***
Setelah Asher mendengar kisah jelas dari Anora, dirinya merasa kesal. Dengan alis nya yang mengkerut dan wajah yang marah, Asher menanyakan siapa saja pelaku dari pembullyan itu.
"siapa aja nama pelaku nya...?" ucapnya dengan raut wajah yang serius.
Di sela-sela Asher menanyakan hal tersebut, tak terasa, mereka berdua sudah sampai di parkiran. Asher dengan hati-hati menurunkan Anora dari gendong an nya, dan menuntun nya masuk ke dalam mobil.
Terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan Asher, dalam batin nya, Anora bertanya-tanya apa yang akan Asher lakukan? siapa Asher sebenernya? mengapa dia terlalu mencampuri urusan pribadi nya?
"u-untuk apa..?" balas Anora dengan raut wajah polos nya
"...pengen tau aja..." sambung Asher dengan santai nya, dengan cepat dia kemudian memasuki mobil, dan bersiap untuk berjalan menuju ke rumah Anora.
"haruskah?..." balas nya dengan nada canggung
"haruss...! semua...yang ada di malam kejadian itu..." ucap nya dengan santai
"t-tapi buat ap-"
"kalau kamu gak mau ngasih tau, dan milih untuk tetap bungkam, saya bawa kamu pulang kerumah saya. mau?" ujar nya yang kemudian melirik kearah Anora dengan tatapan yangs serius.
"...! Cindy...Cecil...vonxa..panji...Tian...A..Alina, tya-"
"...!! sebentar-sebentar, tadi kamu sebut siapa??Alina? Alina Deloryn? maksud kamu?"
"aku...gak tau nama panjang nya kak...mungkin kalau ngeliat orang nya aku bisa nginget-nginget lagi..."
"ah...saya gak ada foto nya, tapi dia pendek, rambut nya bergelombang, ada tanda lahir di pergelangan tangan nya?" ucap Asher dengan sangat malas mengingat siapa itu Alina.
"ah...kok kakak bisa tau?"
"sekelas saya waktu itu, cuma ntah lah. udah pindah itu orang."
"ah begitu..., tapi dia gak ngapa-ngapain...dia gak ikut mukulin aku, dia cuma ngeliatin trus lpketawa in pas aku lagi di kerumunin..."
"tetep aja itu jahat..."
"uhm...." Anora yang tadinya menatap kearah Asher, setelah mendengar reaksi nya, pandangan nya langsung menurun ke tangan-tangan nya. dia terus menggosok-kan tangan nya kanan nya ke tangan kiri nya
"...." melihat tatapan Anora yang penuh dengan kesedihan, Asher pun berniat untuk mencairkan suasana.
"udah lupain... sekarang kamu arahin jalan saya buat kerumah kamu..oke?"
"oke..." balas Anora
"oh ya...kita ke apotek dulu sebentar ya..."
"..oke..kamu sakit kah?..."
"nggakk..., eh maksud nya iya, sekalian beli in plester buat kamu.
"ah...aku gapapa kok...gaperlu.."
"sstt..."
***
Sesampainya di apotek, Asher keluar dari mobil, dan meminta Anora untuk menunggu nya di dalam mobil. Disana, Asher meminta ke penjaga apotek itu untuk memberinya beberapa obat untuk mengobati luka gesekan sepatu, dan beberapa obat seperti p3k, yang dia ingin berikan untuk Anora.
Setelah semua nya lengkap, Asher kembali ke mobil dan meminta Anora untuk menyatukan belajaan nya di belajaan milik Anora.
"dahh...yukk lanjutt..."
𝑨𝒏𝒐𝒓𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒈𝒈𝒖𝒌 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒏...
***
Tidak terasa, sebentar lagi mereka sampai di tujuan. Jarak nya cukup jauh. Hal tersebut membuat Asher salah fokus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
FanfictionKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
