64. GRAND OPENING.

107 7 0
                                        

***

Asher mulai mengambil satu suap di sendok nya, merasa tidak sabar, ia langsung mencoba nya dengan lahap. Saat satu suapan itu masuk, mata nya langsung berbinar-binar, alisnya terangkat, dan tubuhnya menunjukkan sedikit tarian senang.

"mmm-mnh... nnyak bwanget..." sambil terus mengunyah, ia menggumamkan kata 'enak' yang terdengar samar dan terbata-bata.

"hmm enak banget kayak nya- perasaan tadi yang mau coba kue nya Anora dehh, kenapa yang gak sabar malah kamu sher?" ujar Charlotte

"mm-nhh..nighh.." Asher menyodorkan kuenya kearah Anora sambil terus mengunyah.

"ahahahaha masih menikmati itu diaa, gapapa kakak aja duluu"

"mmh! mau sendok baru? aku lupa cuma bawa satu doang"

"gak usahh, gapapa-gapapaa"

"uhh sibuk nyaa, sampe blepotan tuhh"

"ahahaha, nih nih tisuu kakk!!"

"ahahahaha Asher Asher!"

***

Hari demi hari pun berganti, dan terik matahari kini menyengat seantero kota, tak terkecuali sebuah cafe bergaya klasik Prancis yang baru saja berdiri. Di depan pintu masuk terdapat papan tulis yang bertuliskan 'Grand Opening' , berdiri anggun ditengah kepungan bunga-bunga segar. Begitu melangkah kedalam, mereka semua bisa melihat bahwa mewah namun nyaman nya interior cafe tersebut membuat orang-orang yang lewat pun terpincut. Suasana di dalam sangat ramai, Tamu-tamu tenggelam dalam obrolan, sementara jemari mereka memegang segelas wine. Adapun karyawan yang berbolak-balik menyiapkan wine isi ulang.

"silahkan dicicipi pak..." Asher menyampar setiap kelompok dari para tamu dan menyambutnya sembari berbasa-basi. Tidak hanya Asher, Anora ikut serta menyambut tamu di sampingnya. Langkah Asher yang semula teratur menyisir ruangan, kini terhenti secara perlahan. Ia memperlambat langkahnya ketika ia sudah menyadari akan kehadiran teman-teman setia nya. Raut wajah yang terasa kaku karena harus berbasa-basi dengan wajah-wajah yang sebatas ia kenal melalui sapaan di kampus dan teman-teman Charlotte yang ikut serta memeriahkan acara, kini berubah menjadi sangat rileks dan berbinar-binar ketika akhirnya ia menemukan wajah-wajah yang sering ia temui, teman-teman nya.

"eyy, ini diaa bintang nyaa!" seru Dyra ketika melihat Asher berjalan tegap dengan memakai kemeja berwarna coklat terang dan celana gelap.

Melihat keantusiasan dari Dyra, tentu ia menyapa Dyra dengan menyodorkan dan menempelkan gelas nya terlebih dahulu. Lalu ia menyapa Kaela dan Nathaniel yang memberinya pelukan bahagia.

"selamatt yyaa... kaget lho aku tiba-tiba kamu buka cafe aja!!" ujar Kaela sesudahnya menyapa Asher.

"selamat, selamatt! seneng deh gue, jadi ada tempat yang bagus lagi buat menuhin highlight sosmed gue" seru Nathaniel, tangan nya santai menggenggam segelas susu murni.

"hmm, dasar narsis!" sinis Dyra saat melirik kearah sahabatnya.

"sshh!! loe gak di ajakss!" nada keperempuannya terdengar nyaring di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang sedang berbincang.

Mereka tertawa riang, Nathaniel atau yang sering mereka panggil dengan sebutan Niel memanglah pencair suasana ketika mereka sedang berkumpul. Tingkah laku nya yang spontan membuat mereka yang melihat nya tersenyum. Tak terkecuali Anora, ia dengan kuat menahan tawa nya ketika melihat Nathaniel. Ditengah-tengah kecikikan itu, Kaela sadar akan sesuatu.

"oh ya, btw kamu...?" kepala nya miring, jarinya menunjuk bibirnya, dan alisnya mengerut saat melihat Anora dengan jelas.

"oh!, salam kenal aku Anora!" balas Anora dengan nada semangat, senyum nya manis dan tulus, ia menjabatkan tangan nya ke Kaela.

Forced To Be A BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang