***
setelah mereka mengantri untuk mengambil makan. mereka langsung pergi untuk mencari meja makan yang kosong. namun saat perjalanan nya menuju ke meja,tetiba seorang mahasiswi seangkatan nya secara tidak sengaja menabrak Asher yang sedang mengobrol dengan teman-teman nya.
𝑩𝑼𝑮𝑮𝑯𝑯...
tabrakan antara kedua nya menyebabkan makan yang di pegang oleh perempuan itu terjatuh. hingga berserakan di lantai.
"eh m-maaf ka gak sengaja.." ucap perempuan itu terbata-bata karena saking gugup dan panik nya ia. dengan cepat,ia berjongkok.membenahkan makanan nya yang berserakan itu.
"..." Asher menatap nya sebentar,mengibas tangan nya yang mengenai noda makanan. dan pergi begitu saja.
"loh..Asher.." Nathaniel kebingungan. menatap Asher dan perempuan itu secara bolak balik.
Nathaniel dan yang lain nya menaruh makanan yang mereka pegang di meja terdekat. dan langsung membantu perempuan itu membersihkan lantai.
"aah..gak usah kak aku aja..salah aku kok nabrak kakak yang tadi" ucap perempuan itu dengan nada yang bergemetar dan tangan yang bergemetar kencang.
"ishh..udah gapapa kita bantu,maafin dia ya,emang pemurung gitu anak nya.." balas Nathaniel sembari terus mengelap lantai dengan tisu yang ia bawa
"ahh...makasih banyak ya kak!a-aku..pergi dulu ya!" sambung nya saat lantai sudah lumayan bersih berkat Nathaniel dan yang lain nya.
"hati-hati yaa!" ucap Kaela kepada perempuan tersebut
"huhh...kasian deh,nanti dia makan apa coy..?" ucap Nathaniel sembari kembali mengambil piring makanan nya
"harusnya gapapa gak sih..pasti punya duit dia buat beli di minimarket"
"belum tentu jir Dyr..liat napa baju nya,sederhana banget kan..?"
"iya juga sih.."
"ih..tau gitu kenapa gak kita ganti in aja makanan nya?!atau nggak kasih dia pegangan gitu?"
"kalo kuliah nya disini tapi nggak punya duit agak gak mungkin gak sih sayang?"
"siapa tauu.."
"udah-udahh..ayo samper Asher aja,kemana lagi tu bocah nya"
***
waktu istirahat pun sudah habis. kini saat nya mereka untuk kembali ke kelas nya masing-masing. satu persatu dari mereka kembali ke kelas nya. dan saat Asher kembali ke kelas nya. dirinya terheran, karena ada yang menaruh susu dan coklat di atas meja nya. melihat hal tersebut. ia langsung menatap Alina seakan bertanya siapa kah yang memberinya semua itu.
melihat Asher yang seperti nya mencurigai dirinya,ia langsung menggelengkan kepalanya dan mengangkat kedua jari nya seakan bersumpah bukan dia lah yang memberikan semua itu.
tanpa berfikir panjang. Asher langsung menaruh coklat dan susu nya di meja Alina.
terkejut dengan apa yang di lakukan Asher. Alina langsung protes dan tidak terima makanan kiriman orang untuknya malah di berikan untuk orang lain
"ih Asher ini-" ucap nya terpotong
"buat lu." balas Asher dengan nada yang sangat dingin dan mata nya yang menatap wajah Alina.
"..." karena menurutnya hal itu cukup menakutkan. ia memilih untuk tetap diam dan menerima apa yang di berikan Asher.
***
•
•
•
•
•
waktu demi waktu pun berlalu. kini mereka sudah memasuki semester 3. mereka sudah sangat beradaptasi dengan kampus nya. mereka juga mengikuti setiap pelajaran dan setiap kegiatan dengan sangat baik. hingga suatu hari. sepulang nya Asher dari kampus,ia menyempatkan diri pergi ke salah satu cafe yang berada dekat dari rumah nya.
ia mengendarai mobil nya sendiri untuk menuju kesana. sesampai nya dia di cafe tersebut. ia langsung mengambil dompet nya dan memasuki cafe itu dengan gelagak yang sangat percaya diri. dengan wajah yang datar,ia pergi ke kasir untuk memesan satu kopi dan beberapa camilan yang di jual di cafe tersebut.
"selamat sore,ingin memesan ap-" ucap pegawai cafe tersebut terpotong ketika ia melihat siapa pelanggan nya
"americano satu,cheese cake satu, sama chocolate muffins nya satu." ucap Asher sembari melihat menu yang tertera di depan nya
bukan nya mencatat pesanan yang Asher pesan. pegawai tersebut malah terbengung memandangi Asher. merasa diperhatikan, Asher kembali memandangi pegawai tersebut sampai terjadinya kontak mata di antara kedua nya. menyadari kontak mata terjadi di antara kedua nya, ia langsung mengalihkan pandangan nya ke tab kasir. dan menyatat menu yang tadi sudah di pesan oleh Asher.
"m-maaf kak..tadi setelah cheese cake..apa ya?" ucap nya tidak berani untuk menatap wajah Asher
"chocolate muffins.." ucap Asher sembari mengeluari kartu dari dompet nya
"pembayaran nya mau cash atau card kak..?"
"card."
"total nya jadi 98ribu ya ka"
𝑨𝒔𝒉𝒆𝒓 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝒍𝒂𝒏𝒈𝒔𝒖𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒈𝒆𝒔𝒆𝒌 𝒌𝒂𝒓𝒕𝒖 𝒏𝒚𝒂.
"silahkan tunggu pesanan nya. paling lama 10 menit ya kak..!" ucap nya sembari memberikan kartu dan nota belanjaan nya kembali ke Asher
𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒃𝒆𝒓-𝒓𝒆𝒂𝒌𝒔𝒊. 𝑨𝒔𝒉𝒆𝒓 𝒎𝒆𝒏𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖 𝒑𝒆𝒔𝒂𝒏𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒂 𝒅𝒊 𝒌𝒖𝒓𝒔𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒆𝒌𝒂𝒕 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒔𝒊𝒓. 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒈𝒊𝒕𝒖,𝒊𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒈𝒂𝒎𝒑𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒎𝒃𝒊𝒍 𝒑𝒆𝒔𝒂𝒏𝒂𝒏 𝒏𝒚𝒂.
karena di cafe itu hanya ada mereka berdua. se siap nya pesanan Asher, pegawai tersebut dengan ramah keluar dari kasir dan memberikan paper bag nya langsung ke Asher yang sedang sibuk memainkan ponsel nya.
"permisi kak,ini pesanan nya.." ia memberikan paper bag itu dengan kedua tangan nya
"oh ya...makasih" balas Asher dengan santai meraih paper bag nya
Asher kemudian pergi dari cafe tersebut dan kembali ke rumah nya tanpa memperdulikan isi paper bag nya.
***
sesampainya Asher dirumah. ia langsung menaruh paper bag nya itu di dalam kulkas. dan mengeluarkan nya kembali ketika ia sudah selesai bersih-bersih.
"hufftt..." Asher menghela nafas.lalu membuka kulkasnya untuk mengambil paper bag itu sembari mengeringkan rambut nya dengan handuk
ia berjalan menuju balkon kamar nya. berniat untuk menikmati minuman nya sembari melihat matahari terbedam di balkon kamar nya. namun,baru saja ia membuka paper bag nya,ia di buat penasaran oleh isi nya. karena di atas kue yang ia beli,ada sebuah kertas dan satu kue yang sangat jelas Asher tidak memesan nya.
~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
