***
"kamu tau...?Jeanette adalah cinta pertama dan cinta terakhir tante..." suara nya terasa tercekik, tatapan nya masih sangat kosong, dan tangan nya yang masih menggenggam Anora, terasa begitu dingin seketika.
"g-gimana tan...?!" ekspresi Anora begitu terkejut ketika mendengar Charlotte berbicara. Begitu pula dengan Asher, dahi nya langsung mengkerut, dan suasana semakin memanas.
𝑭𝒍𝒂𝒔𝒉𝒃𝒂𝒄𝒌 𝒐𝒏...
Pada pukul 17.00 sore hari, dua gadis yang masih menggunakan seragam kampus terlihat menari di tengah deras nya hujan di taman. Mereka terus melompat sembari menari dengan sangat bahagia hingga salah satu dari mereka mulai jahil dengan menginjak kan genangan air yang terlihat baru dan bersih.
"aahh!!" seorang gadis dengan tubuh mungil, ber-rambut hitam pekat berkilau yang merupakan Jeanette, mencoba untuk lari dari ke-jahil an gadis bertubuh sehat dan tinggi itu.
"raaawwrrr!!" Charlotte terus menggoda dan mengejar Jeanette dengan suara-suara unik yang di buat oleh nya.
Mereka terus berlarian ditengah deras nya hujan. Bercanda tawa seperti tidak ada tekanan. Hingga tiba di puncak, dimana mereka ke-asik berlarian hingga Jeanette lupa dengan langkah nya. Ia pun terjatuh, lutut nya mengenai batu yang sangat lancip, cukup untuk meninggalkan luka dalam di kulit nya.
"a-ahh..." ia mendesah kecil ketika terjatuh, tanpa mengetahui luka di lutut nya cukup dalam hingga berdarah.
"Jean!!"Ia langsung berlari, membantu Jeanette untuk bangkit dari jatuh nya. Charlotte terlihat begitu khawatir ketika mengetahui bahwa darah keluar dari luka nya.
"lottiiee..." Jeanette menatap Charlotte dan memanggil nama nya dengan nada yang lemah.
"s-sayang aku minta maaf...k-kita ke dokter ya...?!" wajah nya terlihat begitu serius, tangan nya dengan sigap menutupi luka itu dari lebat nya air hujan.
"gak maauu...kalau di jahit gimanaa??" balas Jeanette yang hampir menangis, akibat phobia nya terhadap jarum medis.
"..." Charlotte menghela nafas, dan memilih untuk menggendong Jeanette terlebih dahulu untuk memindahkan nya ke tempat dimana mereka tidak terkena hujan.
Mereka meneduh di toko yang kebetulan sedang tutup. Charlotte terus menenangkan Jeanette dengan tangan kiri nya yang memeluk pundak dan kepala nya. sedangkan tangan kanan nya ia gunakan untuk menelfon supir pribadi nya.
Sesampai nya supir, Charlotte menyuruh nya untuk keluar dari mobil terlebih dahulu, agar bisa lebih leluasa ketika ia menggantikan pakaian Jeanette.
"Gery, ke rumah sakit saya ya." ucap Charlotte
"baik non..."
Mendengar bahwa dirinya akan di bawa ke rumah sakit, wajah nya panik. Ia menatap Charlotte dengan ekspresi yang tidak yakin. Ia terus menggenggam tangan Charlotte dengan kuat.
Charlotte yang menyadari hal tersebut pun meyakinkan Jeanette dengan mengelus tangan dan juga membelai rambutnya.
"kamu jatuh disaat hujan lagi lebat-lebat nya...luka kamu dalam, kotoran banyak yang masuk. kamu kuat sayang, ada aku..." ucap nya sembari terus membelai Jeanette dengan kasih sayang.
Waktu perjalanan menjadi cukup lama akibat lebat nya hujan yang menghalangi pandangan supir. Namun dengan kesabaran, mereka akhirnya tiba di rumah sakit. Supir tersebut turun, hendak membantu Jeanette yang terluka, namun Charlotte melarang nya. Dan menyuruhnya untuk menunggu saja.
Sesampainya di IGD Jeanette langsung di tangani dengan membersihkan luka nya terlebih dahulu, dan kemudian di jahit karena luka nya cukup dalam. Tidak kuat melihat jarum, Jeanette langsung memeluk erat Charlotte yang berada tepat di samping nya, dan memejamkan kedua mata nya. Charlotte juga dengan sigap menenangkan Jeanette yang ketakutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
