***
Asher dan teman satu circle nya menghabiskan waktu bersama di kantin kampus. Asher duduk di kursi kantin sembari meminum kopi yang ia beli. Kaela dan Nathaniel duduk disebrang Asher. Dan Dyra duduk di meja, menghadap kearah Asher.
"HAH?!?!ADA CEWEK YANG NGINEP DI KAMAR LO?!SIAPA ANJIR?!KOK GAK CERITA?!?!?" Dyra dan yang lain nya tentu terkejut akan berita seperti ini.
"siapa anjir sher?!kapan itu cok?!kok bisa?!" Nathaniel juga tak kalah terkejut. ia hampir tersedak minuman saat mendengar berita tersebut.
Kaela juga terkejut, wajah nya tertekuk dan memilih untuk menunggu Asher menceritakan kejadian lengkap nya.
Sementara itu, Asher hanya terbengung saat sedotan masih berada di dalam bibir nya.
"WOI!cerita in oon bukan ngelamun"
"ck! bawel lu. ini gua lagi mikir.."
"gak, coba lu kasih tau dulu ke kita orang nya yang manaa, biar ngerti juga kita alur nya nihh..." ucap Nathaniel
Asher menatap kearah Nathaniel, dan fokusnya langsung teralihkan kearah Alina yang terlihat dari jauh sedang menghampiri nya. Menyadari hal tersebut, Asher langsung mengangkat alis kiri nya. Seakan menunjuk seseorang namun menggunakan kode melalui alis nya.
Menyadari kode tersebut, ketiga nya spontan melirik kearah yang di tunjuk oleh Asher. Alina tidak sadar kalau dirinya diperhatikan oleh ketiga teman Asher. Tatapan nya hanya terpaku kepada Asher. Perlahan, ia melangkah maju, kearah mereka. Dan ia berniat untuk memberikan sesuatu untuknya.
"haiii!! kamu udah makan siang??" ucapnya dengan nada yang sangat antusias.
"...." Asher mengangguk kearah nya dengan ekspresi wajah yang bingung.
"bagus dehh!! inii, aku denger kamu suka coklat merek ini kann?! jadi aku beli in buat kamu dehh" Alina tersenyum lebar, menodongkan coklat kesukaan Asher kearah nya
"...oh...thanks ya" Asher menerima pemberian nya dengan perasaan dan wajah kebingungan.
Menyadari keadaan sedikit canggung, Alina menoleh dan menatap canggung kearah Dyra, Nathaniel dan Kaela. merasa keadaan semakin canggung, ia memutuskan kontak mata nya dengan semua teman Asher dan meninggalkan senyum sebelum ia pergi dari pandangan mereka.
Suasana sangat hening seketika saat Alina pergi. Hanya ada suara berisik dari setiap orang mengobrol di kantin tersebut.
"JIR ITU CEWEK LU SHER?!?!" Nathaniel berteriak disela-sela keheningan
"goblok, bukan cewek nya!" Dyra menoyor kepala Nathaniel cukup kuat
"paling...calon pacar.." Nathaniel mengobrol sendiri dengan dirinya. tanpa ia sadari, Asher sudah menatap nya dengan tatapan datar.
"...eh iya maap." ucap nya saat melihat kearah Asher
"tapi itu gimana cerita nya deh sher...?kok bisa sampe tidur di kamar kamu? bukan nya ada kamar tamu ya?" tanya Kaela yang terlihat sangat heran
"mama gue lah, biasa. "
"anjir...jatoh nya ngejodohin gitu gak sih..??"
"sstt!!" Kaela menepuk Dyra bermaksud untuk memberhentikan ucapan nya.
"huufftt...awal nya gua juga ngira begitu...cuma yaudah lah, ikutin aja alur nya. udah capek gue ngelawan mak gua. habis tenaga gua."
"tapi kalau di pikirin lagi...lu keren sih udah bisa nerima apa yang gak seharusnya terjadi...lu keren sih sher, keren banget."
"iyaa please...aku ngerti banget perasaan kamu, Asher. Kamu kuat banget udah bisa sampe sejauh ini. Semangat terus yaa!"
"unnggg...!! pelukk Asherr!!" Nathaniel berdiri dari kursi nya, menarik Asher agar ia bisa memeluknya.
"ck ah..!!" Asher mendorong wajah Nathaniel saat ia hendak memeluknya
***
Sepulang nya ia dari kampus, Asher mampir ke coffe shop langganan nya. dengan menggunakan pakaian nya yang telihat santai, dengan tenang ia memesan 1 gelas kopi Americano.
Tanpa peduli dengan siapa ia berbicara, ia menunggu pesanan nya sembari duduk di kursi yang sangat dekat dengan kasir. Dan saat pesanan nya tiba, ia keluar begitu saja dengan meninggalkan ucapan terimakasih kepada barista tersebut.
