***
"thanks...?" alis nya mengkerut ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Asher.
"mandi gih, nanti gua anter kalian pulang" ucap Asher saat ia berdiri dan baju-baju yang kotor itu menggumpal di tangan kanan nya.
"ah...mama udah pulang?" balas Alina dengan panik nya ia berlari ke arah kamar mandi.
Sementara itu, Charlotte berjalan dengan sangat gugup kearah sofa. wajah nya terlihat sangat pucat dan linglung akibat shock dengan apa yang baru saja terjadi. lalu ia duduk dengan sangat kaku di sofa.
Melihat teman nya yang terlihat tidak tenang, ia pun menghampiri Charlotte dan menanyakan keadaan nya. Tangan nya meraba pundak Charlotte dengan sangat lembut, ia duduk tepat di sebelah nya.
"eh...kenapa beb?" tanya nya
"maaf in Asher yaa...serius deh beb, gua gak pernah nyuruh dia buat ngelakuin hal itu." balas nya dengan suara yang bergetar dan kedua tangan nya menggenggam tangan Vera dengan sangat erat.
"hah? maksud nya gimana? lu ngomong apa sih beb?" Vera terbingung, ntah apa yang di maksud teman nya itu.
"A-Asher..." ucap Charlotte terbata-bata
"...?" Vera dengan sabar menunggu Charlotte untuk berbicara
Di sela-sela Vera menunggu Charlotte untuk berbicara, tetiba saja Asher duduk di sebelah Charlotte dengan ekspresi yang menyeramkan. ia tersenyum menatap ke arah Charlotte dan Vera.
"eh...nak, Alina nya mana?"
"ah...lagi mandi tan, biasaa..𝒌𝒆𝒑𝒂𝒏𝒂𝒔𝒂𝒏..." balas Asher yang menekan kata terakhir di akhir kalimat nya.
Mendengar balasan Asher, Charlotte langsung menoleh dan melotot ke arah nya. tatapan nya se akan mengatakan 'jangan sekarang' .
"hah?! rumah se dingin ini dia kepanasan? makin aneh ya Alina ini...ehehe...maafin yaa, jadi ngerepotin Asher nii, Alina pake in baju kamu mulu!"
"aman aja tan..."
"eh...kok pada disini semua sihh..." ucap Alina yang tiba dengan stel-an Asher yang ia pakai.
"eh...udah mau pulang kamu? tumben banget?" Vera memperhatikan Alina dari ujung kaki-hingga ujung kepala nya
"lho? masih lama tah?, aku kira mama udah mau pulang..."
"ah...kalau mau sekarang juga gapapa tan, biar sekalian aku keluar." Asher berusaha untuk mencairkan suasana
"oalaahh!! ya ampun jangan repot-repot nak! tante jadi ga enak nihh...ehehehe!"
"ahahahaha...santai tan, satu arah kok."
"eh mau otw kapan kamu? ayok deh sekarang ajah, takut kemalam an!" Vera langsung bangun dari sikap duduk nya dan dengan segera mebgambil barang bawa an nya.
Terlalu fokus dengan Asher, Vera sampai melupakan teman nya, Charlotte yang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Alina, Vera, dan Charlotte berdiri di depan teras rumah nya, menunggu Asher yang sedang mengambil mobil di garasi. Seakan tidak terjadi sesuatu, Charlotte dengan sangat kaku tersenyum kearah Alina dan Vera.
𝑩𝒃𝒓𝒓𝒉𝒉𝒎𝒎...
Asher tiba dengan mobil sedan keren miliknya.
"eh beb...pulang dulu yaa, makasih yaa buat hari ini!! see you next time!!" Vera memberikan salam pipi kepada Charlotte.
Setelah bercepaka-cepiki dengan Charlotte, Vera kemudian memasuki mobil dan duduk di kursi belakang. Juga, Alina duduk tepat di samping Asher, yaitu kursi depan. Baru saja kaki kanan nya menyentuh ubin mobil, ia sudah salah tingkah hanya dengan melihat Asher yang sudah sedari tadi memandangi nya.
Melihat Alina tersenyum ke arahnya, Asher membalas nya dengan senyuman yang sangat hangat. Namun? tidak ada yang tahu apa maksud dari senyuman nya yang sangat hangat tersebut.
"gimana?, gak ada yang ketinggalan nih, ya?." Asher menanyakan hal tersebut ke Alina dan juga Vera.
"eng..nggak!! yokk!! tante udah siapp!!" balas Vera dengan sangat antusias.
"okee!" Asher menancapkan gas, dan memencet klakson sebagai tanda sapa an kepada ibu nya.
Suasana di dalam mobil sangat sunyi selama perjalanan. Saking sunyi nya, Hanya terdengar suara pengguna jalan raya lain nya yang sedang berlalu lintas.
Di antara kesunyian itu, Alina meraba tangan kiri Asher dengan tangan kanan nya. Tatapan nya menunjukkan ekspresi emosional yang kuat. Ia tersenyum, salah tingkah dengan kelakuan nya sendiri.
Menyadari ada sesuatu bergerak dari sisi kiri nya, Asher langsung menoleh ke arah Alina dengan pergerakan yang sangat santai, Ia menemukan Alina yang sedang diam-diam menggenggam tangan nya. Tanpa berfikir panjang, Asher dengan cepat mengangkat tangan Alina yang berada dalam genggaman nya, dan mengecup nya secara spontan. Ia melakukan hal tersebut dalam kesadaran penuh. Tidak peduli dengan keberadaan Vera di belakang. Terlihat sangat profesional bukan?
Fokus nya teralihkan saat Vera melihat anak nya sedang melakukan hal manis dengan orang yang ia incar sedari dulu tepat di depan mata nya. Kedua mata nya melotot saat melihat kejadian tersebut. "hah?sejak kapan?" "kok udah ugal-ugal an aja?" "eh anak gue!!akhirnya!!" setiap pertanyaan mengelilingi isi pikiran nya.
***
Setelah meng-antar Vera dan Alina, Asher menyempatkan diri untuk pergi ke mini market. Ia pergi kesana untuk membeli camilan. Saat membayar semua belanjaan nya, mata nya tidak sengaja melirik kearah luar. Ia melihat seorang gadis duduk seorang diri di luar mini market tersebut. tubuh nya mungil, rambut nya berwarna hitam, ter-urai panjang. kedua tangan nya berada di rahang, menompang wajah cantik nya.
Setelah ia perhatikan lebih lama, ia mulai mengenali siapa perempuan tersebut.
~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
