***
𝐂𝐤𝐫𝐞𝐞𝐤𝐤...
Suara pintu terbuka saat Asher baru saja keluar dari toko tersebut. Langkah nya terhentikan ketika melihat dompet perempuan bertubuh mungil tersebut terjatuh ke aspal. Ntah dari mana muncul nya rasa kepedulian yang tinggi, dia pun berlari, mengambil dompet perempuan tersebut, dan mengembalikan nya tepat waktu.
"misi...dompet nya ja-" kalimat nya terpotong saat dia melihat dengan jelas paras dari perempuan tersebut.
Pakaian nya sangat lusuh, tubuh nya sangat kurus hingga tulang selangka nya terlihat sangat jelas. Warna urat tangan nya terlihat saat dia mencoba untuk mengambil kembali dompet nya. mata nya sangat sayu ketika menatap kearah Asher.
Melihat keadaan perempuan tersebut, dia sangat terkejut. karena hanya selang beberapa bulan semenjak terakhir mereka bertemu di cafe, kini penampilan nya terlihat sangat jauh berbeda.
Dan setelah ia pikir-pikir lagi, mereka satu kampus, Asher juga sering mengunjungi cafe, tempat dimana perempuan itu berkerja. Namun mengapa dia tidak pernah melihat nya lagi? apa yang telah terjadi selama ia sibuk dengan Alina? Lagi dan lagi, dia merasakan rasa penasaran yang cukup tinggi terhadap perempuan tersebut.
"...?" perempuan itu menatap kearah nya, kebingungan saat ia melihat Asher yang terus saja melamun saat kedua mata nya tertuju kepadanya.
"eh...!sorry-sorry!" Asher mengulurkan tangan nya lebih panjang, menyodorkan dompetnya.
"makasih..." perempuan tersebut membalikkan badan nya dan melangkah pergi meninggalkan Asher.
"sebentar! kamu, barista di cafe Velour...kan?" kalimat yang bahkan Asher saja tidak tahu datang nya dari mana.
"kenapa ya kak..?" balas perempuan tersebut, suara nya sangat lirih dan bergetar.
"saya sering beli americano disana. kamu lupa?"
Terlalu malas untuk meladeni orang-orang, perempuan tersebut langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Saat melihat sikap perempuan tersebut yang sangat cuek padanya, Asher cukup terkejut. karena baru kali ini dia melihat perempuan yang terlihat tidak tertarik dengan nya. Hingga akhirnya dia pulang dihantui dengan rasa penasaran.
***
Pagi pun tiba, sudah saatnya untuk memulai hari yang baru. Orang-orang berkerumun untuk mengantri tiket konser gratis yang sedang di ada kan oleh pihak kampus. Asher yang melihatnya hanya cuek dan tetap fokus pada tujuan nya, yaitu menuju ke kelas nya.
Baru saja ia melangkahkan kaki di kelas, ia sudah di sambut dengan senyuman menggoda dari Alina. dia duduk di atas meja Asher saat semua orang sedang asik mengobrol dengan teman-teman nya. Langkah nya melambat saat dia melihat Alina yang duduk tepat di atas meja nya.
"good morning..." ucap Alina, bermaksud untuk menyambut kehadiran Asher.
"ikut nonton konser yuk? aku denger-denger artis nya terkenal." sambung nya
Asher mendengar semua kalimat yang keluar dari mulut lawan bicara nya dari dekat. Namun bukan nya ia menjawab ajakan itu sesegera mungkin, dia malah menyentuh dagu Alina dengan satu jari nya dalam sekejap, Sembari mengatakan "ada yang lebih asik dari itu". Kemudian, dia duduk di kursi sembari menatap Alina dengan tatapan yang tajam dan menantang.
Melihat Asher yang baru saja me-noel dagu nya, dan mengatakan hal yang terdengar nakal, dia menoleh kearah Asher lalu mengerut kecil, tak percaya bahwa Asher yang selama ini ia kenal sangat cuek dan dingin akan mengatakan hal semacam itu.
"kamu ketagihan...??.it's your first time, right?"
Dengan sifat dingin nya yang masih sangat membekas, dia hanya mengangkat alis kiri nya sebagai jawaban dari pertanyaan Alina. saat dia ingin melanjutkan pembicaraan, tetiba saja dosen masuk. Seketika kelas terasa sangat ramai, orang-orang berbondong-bondong untuk mencari kursi nya. Sementara itu, Asher yang sudah sedari tadi duduk di kursi nya merasa sangat senang saat dosen memasuki kelas. Karena hal itu membuat pembicaraan nya dengan Alina terganggu. namun,senang nya gugur saat teringat bahwa Alina duduk tepat di samping meja nya. otomatis, Alina bisa saja mengganggu pembelajaran nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forced To Be A Boy
Fiksi PenggemarKisah ini menceritakan tentang anak perempuan, Asher. Yang diubah tampilan nya menjadi laki-laki oleh ibu nya, tak segan-segan ibu nya bahkan menyuruh nya untuk menjalin hubungan apapun asalkan ia menjalankan nya dengan wanita. Namun, akan kah ia ba...