Barista tersebut adalah seorang perempuan yang pernah menabrak nya kala itu di kampus. Ia terheran. Bagaimana bisa jika dua orang yang telah bertemu untuk kesekian kali nya, namun tidak juga ada niat-an untuk menyapa, atau saling mengenal? apakah Asher benar-benar tidak peduli? apa ia hanya tidak menyadari hal tersebut?
***
𝑪𝒌𝒓𝒌𝒌...
suara pintu utama terbuka, menandakan Asher sudah pulang dari kampus nya.
Asher berjalan santai menuju ke ruang tamu, sebelum akhirnya ia tiba di kamar nya. Dengan tas yang masih menggantung di pundak kiri nya, Asher menyedot minuman yang baru saja ia beli, menggunakan tangan kanan nya dengan sangat santai dan penuh dengan ketenangan. Hingga...keadaan berubah drastis ketika ia melihat siapa orang sudah menunggu nya pulang.
Tatapan nya sangat datar ketika melihat Charlotte sedang fokus merapihkan lipstick nya. Tanpa sadar bahwa anak nya sudah pulang dari kampus. Ia juga melirik kearah Vera dan Alina. Tak jauh berbeda dengan Charlotte, Vera juga sedang menggunakan perhiasan seperti anting, dan cincin untuk acara yang akan mereka hadiri.
"ah...Asher udah pulang...tante nitip Alina ya sayang...kita ada acara reuni soalnya..!!ehehehe..." ucap Vera saat menyadari keberadaan Asher
"eh anak mama...kok gak ada suara nya sih...ahahaha...kaya yang udah tante Vera bilang, kamu di rumah sama Alina yaa. Sebenarnya mau main kemana aja juga boleh sii! asal temenin Alina nya..ya?!" lanjut Charlotte dengan nada yang sangat antusias
Tanpa membalas pernyataan Charlotte dan Vera, Asher pergi begitu saja ke kamar nya untuk berganti pakaian. Melihat tingkah anak nya yang sudah sangat biasa, Charlotte memaklumi hal tersebut dan lanjut menyiapkan diri untuk acara reuni yang akan ia dan Vera datangi. Namun, setelah 30menit mereka menunggu, Asher tak kunjung datang.
"lho...mana sih Asher..?kok lama banget dia ganti baju doang...tunggu ya.." ucap Charlotte
Charlotte yang sudah menunggu lama pun memutuskan untuk mengecek Asher di kamar nya. Sadar akan pintu yang tidak terkunci, ia memasuki kamar Asher dan terheran-heran ketika melihat kondisi kamar Asher yang sangat gelap. Ia pun menyalah kan lampu dan menghela nafas ketika melihat Asher yang sedang tidur di kasur nya. tangan kanan nya berada di kepala, dan buku yang ia baca sebelum tertidur terbuka lebar menutupi wajah nya.
"Asher..! Gak baik lho tidur sore...ayo bangun!! kasian lho itu Alina udah nunggu in..." ucap Charlotte saat ia mengambil buku dari wajah nya
Meski sudah sudah sadar dari tidur nya, ia tetap memilih untuk tidak membuka kedua matanya dan mengganti posisi tidur.
"ishh...Asher...gak baik begitu lho nak...mama pernah emang ngajarin kamu kaya begitu?hey...ayok!"
"aduhh...suruh tidur juga aja lah!" ucqp Asher sembari menarik selimut
"ish bener-bener kamu ya Asher! yaudah kamu tidur tapi jangan lama-lama lho ya. bosen banget itu pasti Alina sendirian."
"oh! mama suruh Alina ke sini aja ya, biarin dia ngeliatin kamu tidur, biar kamu malu tuh!" lanjut Charlotte yang kemudian kembali ke ruang tamu untuk menyampar Alina.
Charlotte pun langsung pergi menghampiri Alina. langkah nya terburu-buru karena tak lama lagi sudah waktu nya untuk berangkat.
"Alina...ke kamar Asher gih nak, lagi males-males an tuh dia. rusuh in aja sekalian..." ucap Charlotte kepada Alina
"ah...oke tan...hati-hati yaa!"
Setelah menghantar Charlotte dan Vera ke pintu utama, Alina pun pergi ke kamar Asher. Sesuai dengan suruhan Charlotte. Sesampainya disana, ia mengetuk pintu kamar Asher dan menunggu nya untuk di buka. Setelah menunggu cukup lama, Alina memutuskan untuk kembali ke lantai utama. takut dirinya akan mengganggu. Namun baru saja ia membalikkan badan nya, pintu terbuka lebar dengan Asher yang berada di balik pintu tersebut.
Mendengar suara pintu, Alina langsung menoleh dan tersenyum ketika melihat Asher yang memakai sweat pants, kaus pendek, dan rambutnya terlihat sedikit berantakan akibat tidur.
~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
