" lanjut Asher

"apa ya...udah deh kaya nya...aku bingung mau mainin apa lagii...abisnya udah aku mainin semua yang aku suka tadii..ini serius kamu gak mau main??"

"ngga. yaudah kalau mau udah,tukerin tiket nya aja"

"okeyy! eh,btw kamu top up nya berapa dehh?kaya nya ga abis-abis?aku juga gak merhatiin tadi sisa saldo nya"

Forced To Be A BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang