49. FIRST KISS

749 27 1
                                        

***

Setelah membiarkan Alina masuk, Asher kembali duduk di kasurnya. kedua mata nya masih sangat lengket ketika dibuka. ia mengucak mata kanan nya, dan pengelihatan nya pun kembali segar.

"kamu mau lanjut tidur kah...?kalau iya, aku bisa nemenin kokk!! aku siap jadi patungg!ehehehe" ucap Alina, masih dalam keadaan berdiri di depan pintu

"ada perlu apa kesini?" balas Asher dengan nada yang ketus

"oh..? aku...kamu...inget kan, mama kita lagi ada acara reuni?"

"..."

"yah...aku...kesepian aja sih, ga ada temen...ehehehe"

"lu tau kan gue orang nya kaku?apa seru nya nyari hiburan disini?"

"uhmm...gimana yaa...aku yakin kamu asli nya gak se-kaku itu kokk. mungkin emang butuh waktu ajaa. jadii...aku mau berusaha buat tau kepribadian kamu yang sebenarnya! biar in aku deketin kamu ya, Asher?" Alina menjelaskan nya dengan panjang lebar

"huhh..." Asher menggaruk kepala nya menggunakan tangan kanan nya, merasa hal ini akan terasa sulit.

"terus terang aja, ini perjodohan kan?" sambung Asher

"uh-uhhmm..." ekspresi Alina seakan dirinya sedang tertangkap basah

"jawab. gua gak bakal marah."

"uhmm, i-iya...mama tau kalau aku suka kamu...jadi, mama ngeberani in diri buat datang kesini. dan ternyata, mama kamu setuju, dan ngedukung kita."

"sekedar pacaran? cium?apa lebih?"

"u-uhh.."

"cium?ayo. selesai in urusan ini lebih cepet lagi. gue males bertele-tele." ucap Asher dengan lantang nya

"Asher...k-kamu?serius??!!" ekspresi wajah nya sangat terkejut ketika mendengar Asher mengatakan hal tersebut.

"ya. apa yang lu mau in dari gua?bakal gua kasih sekarang juga." Asher kemudian berdiri dari duduk nya, dan berjalan kearah Alina. Terkejut melihat sikap Asher yang tidak seperti biasanya, ia panik. dan perlahan berjalan mundur ke belakang.

Asher terus melangkah maju saat Alina melangkah mundur. Perbedaan tinggi diantara kedua nya membuat Alina mendongak kearah Asher. Begitu pula sebaliknya. Asher terus menatap nya dengan tatapan yang mengerikan. Tidak fokus dengan langkahnya, ia tersandung okeh kaki nya sendiri. secara spontan, Asher menangkap nya dengan sangat cepat. Asher meraih pinggang mungil Alina dengan tangan kanan nya.

Suasana semakin memanas ketika Alina menatap bibir Asher dengan intens.

Meskipun suhu tubuh nya sudah sangat tinggi akibat ereksi yang muncul karena Asher memancing nya, ia tetap kuat dengan ego nya untuk tidak memulai nya terlebih dahulu.
Dengan tatapan yang nakal, Asher mulai mengecup bibir Alina secara sensual.

Bibir mereka saling menghantam dengan ganas, seolah tak ada lagi ruang Alina untuk menahan diri. Tangan nya menggenggam Asher dengan sangat erat, Asher menarik tubuh Alina semakin dekat. Dalam keheningan, hanya terdengar desir napas yang berat dan desir jantung yang berdegup liar. Dengan lembut, Asher membanting tubuh Alina ke kasur.

Kejadiannya terjadi begitu cepat, tanpa sadar, kedua wanita tua itu sudah kembali di rumah.

"hellooo!! kalian dimana sayang nya mamaa..!" ucap Charlotte yang mencari mereka di semua tempat

Suara Charlotte terdengar sangat nyaring di telinga. meskipun dirinya berada di lantai utama, Asher masih bisa mendengar teriak an nya dari dalam kamar. Tepat saat ia mendengar suara Charlotte, Asher langsung meraih dan memakai baju yang ia pakai sebelumnya. Sembari mengecek keadaan wajah nya di cermin, ia dengan santai membuka-kan pintu kamar nya saat Charlotte datang menghampiri mereka.

Ketika pintu terbuka, Charlotte langsung mencium bau yang sangat asing. ia spontan mengerutkan hidung nya, dan menahan aroma yang tak sedap itu.

Karena kamar nya sangat besar, Charlotte tidak bisa melihat kearah kasur dengan sangat mudah. jika ia ingin melihat nya secara keseluruhan, ia harus benar-benar masuk kedalam kamar tersebut. Sementara, Charlotte sepertinya hanya ingin menanyakan keberadaan mereka. Namun, Asher memancing Charlotte agar ia masuk kedalam kamar nya.

"ih...bau apa ini Asher...bersih in dong kamar kamu!" kata-kata pertama yang keluar dari mulut Charlotte ketika pintu baru saja terbuka.

"masuk aja kalau mau tau" balas Asher dengan nada yang sangat santai

"hah...kenapa kamu?, tumben banget nyuruh mama masuk?biasa nya ngusir terus??" Charlotte merasa bingung

"mama nyari in Alina juga kan?" ucap Asher yang kemudian berjalan masuk kedalam kamar nya

"hah..." Charlotte mau tak mau mengikuti setiap langkah nya

Charlotte cukup terkejut melihat baju yang berserakan di lantai. Dan lebih terkejut lagi ketika melihat Alina yang tertidur di atas kasur dengan selimut tebal yang menyelimuti tubuh nya yang sudah sepenuhnya terlanjang. Charlotte tentu sangat terkejut melihat kelakuan anak nya sendiri. Ia melotot ketika menatap Asher.

Ditengah-tengah kepanikan ibunya, Asher hanya mengantungkan tangan nya di saku celana dan melirik kearah Alina dan Charlotte secara berkala.

Tanpa berfikir panjang, Charlotte langsung menarik Asher untuk keluar dari kamar nya dengan ekspresi yang tidak jelas emosional nya.

"Asher?! kamu?!....oke mama gak akan marah.., TAPI HARUS BANGET KAMU NUNJUKIN KE MAMA SECARA LANGSUNG?!?!" ucap Charlotte yang masih berusaha untuk mencerna kejadian yang baru saja ia lihat

"lho? bukan nya ini yang mama mau in? aku udah nurutin kemauan mama lho? gak di apresiasi nih?? hmm.."

"g-gak...mama...aduhh!! gak tau dehh, mama masih shock!! pokoknya kamu beresin dulu kamar kamu, mandi, bangunin Alina... pokoknya semua nya deh ya. nyala in exhaust nya juga jangan lupa!"

"lho? ma? ini kan kemauan nya mama? udah kan? selesai? puas kan mama? gak harus ngelakuin hal ini lagi?" Asher terus menanyakan hal-hal tersebut kepada Charlotte ketika ia sudah pergi dari hadapan nya.

Asher kemudian kembali ke kamar nya untuk merapihkan kamar nya yang sangat berserak-an itu. Baru saja ia mengambil baju yang berada di lantai, Alina sudah tergangun dari tidur nya. Saat bangun, tatapan nya langsung tertuju kearah Asher. ia tersenyum dengan sangat damai ketika melihat pujaan hati nya berada tepat di depan nya. Asher sudah tau bahwa Alina sudah bangun dari tidurnya, ia pun menoleh dan tersenyum ke arahnya, lalu berkata...

"thanks..."

~~

Forced To Be A BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang