***
Baru saja melangkah untuk berjalan ke tempat dimana Asher me-markirkan mobil nya, otot-otot kaki perempuan tersebut melemah secara tiba-tiba, yang membuat nya hampir terjatuh.
Melihat perempuan tersebut hampir terjatuh, dengan cepat Asher meraih lengan nya.
"udah gak kuat ya?, sini saya gendong." Asher kemudian mengambil kantung belanja yang masih di bawa oleh perempuan tersebut, dan berencana untuk menggendong nya dengan gaya piggyback.
Asher kemudian menggantungkan kantung belajaan nya di pundak, berjongkok, menaruh kedua tangan nya di belakang untuk menopang tubuh mungil perempuan itu. Dengan ragu, perempuan tersebut mendekat, menempelkan tubuh nya ke punggung Asher, dan melingkari leher Asher dengan kedua tangan nya. Dengan hati-hati, Asher bangun dari jongkok nya dan membenarkan posisi perempuan itu.
"...oh ya, kalau boleh tau, nama kamu siapa? biar enak saya manggil nya...?" tanya Asher saat dia terus berjalan menuju tempat parkirnya.
"...." perempuan tersebut masih ragu untuk menjawab nya.
"...ah...gapapa, saya ng-" ucapnya terpotong saat mendengar balasan dari perempuan tersebut.
"Anora...Anora Celestie..."
"...!what a beautiful name..."
"makasih..., kalau kamu?"
"Asher...River Azzachry Asher. Saya.. perempuan, by the way..."
"iya...aku tau."
"....?! jarang lho orang yang bisa langsung tau begitu..." Asher begitu terkejut ketika mendengar jawaban dari Anora.
"mungkin kamu gak inget, tapi aku yang waktu itu pernah tabrak an sama kamu di kantin kampus. Aku juga yang dulu kerja di cafe Velour sebagai barista yang sering kamu datengin."
"ah...! jadi yang waktu itu nabrak saya, kamu?. Saya gak terlalu ingat tentang tabrakan itu, tapi yang saya ingat dengan jelas yaa...kalau kamu itu barista di cafe Velour."
"hmm..."
"terus...kenapa sekarang kamu jarang keliatan? ntah itu di kampus, ataupun cafe?"
"huufftt...cerita nya panjang..."
"uhm...kalau kamu gak keberatan, saya siap buat dengerin..."
"eumm..."
𝑭𝒍𝒂𝒔𝒉𝒃𝒂𝒄𝒌 𝒐𝒏...
Pada sore menjelang malam hari, Anora baru selesai kelas, dan berencana untuk pulang ke rumah nya. Namun, baru saja sampai di depan gerbang, tetiba sekelompok laki-laki dan perempuan datang menghampiri nya. Dengan perawakan yang sangar, mereka mendekat ke arah Anora.
"heh kumel, mau kemana lu buru-buru amat?" ucap salah satu dari mereka
"tau nii, kek kita lah main!" sambung mereka
"dari pada lu pulang, sepi kan? mending ikut kita aja udah! main asik kita!" ujar salah satu laki-laki di antara kelompok tersebut.
"udah tau yatim piatu, bukan nya keluar yak main, biar gak sepi, ini malah ngurung diri di rumah..tch!" ujar laki-laki berambut pirang dan bertubuh kurus kering.
"mulut nya di jaga!" balas Anora dengan tegas yang kemudian menatap marah ke arah laki-laki tersebut.
"weettss...!santaii..." laki-laki tersebut dengan tengil mengangkat kedua tangan nya
Melihat Anora berani melawan, salah satu perempuan itu maju ke arahnya dan menarik kerah baju Anora dengan sangat kuat, dengan sengaja, perempuan tersebut menatap Anora dengan tatapan menantang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
