***
Hingga tiba disuatu hari, dimana Charlotte sedang berjuang untuk melahirkan seorang anak perempuan pertama nya. Henry menunggu nya di ruang tunggu dengan perasaan yang khawatir, terfikirkan akan keselamatan istri nya. Setelah menunggu sekian lama nya, mereka pun berkumpul dalam satu ruangan yang berisikan Charlotte, Henry, dan kedua orangtua nya.
Hidup nya terasa sangat hancur setelah kejadian itu, namun dengan lahirnya anak perempuan pertama tersebut, ia kembali tersenyum tanpa paksa an. Dan ia pun menamakan anak itu dengan nama 'Camilla Seanette' . Yang mana nama tersebut terinspirasi dari nama Jeanette, satu-satunya cinta dalam hidup nya sebelum Camilla.
***
Hari demi hari pun ia lalui dengan stress yang masih menghantui. Ia membiarkan dan menghiraukan stress itu cukup lama, hal itu membuat kondisi mental nya semakin lama semakin memburuk. Dahulu ia sangat menginginkan anak laki-laki, namun tidak pernah tersampaikan. Karena hal tersebut lah, ia menjadikan Asher sebagai pelampiasan nya. Ia terus menekan Asher dengan permintaan-permintaan yang tak masuk akal.
Charlotte menekan Asher untuk waktu yang lama. Namun untungnya, setelah sekian lama hal itu berjalan, akhirnya ia sadar dengan apa yang telah ia lakukan kepada anak nya.
Saat itu, Charlotte tidak sedang pergi untuk perjalanan bisnis. Tetapi ia berpergian untuk berobat ke pskiater, Dokter tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah memasuki tahap depresi tingkat 2. Dan sangat berbahaya jika di biarkan begitu saja. Bahkan dokter nya saja terheran-heran dengan Charlotte yang baru berkonsultasi padahal dirinya sudah mengidap depresi itu dalam jangka panjang? .
Dalam perjalanan pulang setelah bertemu dengan pskiater, Charlotte tidak berhenti menatap luar jendela mobil sembari membengung. Raut wajah nya datar, dan tatapan nya kosong. Ia merasa sangat bersalah dengan Asher. Namun sesampainya ia di rumah, ia tetap tidak bisa menahan rasa khawatir kepada anak nya. Charlotte dengan spontan menaikkan nada bicara nya saat ia melihat Asher yang akhirnya tiba di rumah.
"Ash-!" Disaat itu pun, Charlotte melihat seorang perempuan yang sangat mirip dengan kekasih di masalalu nya.
𝑭𝒍𝒂𝒔𝒉𝒃𝒂𝒄𝒌 𝒐𝒇𝒇...
Tanpa ia sadari, segenang air mata keluar dengan sendiri nya selama ia menceritakan kejadian lama yang cukup berdampak dalam hidup nya.
Suasana semakin pilu. Asher jadi tersadar alasan mengapa di balik Charlotte melakukan hal-hal aneh kepada nya. Dan disaat-saat itu, akhirnya mereka saling memaafkan satu sama lain. Untuk pertama kali nya, Asher menenangkan Charlotte dengan mengusap pundak nya. Karena bagaimana pun, Asher tetap melihat Charlotte sebagai ibu yang merawatnya dengan penuh kasih sayang.
"mama senannggg bangett karena kalian dipertemukan. dan mama cuma mau nyampe in satu hal ke kalian...untuk Asher, kamu gak perlu ngelakuin suatu hal karena terpaksa lagi nak..., jadi kamu gak perlu ngelakuin hal yang kamu gak suka lagi...okay?"
𝐴𝑠ℎ𝑒𝑟 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢𝑘 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑛𝑦𝑢𝑚𝑎𝑛...
"untuk Anora, kamu udah ngelewatin rintangan yang sangat dasyat nak. dan mungkin salah satu alasan kita di pertemukan ya... karena sudah saat nya kamu untuk istirahat - kamu ngerti kan maksud tante?"
𝐷𝑎ℎ𝑖 𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑘𝑒𝑟𝑢𝑡, 𝑑𝑎𝑛 𝐴𝑛𝑜𝑟𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑡𝑎𝑝 𝐶ℎ𝑎𝑟𝑙𝑜𝑡𝑡𝑒 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑤𝑎𝑗𝑎ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑏𝑖𝑛𝑔𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛.
"...ehehe..maksud tante, kamu akan selama nya di terima di keluarga ini. jadi kamu gak perlu khawatir tentang apa-apa lagi, okay?"
"a-ah tante, gak perlu repot-repot gituu!! aku udah terlatih mandiri kokk !!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
