***
"gimana kalau kita bangun bisnis bareng? saya ada niatan buat bikin cafe..."
"huh...?!"
"iyaa...kita bikin cafe bareng.."
"kak...bukan nya yang kayak gini agak berat yaa? aku bahkan gak punya modal sepeser pun..."
"udah kamu gak usah mikirin modal atau apapun itu, tim orangtua saya bakal ngebacking semua."
"t-tapi kak-"
"sstt..."
"u-uhm...okay..."
"oh ya, by the way kamu mau makan apa? biar saya pesan lewat aplikasi..."
"ah gak usah kak, aku gak mau ngerepotin...aku bisa makan telur aja kok nantii"
"ah kamu ini, saya pesen in ayam goreng kamu suka kan?"
"kak please aku ga mau ngerepotinn!"
"saya laperr, biar sekalian"
"...." Anora hanya terdiam, dan berpasrah.
Setelah beberapa menit akhirnya pesanan tersebut datang, Anora dan Asher pun makan bersama di meja, mereka makan berhadapan. yang membuat Asher dengan mudah menatap Anora.
"tapi...Anora, saya...boleh tau tentang orangtua kamu gak...? saya lumayan kepo sama kejadian di balik nya" tanya Asher kepada Anora setelah mereka selesai makan
"ahahahaha! pasti karena rumah ini yyaa??"
"...hehe..maaf saya terlalu kepo"
"ahahahaha gapapaa laa!"
"rumah ini emang peninggalan orang tua ku kakk..."
𝑭𝒍𝒂𝒔𝒉𝒃𝒂𝒄𝒌 𝒐𝒏...
Jeanette yang merupakan ibu dari Anora dan Rudien yang juga merupakan Ayah dari Anora dengan pakaikan rapih ingin berkerja berpamitan ke Anora yang berada di gendongan babysitter.
"Anora sayaanngg, mama pergi kerja duluu yaa sama papaa. jadi anak baikk yyaa sama ibuu! mmwaah" ucap mama Anora saat dia hendak pergi kerja ke rumah client dengan suami nya pada malam hari.
"bu, kami titip Anora ya!" ucap papa Anora ke bu Susan yang merupakan babysitter Ibu Anora dari kecil.
"siapp tuann dan nyonyaa!!" balas bu Susan sembari tersenyum lebar kearah pasangan tersebut.
***
Susan sedang asik bermain dengan Anora yang masih berumur 2 tahun kala itu, Susan sangat menyayangi Anora layak nya cucu nya sendiri. Dia bahkan tidak bisa kalau tidak melihat Anora sehari saja. Ikatan pada kedua nya sangat melekat. Hingga saat memasuki waktu nya untuk Anora tidur, Anora terus menangis menjerit, seakan ada hal yang membuatnya begitu bersedih.
Pada malam itu, seluruh pembantu dirumah Anora sudah tertidur lelap di kamar nya masing-masing. Hanya Susan yang masih terjaga karena Anora yang belum bisa tidur juga. Di tengah-tengah tangisan bayi Anora, telepon rumah nya berdering, yang membuat suasana malam itu cukup kacau dan berisik. Tidak ingin membuat suasana semakin berisik, Susan pun terbirit-birit mengangkat telepon tersebut sembari dia menggendong bayi Anora yang masih saja menangis dengan sangat keras.
𝑫𝒄𝒄𝒗𝒌𝒌
suara telepon saat Susan mengangkat telepon tersebut.
"Hallo..."
"Oh ya Hallo...ini atas siapa yaa..."
"oh...saya pembantu disini bu, ada urusan apa yaa..."
"ah iyaa, Bu Jeanette sudah otw belum yyaa?? karena sudah tiga jam kami menunggu tapi kedua nya belum juga datang..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
